Mohon tunggu...
Paulus Irwan
Paulus Irwan Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Kotak Suara Pilihan

Modus Pemerasan Petugas PLN di Padang

8 Oktober 2015   11:38 Diperbarui: 11 Oktober 2015   19:25 6331 5 4 Mohon Tunggu...

Kira-kira sebulan yang lalu sekitar jam 11 siang rumah kami kedatangan 3 orang tim petugas PLN tepatnya tim P2TL (Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik). Dengan menunjukkan surat tugas dan alasan pemeriksaan rutin tanpa kecurigaan kami mendampingi petugas tersebut, mulai dari memeriksa segel terpasang, MCB dan mencocokkan daya listrik yang terpakai pada meteran PLN maupun kabel-kabel dengan alat ukurnya di sekitar meteran tersebut.

Dengan ramah mereka menyimpulkan bahwa tidak ada hal-hal temuan yang mencurigakan baik segel-segel dalam keadaan utuh maupun MCB dan kabel-kabel dayanya semua terbagi degan seimbang dan mereka memberi saran untuk menambah daya yang terpasang karena setelah memeriksa daya yang terpasang menurut mereka hanya sedikit daya tersisa yang idle jadi MCB akan sering jatuh saat pemakaian puncak. Saat itu kami tidak ada menaruh curiga atas gerak-gerik para petugas P2TL  tersebut, namun setelah kejadian tanggal 5 Oktober 2015 kemarin kami berkesimpulan bahwa kedatangan mereka yang pertama ini adalah untuk mempelajari situasi dan cara untuk melakukan pemerasan yang tepat (seperti pencuri/ maling saat lebaran yang mengincar rumah sasarannya/ mangsanya).

Pada tanggal 5 Oktober 2015 kira-kira jam 4 sore tim P2TL yang sama kembali mendatangi rumah kami dengan prosedur lazim yaitu memperlihatkan surat tugas kemudian memeriksa kabel-kabel dengan alat ukurnya dan mengecek segel-segel. Disinilah tim PLN ini mulai melancarkan aksi awalnya meminta izin kami untuk memutuskan aliran listrik paling lama setengah jam katanya karena menurutnya ada daya yang hilang tidak tercatat pada meteran (kesaksian yang bertolak belakang dengan pemeriksaan bulan lalu) dan merekapun meminta izin untuk memotong segel-segel di dinding, untuk semua permintaan itu kami izinkan.

Setelah melakukan itu mereka membuka baut-baut pada kabel-kabel untuk melepaskan unit meteran tersebut dari dinding, lalu meteran tersebut mereka taroh di lantai, disana mereka melepaskan segel seperti gambar 1 yang sepengetahuan kami segel tersebut sudah terpasang di PLN. Setelah covernya dibuka kemudian baut-baut pada kabel-kabel di dalamnya dilonggarkan satu persatu selanjutnya petugas tersebut mengambil senter dan bersama dengan kami menyaksikan bahwa di dalamnya masih ada kawat tembaga yang nyantol disana. Mereka mengatakan ini penyebab ada daya yang hilang tidak tercatat pada meteran, kami selaku konsumen mengatakan bahwa kawat tersebut pasti dipasang oleh orang PLN sendiri karena kami menerima meteran tersebut kra-kira 5 tahun lalu dalam keadaan utuh tersegel demikian pula sekitar bulan Agustus 2013 kami meminta perubahan daya segel tersebut tidak diganggu oleh tim PLN karena saat itu hanya segel MCB yang dipotong kemudian disegel kembali. Ini berarti PLN sendiri yang pasang kawat tersebut, namun mereka tidak mau PLN dipersalahkan dalam hal temuan ini mereka kemudian berkilah bahwa segel tersebut bekas dilem/ direkatkan dengan kata lain segel tersebut sudah rusak.

Kami bersikukuh bahwa segel tersebut masih utuh karena kami tidak pernah mengutak-atik segel tersebut, mereka menganjurkan kalau kami mau membela diri bicara langsung dengan atasan/ manajer mereka atau sekalian membuat pengaduan pada layanan konsumen. Oleh sebab kami masih bersikukuh bukan kami yang menyantolkan kawat tersebut dan segel masih utuh sebelum dipotong mereka maka mereka membawa meteran tersebut ke PLN sebagai barang bukti katanya.

Akhirnya selama sisa waktu dan berlanjut keesokan harinya sampai kira-kira jam 5 sore kami terpaksa memakai genset. Kira-kira jam 7 malam teman kami mengatakan kalau hal ini bisa diselesaikan di tempat dengan membayar petugasnya langsung dan meteran tersebut kembali dipasang sambil menunggu meteran yang baru, menurut teman kami listrik adalah kebutuhan vital seharusnya kami tidak usah melawan petugas PLN tersebut walaupun mereka arogan, besok saat menghadap di kantor PLN kamu juga tidak bakalan bisa membela diri karena mereka tidak akan memasang meteran baru kalau masalah ini belum selesai, jadai ujung-ujungnya juga duit cuma bedanya kalau diselesaikan di TKP duit tersebut dinikmati petugas PLN dan relatif lebih kecil nominalnya sedangkan kalau diselesaikan di kantor duit tersebut sepertinya masuk ke kas negara dan nominalnya relatif lebih besar lanjutnya.

Dan benar saja sekitar jam 10 pagi kami ke kantor PLN awalnya kami masih membela diri karena deadlock akhirnya kami mengikuti saran teman kami untuk mengakui saja temuan tersebut adalah kesalahan kami, barulah petugas tersebut membuat hitungan tagihan susulan yang harus kami bayar dengan uang muka 40% dan sisanya dapat diangsur 10 kali yang nantinya tercantum dalam rekening tagihan listrik bulanan kami, sebelum kami meninggalkan kantor PLN kami sempat bertanya bagaimana setelah meteran terpasang nanti 3-5 tahun lagi petugas PLN kembali melakukan pemeriksaan dan kedapatan lagi temuan yang tidak kami lakukan padahal segel masih utuh, petugas tersebut menyarankan agar kami membuat video saat pemasangan berlangsung.

Jadi kami sebagai pelanggan PLN mendapat tugas ekstra untuk mendokumentasikan pemasangan meteran yang sebenarnya posisi pelanggan masih lemah bagaimana kalau temuan tersebut dipasang di PLN sebelum disegel kemudian PLN mengirim petugasnya 2 atau 3 tahun lagi untuk mencari temuan yang notabene dipasang oleh orang PLN sendiri, kita bersikukuh bahwa yang pasang orang PLN sendiri meteran tersebut tetap aja dibawa dan kita sebagai pelanggan bergelap ria selama masalah belum kelar, kecuali kita membayar/ nego di TKP.

Setelah kami membayaran uang muka tagihan susulan tersebut petugas PLN di kantor tersebut menjanjikan meteran baru akan dikirim hari ini, dan benar saja kira-kira jam 5 sore kami didatangi 2 orang petugas pemasangan meteran kebenaran lagi isi dalam meteran tersebut tidak dapat dilihat oleh pelanggan karena sudah disegel dari PLN. Jadi kita sebagai pelanggan hanya bisa berdoa saja semoga tidak dicurangi oleh PLN.

Demikian hasil curahan hati kami sebagai pelanggan setia PLN yang tetap saja diperas walaupun kami tak rela karena kesalahan murni pada PLN. Untuk para pembaca kejadian yang menimpa kami mungkin saja sudah terjadi pada anda atau akan terjadi, jadi berhati-hatilah dengan petugas PLN, kita harus dan wajib menaruh curiga atas kedatangan mereka, kalau bisa kita didampingi oleh orang-orang yang mengerti segala hal tentang hukum konsumen untuk menghadapi petugas PLN yang nakal (kami menyimpan foto petugas yang nakal tersebut karena rumah kami juga dilengkapi dengan CCTV).

Terima kasih PLN atas pelajaran yang mahal ini semoga PLN cepat berubah ke arah yang lebih baik sehingga Indonesia benar-benar maju dan punya power (Indonesia Power) di luar negeri bukan hanya di dalam negeri saja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN