Irmina Gultom
Irmina Gultom Apoteker

A Pharmacist who love reading, traveling, photography, movies and share them into a write | Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta | IG: https://www.instagram.com/irmina_gultom/ | https://marvelousthings250552759.wordpress.com/

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Beredar Ramuan Pembersih Paru-paru Akibat Rokok, Benarkah?

23 November 2018   17:22 Diperbarui: 27 November 2018   16:03 995 11 4
Beredar Ramuan Pembersih Paru-paru Akibat Rokok, Benarkah?
Ilustrasi: healthfreedomidaho.com

Baru-baru ini ada sebuah artikel yang ditayangkan di beberapa media digital dan tentunya dengan judul yang menarik perhatian saya, atau mungkin khususnya bagi pembaca yang memiliki kebiasaan merokok. Isinya tentang ramuan berbahan alami yang diklaim mampu membersihkan paru-paru dari racun-racun rokok pasca si perokok berhenti merokok. Bahkan seperti yang dikutip dari CNN, terkesan bahwa ramuan ini mampu menjaga paru-paru tetap bersih setiap kali setelah merokok.

Kelihatannya, meluasnya informasi ini berawal dari viral di Facebook. Berikut kutipannya seperti yang dilansir Detik.com:

Caranya:
1. Siapkan terlebih dahulu 400 gram bawang putih, dua sendok teh kunyit, jahe satu inci (2,5 cm), madu 400 gram serta satu liter air.
2. Rebus air, lalu campurkan potongan bawang dan parutan jahe ke dalam air rebusan, diamkan hingga air mendidih.
3. Setelah air mendidih campurkan lagi kunyit yang telah dihaluskan kemudian angkat dan dinginkan.
4. Air rebusan yang telah dingin disaring untuk memisahkan
ampasnya.Baru campur madunya
5. Air rebusan sebaiknya dimasukkan ke dalam botol dan simpan di lemari es.
Cara mengonsumsinya : minum air rebusan sebanyak dua kali sehari pada pagi hari sebelum makan dan malam hari setelah makan (ringan). Dosis yang dianjurkan cukup dua sendok makan setiap kali minumnya. Rutin mengonsumsi air rebusan itu akan membantu menghilangkan racun di paru-paru akibat kebiasaan merokok. Adapun kandungan dalam bahan-bahan yang digunakan seperti jahe yang memiliki sifat penyembuhan dan telah digunakan sejak kuno.

Dari beberapa artikel lain yang saya baca, kurang lebih resepnya mirip dengan yang di atas yakni terdiri dari jahe, kunyit dan bawang. Dan Pertanyaan saya sekarang adalah:

1. Jenis jahe yang seperti apakah yang digunakan? Kalau di Indonesia, setahu saya ada beberapa varietas seperti jahe putih, jahe merah dan jahe gajah. Memang ketiganya sama-sama jahe, tapi tentu kadar komponen bioaktifnya berbeda-beda. Mulai dari senyawa fenol, alkaloid, minyak atsiri dan lainnya.

Selain itu, rimpang yang seperti apa yang digunakan? Apakah rimpang yang sudah tua atau yang masih muda?

2. Jenis bawang yang seperti apa yang harus digunakan? Apakah bawang merah, bawang putih, bawang Bombay atau lainnya? Di atas memang disebutkan bawang putih, tapi beberapa artikel lain (seperti CNN dan NDTV) tidak disebutkan jenis bawangnya.

3. Berapa lama waktu pembuatan ekstrak (rebusan) nya? Apakah seperti proses ekstraksi dekok (dengan panas 90C selama 30 menit) atau begitu mendidih api langsung dimatikan? Tentunya durasi rebusan juga mempengaruhi berapa banyak senyawa kimia yang terlarut dalam air. Dan dari air sebanyak 1 L itu, berapa ml yang yang harus tersisa? Karena semakin sedikit air yang tersisa, maka konsentrasi zat terlarutnya semakin tinggi.

4. Dalam suatu pengobatan maupun pemeliharaan kesehatan, regimen dosis adalah parameter yang sangat penting. Jika dalam resep tersebut dosis yang dianjurkan adalah 2 kali sehari satu sendok makan (pagi dan malam), tapi tidak diinformasikan sampai berapa lama ramuan tersebut harus dikonsumsi. Bahkan untuk minum vitamin saja yang satu kali sehari untuk pemeliharaan kesehatan, ada maksimum waktu pemakaiannya.

5. Ini adalah pertanyaan utama saya. Karena ramuan ini diklaim mampu membersihkan paru-paru yang kotor akibat racun rokok yang menempel, apakah sudah ada penelitian ilmiah yang mendukungnya?

Memang telah diketahui bahwa jahe, kunyit dan bawang memiliki senyawa-senyawa yang berkhasiat sebagai antioksidan (melindungi tubuh dari radikal bebas), antiinflmasi (anti-radang) serta beragam manfaat lainnya. Tapi bukan berarti ramuan ini bisa langsung berperan menghilangkan racun-racun rokok yang menempel di paru-paru.

Ada banyak zat beracun yang terkandung dalam asap rokok mulai dari tar, karbon monoksida, nitrogen oksida, ammonia dan sebagainya. Racun-racun ini memiliki afinitas (daya ikat) yang kuat pada sel tubuh, misalnya karbonmonoksida yang memiliki afinitas kuat dengan hemoglobin (protein sel darah merah) yang seharusnya berikatan dengan oksigen. Selain itu racun-racun ini juga berpotensi menimbulkan pertumbuhan plak pada pembuluh darah termasuk alveolus pada paru-paru, hingga meningkatkan potensi penggumpalan darah.

Jadi perlu dicatat bahwa efek kebiasaan merokok jangka panjang tidak hanya berimbas pada paru-paru, tepi juga seluruh sel tubuh. Dan racun-racun ini tidak bisa dengan mudah hilang hanya dengan meminum ramuan seperti yang tertulis di atas. Bahkan sejauh hasil pencarian literatur yang saya lakukan, saya belum menemukan jurnal ilmiah terpercaya yang menyatakan bahwa ramuan ketiga bahan ini memiliki peran langsung dalam menetralisir racun rokok yang menempel pada paru-paru.

Jika pun ada pengguna yang merasakan manfaat tersebut, perlu dikaji juga faktor lainnya. Misalnya, apakah setelah berhenti merokok seseorang tinggal di daerah bebas polusi atau justru tinggal di daerah yang tinggi polusi. 

Selain itu perlu dicatat juga bahwa kondisi fisiologis seseorang bisa memberi efek yang berbeda setelah mengkonsumsi suatu obat berbahan alam. Ada yang cocok, ada juga yang tidak. Jadi sebelum ada pembuktian secara ilmiah (evidence base), maka klaim dari suatu pengobatan (baik berbahan sintesis maupun alami) belum tentu benar adanya.

Lalu bagaimana dong cara membersihkan paru-paru dari racun rokok? Tentunya tidak ada cara lain selain BERHENTI MEROKOK.