Mohon tunggu...
Irmina Gultom
Irmina Gultom Mohon Tunggu... Apoteker

A Pharmacist who love reading, traveling, photography, movies and share them into a write | Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta | IG: irmina_gultom

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama FEATURED

Ini Dia Bedanya Jamu, Obat Herbal Terstandar, dan Fitofarmaka

1 November 2018   15:27 Diperbarui: 3 Agustus 2020   07:45 20951 24 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ini Dia Bedanya Jamu, Obat Herbal Terstandar, dan Fitofarmaka
Sumber Ilustrasi: dictio.com

Seiring perkembangan zaman, orang semakin menyadari akan pentingnya gaya hidup sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Dan tren gaya hidup sehat ini telah merambah ke seluruh aspek-aspek kehidupan sehari-hari seseorang, mulai dari konsumsi bahan pangan, olahraga, hingga konsumsi obat dan suplemen.

Coba saja lihat di supermarket, produk-produk yang diklaim organik (beras, buah, sayur dan lainnya) mungkin saja lebih laku meskipun harganya lebih mahal.

Dari sisi dunia kesehatan, kalau dulu masyarakat lebih fokus pada proses penyembuhan penyakit yang cepat, kini pandangan masyarakat telah bergeser ke proses pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit.

Sama hal-nya dengan obat-obatan. Kalau dulu orang tidak peduli dari mana suatu obat berasal, yang penting sembuh. Sekarang asal muasal obat juga menjadi faktor penting dalam menentukan obat yang akan dikonsumsi.

Tren penggunaan Obat Tradisional kini semakin marak, alasannya apalagi kalau bukan karena Obat Tradisional dianggap memiliki resiko efek samping rendah daripada obat sintetis (meskipun pandangan ini sebenarnya salah kaprah).

Indonesia sebagai negara agraris yang memiliki hasil bumi yang melimpah dan kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk ribuan jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. Terbukti dengan banyaknya resep Obat Tradisional yang dibuat berdasarkan informasi turun-temurun dari nenek moyang sejak zaman dahulu kala (empiris).

Hingga sekarang, masyarakat masih menggunakan istilah Obat Tradisional atau Obat Herbal untuk menyebut obat yang berasal dari bahan-bahan alami. Namun perlu diketahui bahwa saat ini, istilah Obat Tradisional dan Obat Herbal tidak lagi relevan digunakan untuk obat-obatan yang berasal dari bahan-bahan alami. Mengapa?

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 7 tahun 2012, Obat Tradisional berarti bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.

Satu kata yang perlu diperhatikan disini adalah "turun-temurun" yang berarti ramuan tersebut sudah ada sejak lama. Namun seiring perkembangan teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan, ada banyak penemuan baru terkait khasiat suatu tanaman.

Baik itu berupa tanaman baru maupun penemuan zat aktif baru atau manfaat baru dari suatu tanaman yang sudah dikenal sebelumnya. Jadi karena perolehannya tidak secara turun-temurun, istilah Obat Tradisional tidak lagi tepat.

Ilustrasi: konfrontasi.com
Ilustrasi: konfrontasi.com
Istilah Obat Herbal juga sebenarnya kurang relevan, karena jika mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata "Herbal" berasal dari kata dasar "Herba" yang berarti "tanaman terna". Sementara itu Obat Tradisional tidak hanya berasal dari tanaman, melainkan juga bisa berasal dari hewan maupun mineral. Jadi apa dong?

Mulai sekarang cobalah untuk mengakrabkan diri dengan istilah Obat Bahan Alam (OBA). Sumber Obat Bahan Alam sama seperti definisi Obat Tradisional, namun khasiatnya bukan hanya berdasarkan informasi empiris melainkan diperoleh juga melalui penelitian di masa kini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x