Mohon tunggu...
Ircham Arifudin
Ircham Arifudin Mohon Tunggu... KBC-53: penikmat kopi tanpa gula

menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

NU dan Moderasi Beragama

6 September 2020   23:18 Diperbarui: 6 September 2020   23:35 123 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
NU dan Moderasi Beragama
ceramahmotivasi.com

"NU adalah organisasi reformis dan dinamis yang senantiasa dinaungi spirit moral yang bercahaya."

Nahdlatul Ulama (NU) merupakan bagian dari dinamika perkembangan bangsa sekaligus sebagai perwujudan keluhuran semangat para ulama dalam membangun peradaban (terutama) di Indonesia. NU bukanlah organisasi kemasyarakatan yang eksklusif terhadap perbedaan dan keragaman, tetapi justru NU senantiasa menghembuskan semangat keragaman dan pluralitas di Indonesia.

Kehadiran NU sebagai cahaya penerang dari maraknya perbedaan, sukuisme, primordialisme, dan fanatisme berlebihan dari sebagian kecil kelompok yang seringkali menimbulkan konflik horizontal antar anak bangsa. NU juga bukan ormas yang hanya mampu mengeluarkan fatwa benar dan salah atau stempel hitam dan putih, akan tetapi NU justru hadir sebagai juru damai yang berada di garis tengah.

Semangat persatuan dalam bingkai kebhinekaan, kemajemukan, dan toleransi menjadi ruh NU dalam perjuangannya, dengan tegas NU menyatakan bahwa Pancasila adalah asas final bagi Indonesia dan NKRI harga mati, bahkan NU tampil sebagai organisasi garda depan yang mengusung politik kebangsaan. 

Sikap dasar kebangsaan NU sangat jelas, yakni keseimbangan antara akhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Islam), ukhuwah basyariah (persaudaraan sesama manusia), dan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa).

Politik kebangsaan yang diusung NU sejalan dengan karakter orang Jawa yang mementingkan keselarasan hubungan antarmanusia, sikap moderat dan cenderung memilih jalan damai untuk mencapai suatu harmoni dalam kehidupan masyarakat. Karenanya NU dalam pergerakannya hendak mengelola pilar-pilar perbedaan sehingga bisa mewujudkan harmonisasi yang konsisten. Sehingga tak berlebihan jika Prof. Dr. KH. Said Agil Siradj, M.A. selaku Ketua Umum PBNU pernah mengatakan bahwa "NU adalah organisasi reformis dan dinamis yang senantiasa dinaungi spirit moral yang bercahaya."

Dalam perjalanannya, NU senantiasa tampil dan mampu mengikuti arah zaman beserta dinamikanya, NU mampu menerjemahkan prinsip-prinsip dasar yang dicanangkan ke dalam perilaku konkrit kehidupan bermasyarakat dan berbangsa .

Di dalam kehidupan bernegara, NU akan senantiasa mempertahankan Pancasila dan NKRI karena merupakan kesepakatan seluruh komponen bangsa. Akan selalu taat dan patuh kepada pemerintah dengan semua aturan yang dibuat, selama tidak bertentangan dengan ajaran agama. Tidak melakukan pemberontakan atau kudeta kepada pemerintah yang sah. Dan kalau terjadi penyimpangan dalam pemerintahan, maka mengingatkannya dengan cara yang baik. 

Dalam kehidupan sejarah berbangsa ini, NU telah banyak mengambil kepeloporan dalam peta sejarah Indonesia. NU merupakan organisasi yang mampu tumbuh secara adaptif dan responsif terhadap dinamika yang terjadi.

Di bidang pendidikan, NU mewujudkannya dalam bentuk pesantren. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mengajarkan moral dan adiluhung dalam hidup dan berbangsa. 

Di bidang sosial-ekonomi, NU mengusung ekonomi kerakyatan dan transformasi-transformasi sosial yang terejawantah dalam aksi-aksi sosial dengan membela kaum minoritas dan termarginalkan. Di ranah teologi, NU menampilkan wajah Islam yang ramah. Ramah terhadap budaya lokal, adat setempat, dan agama-agama yang ada. Dan di bidang politik, NU mengusung politik kebangsaan dengan penekanan pada moralitas berpolitik (akhlaqul karimah), baik berupa etika sosial maupun norma politik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x