Mohon tunggu...
IrfanPras
IrfanPras Mohon Tunggu... Freelancer - Narablog

Dilarang memuat ulang artikel untuk komersial. Memuat ulang artikel untuk kebutuhan Fair Use diperbolehkan.

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Akhir Tragis Kisah Singkat Brescia di Serie A

29 Juli 2020   09:43 Diperbarui: 2 Agustus 2020   19:05 1425
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Brescia gagal bertahan di Serie A musim depan. | Sumber: Twitter Official Brescia @BresciaOfficial

Awal musim 2019/2020, Brescia diprediksi akan menjadi kuda hitam di Serie A Italia. Penyebabnya, mantan klub Roberto Baggio itu baru saja promosi kembali ke Serie A setelah absen sejak 2011. Tak cuma itu, Brescia menyandang status sebagai juara Serie B musim lalu.

Brescia bukan kampiun Serie B yang abal-abal. Mereka jadi kampiun Serie B berkat keunggulan 1 poin dari peringkat 2, Lecce. Brescia mengoleksi 67 poin dari hasil 18 kemenangan dan 15 hasil imbang dari 36 pertandingan.  

Klub yang dimiliki mantan pemilik Leeds United, Massimo Cellino ini juga menjadi pengoleksi gol terbanyak dengan 69 gol. Striker utama mereka, Alfredo Donnarumma menjadi top skor Serie B dengan koleksi 25 gol. Sementara gelandang andalannya, Sandro Tonali dinobatkan sebagai pemain muda terbaik.

Dengan fakta tersebut, maka wajar bila Brescia difavoritkan untuk setidaknya akan bertahan lama di Serie A. Mereka tim juara, punya juru gedor ganas dan punya pemain muda dengan prospek sangat cerah di sepak bola Italia. Namun, pada kenyataannya, semua data dan fakta di masa lalu tidak bisa menjadi tolak ukur kesuksesan sebuah klub.

Kompetisi Serie A musim ini belum usai, namun Brescia sudah harus menerima kenyataan pahit. Juara Serie B musim lalu itu secara resmi terdegradasi dari Serie A. Hanya semusim mampir, Brescia akan kembali berkompetisi di Serie B musim depan.

Semua prediksi dan harapan untuk melihat Brescia bertahan lama di Serie A sirna begitu saja. Ironisnya, Brescia dipastikan terdegradasi setelah kalah dari Lecce, runner-up Serie B musim lalu di giornata 35. Hingga pekan ke-35 itu, Brescia hanya mampu mengumpulkan 24 poin saja, hasil 6 kali menang dan 6 kali imbang.

Tak peduli hasil di 3 laga tersisa, poin maksimal yang bisa dikumpulkan Brescia sudah tak mampu menyelamatkan mereka dari zona degradasi. Brescia terjerumus di peringkat 19 klasemen Serie A. 

Brescia secara matematis dan resmi sudah terdegradasi. Ini merupakan ke-13 kalinya Brescia terdegradasi dari Serie A, terbanyak di antara klub-klub Italia lainnya.

Lalu, mengapa tim promosi yang sebetulnya paling difavoritkan ini justru harus angkat koper dari Serie A terlebih dahulu?

Ada 3 faktor yang membuat Brescia tak kuat berkompetisi di Serie A musim ini. Pertama, strategi transfer yang salah. Untuk bisa bersaing di liga teratas, setiap tim wajib mempersiapkan skuatnya dan transfer pemain adalah jalan pertamanya.

Pemain Brescia tertunduk usai kalah dari Lecce di giornata 35 Serie A, Kamis (23/7) lalu. | foto: Getty Images/Maurizio Lagana via sport.detik.com
Pemain Brescia tertunduk usai kalah dari Lecce di giornata 35 Serie A, Kamis (23/7) lalu. | foto: Getty Images/Maurizio Lagana via sport.detik.com
Sayangnya, pemain-pemain yang didatangkan Brescia bukan pemain "bintang". Alih-alih bintang, sekadar pemain sarat pengalaman di kompetisi Serie A pun tidak didatangkan. Seusai terdegradasi, Cellino juga mengakui bahwa ia salah dalam bursa transfer kemarin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun