Mohon tunggu...
Intan purnama sari
Intan purnama sari Mohon Tunggu... Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Dapatkah Moderasi Beragama Menghentikan Penyebaran Wabah Covid-19

14 Agustus 2020   18:53 Diperbarui: 15 Agustus 2020   20:43 142 6 5 Mohon Tunggu...

      Manusia sebagai makhluk social tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Dari itu setiap manusia pasti melakukan interaksi antara yang satu dengan lainnya. Orang yang melakukan interaksi tidak berasal dari satu agama, satu suku, satu keyakinan. Tetapi berasal dari banyak agama, banyak suku, ras, budaya, dan keyakinan. Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki banyak suku, ras, dan budaya memiliki nilai toleransi yang selalu tetap terjaga dari dahulu.
       Indonesia memiliki enam agama yang dianut oleh masyarakatnya, yaitu Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghuchu. Walaupun dengan masyarakat yang bermayoritas Islam, tapi Indonesia bukanlah negara Islam. Indonesia mengakui adanya enam agama dan memberi hak kepada setiap pemeluknya melaksanakan ibadah dan ajarannya. Dan pada dasarnya Indonesia memegang moderasi beragama sejak dulu.
Kita jarang menemukan ada negara yang begitu kental dan kuat nilai-nilai agamanya, serta ikut memengaruhi kehidupan masyarakatnya. Nilai-itu menjadi landasan utama dan pijakan dasar dalam kemajemukan kita menjalani kehidupan bersama. Disetiap agama yang kita anut, pasti memiliki ajaran untuk saling menghormati, menyayangi, dan tolong menolong terhadap agama lainnya. Apalagi disaat seperti ini, bukan hanya terjadi di Indonesia saja, tapi diseluruh aspek penjuru dunia.
        Pada akhir tahun 2019, Dunia mulai gempar dengan adanya penyebaran virus corona yang berasal dari Wuhan. Virus ini mulai merebah di Indonesia pada Maret 2020 yang merugikan dari setiap aspek kehidupan masyarakat. Banyak aktivitas masyarakat harus terhenti dan harus dilakukan dirumah. Lalu bagaimana setiap orang bisa tetap dirumah dan melakukan aktivitasnya seperti biasa? Penerapan aktivitas masyarakat yang dilakukan dirumah sudah mulai berjalan hampir 6 bulan. Banyak hal-hal unik yang bisa kita lakukan, seperti dengan memperdalam skill, menambah ilmu pengetahuan dengan adanya teknologi yang canggih, dan mendapatkan seputar berita terbaru dari media informasi.
       Kita sebagai umat beragama tidak perlu takut dan khawatir terhadap situasi yang terjadi saat ini. Kita mempunyai pegangan hidup yaitu agama yang menjadi petunjuk bagi setiap orang. Lalu apakah dengan beragama saja cukup untuk kita mengatasi situasi di tengah wabah Covid-19? Disinilah Moderasi beragama berperan besar dalam menangani kesejangan social umat beragama. Bagaimana bisa? Sebelum itu kita harus mengetahui dahulu apa itu moderasi beragama. Moderasi beragama adalah cara pandang kita dalam beragama secara moderat, yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem.
        Moderasi beragama meyakini secara absolut ajaran agama yang kita anut dan memberikan ruang terhadap agama yang diyakini oleh orang lain, dan juga dalam kehidupan masyarakat plural dan multikultural seperti Indonesia moderasi harus dipahami sebagai komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan dimana setiap warga masyarakat apapun suku, etnis, budaya, agama dan pilihan politiknya harus mau saling mendengarkan satu sama lain serta saling belajar melatih kemampuan mengelola dan mengatasi perbedaan diantara masyarakat. Kita ketahui bahwa salah satu bentuk pencegahan wabah covid-19 adalah dengan melakukan social distancing, karena itu merupakan wujud nyata moderasi beragama dengan mempertimbangkan nilai-nilai toleransi, saling percaya dan memahami. Saling percaya yang dimaksud yaitu menggunakan setiap hak kita dalm melaksanakan social distancing dengan memandang semua cara pengamalan  nilai-nilai agama di dalam diri kita masing-masing dan tetap berpegang teguh terhadap ajaran agama yang kita anut. Kenapa harus saling percaya? Karena dari kepercayaan itulah dapat kita lihat dan kita rasakan bagaimna kita dapat mengamalkan ajaran agama didalam kehidupan sehari-hari.
       Sedangkan dalam hal memahami, diperlukan adanya rasa iba atau siap untuk menerima semua kendala-kendala yang terjadi terhadap nilai-nilai agama kita jalani selama social distancing. Kenapa harus saling memahami? Jika kita tidak saling memahami maka rasa saling percaya dan persatuan akan hilang begitu saja didalam moderasi beragama.
        Cara yang dilakukan moderasi beragama dalam menghentikan wabah covid-19 yaitu, Pertama, adanya sikap saling menjaga dan memahami diantara umat beragama bahwa toleransi sangat di perlukan dalam pencegahan wabah Covid-19. Kedua, timbulnya rasa kesadaran diantara umat beragama untuk saling mengingatkan kepada penganut agama-agama lain dengan memberikan pesan singkat, video, berita-berita terbaru tentang penyebaran covid-19. Ketiga, saling mengingatkan untuk tetang jaga jarak dan menerapkan protocol kesehatan di setiap tempat. Keempat, munculnya rasa peduli terhadap sesama dengan memberikan hal-hal positif seperti pengajaran (dalam bidang pendidikan), sembako atau uang (dalam bidang ekonomi), masker, handsinetizer (dalam bidang kesehatan) dan lain-lain.
        Pencegahan menularnya wabah covid-19 sebenarnya bisa dengan mudah kita lakukan dengan adanya kesadaran dan sikap kebersamaan. Moderasi keberagamaan merupakan suatu cara alternative yang bisa kita lakukan untuk mencegah penularan wabah covid-19,  tanpa harus adanya konflik yang terjadi.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x