Mohon tunggu...
Inosensius I. Sigaze
Inosensius I. Sigaze Mohon Tunggu... Lainnya - Membaca dunia dan berbagi

Mempelajari ilmu Filsafat dan Teologi, Politik, Pendidikan dan Dialog Budaya-Antaragama di Jerman, Founder of Suara Keheningan.org, Seelsorge und Sterbebegleitung dan Mitglied des Karmeliterordens der Provinz Indonesien | Email: inokarmel2023@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Diary Artikel Utama

Cara Menulis tentang Kisah Perjumpaan Harian

19 Oktober 2021   09:15 Diperbarui: 23 Oktober 2021   15:46 800
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Sesi perjumpaan dengan orang lain, sebenarnya sama dengan sesi saat Anda menulis dalam pikiran tentang hidup dan pesan kehidupan. Selanjutnya tulislah untuk dibaca orang lain."

Manusia tidak pernah jauh dari kenyataan bahwa setiap hari ia berjumpa dengan manusia lainnya. Itulah sebabnya dikatakan bahwa manusia itu adalah makhluk sosial. 

Sebagai makhluk sosial yang selalu berjumpa dengan yang lainnya setiap hari, tentu ia punya cerita dan kenangan. Meskipun begitu, ternyata tidak semua orang bisa dengan mudah melihat semua sisi-sisi pesan dari suatu perjumpaan. 

Pengalaman perjumpaan yang terus menerus dengan orang-orang baru yang tidak dikenal, bisa menjadi kesempatan baik untuk menulis. Ide datang justru dalam Perjumpaan dengan "yang lainnya." 

Berikut ini ada cara menulis dari inspirasi perjumpaan dengan orang lain. 

1. Seseorang perlu punya cara pandang positif tentang perjumpaan 

Pada kebanyakan orang, mereka melihat perjumpaan dengan yang lain bisa menjadi suatu momen yang mengubah. Ya, tentu bisa mengubah pikiran, cara hidup, Konsep dan bahkan bisa mengubah pola hidup. 

Perjumpaan yang berdampak positif itu berawal dari suatu kesadaran bahwa setiap saya berjumpa orang lain, saya bisa belajar sesuatu dari orang lain. 

Konsep yang sudah selalu saya bawa ke mana saja saya pergi adalah setiap saya berjumpa dengan orang lain saya bisa menemukan pesan tertentu. 

Dari Konsep itulah saya sungguh berdialog dengan penuh kesadaran bahwa di hadapan saya saat ini adalah orang-orang tua yang berpengalaman. Namun, konsepnya tidak hanya kalau bertemu orang dewasa atau orangtua, dengan orang muda atau bahkan anak kecil pun tetap sama. 

Artinya cara pertama adalah kesiapan diri dan suasana batin yang baik sangat memungkinkan seseorang untuk juga menulis kembali kisah perjumpaannya dengan orang lain secara baik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun