Mohon tunggu...
Inosensius I. Sigaze
Inosensius I. Sigaze Mohon Tunggu... Lainnya - Membaca dunia dan berbagi

Mempelajari ilmu Filsafat dan Teologi, Politik, Pendidikan dan Dialog Budaya-Antaragama di Jerman, Founder of Suara Keheningan.org, Seelsorge und Sterbebegleitung dan Mitglied des Karmeliterordens der Provinz Indonesien | Email: inokarmel2023@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Tuntutan Kebebasan Lebih Pasca Vaksin di Jerman dan Pesan Kemanusiaan di Hari Palang Merah Internasional 2021

8 Mei 2021   16:18 Diperbarui: 9 Mei 2021   16:55 311
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bersikap tetap waspada dan bijak dalam mengambil keputusan di masa pandemi ini adalah modal penting agar solidaritas demi kemanusiaan itu tidak tergantikan dengan keinginan untuk memperoleh kebebasan lebih yang egoistis.

Tema tentang vaksin corona masih tetap aktual hingga saat ini. Menariknya bahwa di Eropa tema terkait corona mulai bergeser, sebagai contoh di Jerman misalnya. Diskusi hangat saat ini adalah terkait kemungkinan pengembalian ruang "kebebasan lebih" kepada mereka yang sudah divaksin.

Angka menurut data statistik terlihat bahwa jumlah yang sudah divaksin di China menempati urutan pertama sejumlah 289.627.000, sedangkan USA berjumlah 251.973.752. Kemudian menyusul India sejumlah 164.876.248 dan seterusnya.

Sedangkan Indonesia terinput data statistik sejumlah 21.367.754, jumlah sedikit lebih kecil dari Italia, 22.300.567. Dari data ini jelas bahwa tuntutan akan kebebasan sudah jauh lebih cepat dari jumlah yang divaksin, meskipun terlihat belum sampai setengah dari jumlah penduduk masing-masing negara, maupun secara keseluruhan.

de.statista.com
de.statista.com
Ada apa dengan ini semua? Tentu pergeseran tema diskusi ini ada hubungannya dengan tema politik. Pada satu sisi, hembusan angin diskusi seperti itu berdampak baik bagi publik untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar sesegera mungkin divaksin.

Meskipun demikian, sisi lainnya adalah bahwa apakah tuntutan seperti itu memang akan tetap dibukakan kemungkinan atau dijawab oleh 

pemerintah? Jika "Ya" standar pertimbangannya apa. Dari segi jumlah atau ada faktor lainnya. Nah, apakah risiko dari kebebasan itu tidak berdampak pada diri sendiri dan mereka yang belum divaksin?

Tentu masih banyak lagi pertanyaan lainnya. Apakah ada jaminan bahwa mereka yang sudah divaksin itu tidak akan terjangkit lagi atau jika mungkin terjangkit lagi, apakah benar terjamin aman?

Tampaknya, pertanyaan-pertanyaan di atas belum bisa dijawab cepat dalam waktu dekat ini. Artinya, untuk memperoleh suatu jawaban pasti yang berdampak pada keamanan dan keselamatan banyak orang, dibutuhkan kajian yang benar-benar akurat, dan untuk hal seperti itu, tentu membutuhkan waktu.

Kajian dan penelitian terkait hal seperti itu mesti melalui proses pengambilan sampel yang tidak mungkin sekali langsung jadi. Ya, suatu kajian yang benar-benar bisa diuji dengan kajian lainnya dari negara lain, sebagai data pembanding tetap sangat diperlukan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun