Mohon tunggu...
Inosensius I. Sigaze
Inosensius I. Sigaze Mohon Tunggu... Lainnya - Membaca dunia dan berbagi

Mempelajari ilmu Filsafat dan Teologi, Politik, Pendidikan dan Dialog Budaya-Antaragama di Jerman, Founder of Suara Keheningan.org, Seelsorge und Sterbebegleitung dan Mitglied des Karmeliterordens der Provinz Indonesien | Email: inokarmel2023@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Kesehatan Perempuan di Desa Tertinggal, Haruskah Juga Tertinggal?

19 April 2021   15:46 Diperbarui: 20 April 2021   17:42 835
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Jika perempuan di desa-desa tertinggal itu sehat, maka keluarga mereka juga akan sehat.

Kesehatan perempuan merupakan tema penting yang perlu lebih serius dipikirkan bangsa Indonesia. Memang harus diakui bahwa kesehatan perempuan di kota-kota besar yang memiliki akses pelayanan kesehatan lebih mudah dan dekat menjadi berbeda ketika dibandingkan dengan kesehatan perempuan di desa-desa terpencil misalnya. 

Saya mengangkat tema ini, karena sejauh penglihatan fakta di lapangan selama tiga bulan waktu liburan Juni-Agustus 2019 lalu, ternyata jangankan kesehatan perempuan, kesehatan umumnya saja sudah mengalami banyak kendala. 

Benar juga sih, tema kesehatan perempuan itu tidak harus selalu merupakan tanggung jawab pribadi, tetapi juga tidak salah juga, seandainya ada program pemerintah yang merata sampai ke pelosok desa-desa tertinggal dengan fokus program kesehatan perempuan. 

Alasan mengapa kesehatan perempuan di desa itu penting diperhatikan bukan hanya tanggung jawab pribadi, tetapi juga pemerintah adalah:

1. Umumnya perempuan di desa-desa tertinggal itu minim wawasan tentang kesehatan perempuan. Mengapa terjadi demikian, tentu ada hubungannya dengan pendidikan mereka. 

Apalagi pendidikan tentang seks bagi sebagian orang desa itu masih dianggap tabu. Wawasan yang minim bisa memicu secara otomatis kesadaran mereka sendiri untuk merawat diri mereka sebagai perempuan.

2. Perempuan desa adalah juga perempuan Indonesia

Ini soal martabat perempuan yang mesti diperhatikan, tanpa harus memilah-milah dari mana atau pendidikannya apa. Sangat disayangkan tentunya, perhatian kesehatan perempuan Indonesia belum dilakukan secara maksimal dan merata sampai ke desa-desa.  

Contoh praktisnya bahwa hampir tidak pernah terdengar ada penyuluhan kesehatan perempuan dari tenaga medis atau para dokter ahli yang memiliki kualifikasi khusus tentang perempuan. 

Dampaknya, bisa sangat jelas terlihat, jarak anak tidak bisa diatur dengan baik dan semuanya berdampak lagi pada kesehatan ibu. Bukankah kesadaran tentang mengatur jarak anak juga penting untuk kesehatan perempuan?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun