Mohon tunggu...
Inka Putri Nur Indras Wari
Inka Putri Nur Indras Wari Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Universitas Diponegoro

S1-Administrasi Publik, FISIP, UNDIP KKN TIM II UNDIP 2021

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Mahasiswa KKN Undip Memberikan Pelatihan dengan Menyulap Kertas Menjadi Sabun Praktis untuk Cuci Tangan

2 Agustus 2021   16:18 Diperbarui: 2 Agustus 2021   16:36 147 1 0 Mohon Tunggu...

Bajomulyo, Juwana, Pati (02 Agustus 2021) -- Pada tahun 2021, KKN Tim II Undip 2021 dilaksanakan dengan pulang kampung dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang terus meningkat di berbagai daerah di Indonesia. 

Dalam pelaksanaan KKN Tim II Undip 2021 ini dimulai pada tanggal 30 Juni -- 11 Juli 2021 dngan mengusung tema " Sinergi Perguruan Tinggi dengan Masyarakat Di Masa Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Berdasarkan tema tersebut, salah satu mahasiswa KKN Tim II Undip 2021, yaitu Inka Putri Nur Indras Wari dari program studi S1 Ilmu Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro membuat dua program kerja KKN yaitu tentang pembuatan paper soap (sabun kertas) praktis untuk cuci tangan dan mengajarkan digital marketing kepada UMKM produk olahan ikan untuk memperluas pangsa pasar, yang kegiatannya dilaksanakan di Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati.

Program pembuatan sabun kertas dipilih dikarenakan di Desa Bajomulyo ini termasuk dalam desa yang penyebaran virus coronanya tinggi dan masyarakatnya masih malas untuk menjaga kebersihan tangan dengan melakukan cuci tangan dengan sabun saat melakukan aktivitas di tempat umum karena menganggap bahwa cuci tangan dianggap hal sepele dan sering dilupakan, bahkan mencuci tangan dengan air saja lebih umum dilakukan. 

Masih banyak orang yang malas membawa sabun, seperti sabun batangan atau sabun cair saat beraktivitas diluar rumah karena dirasa kurang praktis. Apalagi belum semua tempat menyediakan sabun cuci tangan, sehingga menyebabkan orang malas untuk mencuci tangan. 

Oleh karena itu, diperlukan sebuah inovasi yaitu menyulap kertas menjadi sabun cuci tangan yang praktis sebagai upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 yang bisa di bawa kemana-mana dan bisa digunakan kapanpun.

Kemudian, program tentang digital marketing dipilih dan sesuai dengan permasalahan di Desa Bajomulyo karena Desa Bajomulyo memiliki sumber potensi di bidang perikanan baik ikan dari tambak maupun ikan laut. 

Dengan sumber potensi yang dimiliki, masyarakat telah memanfaatkan sumber potensi ikan untuk dijadikan sebuah usaha dengan cara mengolah produk makanan dari bahan ikan menjadi kerupuk ikan dan aneka olahan ikan frozen food. Namun, dalam melakukan pemasaran secara online masih minim dan untuk pendistribusiannya dilakukan secara konvensional, seperti menyetorkan ke berbagai daerah melalui toko-toko, swalayan, dan WhatsApp.

 Masih minimnya pengetahuan pelaku UMKM mengenai pentingnya digital marketing, masih kurangnya pengetahuan tentang cara penggunaan dan pemanfaatan media sosial, serta kurang paham dalam menciptakan postingan produk yang menarik. Oleh karena itu, perlunya untuk olahan seperti kerupuk ikan diperluas dalam pemasaran produknya agar dapat di jangkau oleh masyarakat luas dengan melakukan digital marketing atau pemasaran online.

Namun, mengingat adanya Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali, maka program KKN dilakukan secara daring sesuai dengan perintah Pemerintah dan mengingat juga di Desa Bajomulyo termasuk zona merah karena banyak warganya yang terpapar Covid-19.

Pembuatan Paper Soap (Sabun Kertas) untuk Cuci Tangan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN