Mohon tunggu...
Syaiful W. HARAHAP
Syaiful W. HARAHAP Mohon Tunggu... Peminat masalah sosial kemasyarakatan dan pemerhati berita HIV/AIDS

Aktivis LSM (media watch), peminat masalah sosial kemasyarakatan, dan pemerhati (berita) HIV/AIDS

Selanjutnya

Tutup

Hukum Pilihan

Setelah Pilot Terlibat Narkoba, Kini Oknum Pilot Diduga Mem-posting Berita Terorisme

20 Mei 2018   09:14 Diperbarui: 20 Mei 2018   10:20 0 2 0 Mohon Tunggu...
Setelah Pilot Terlibat Narkoba, Kini Oknum Pilot Diduga Mem-posting Berita Terorisme
Ilustrasi (Sumber: williamhwells.com)

Dunia penerbangan Indonesia diguncang ulah segelintir oknum pilot. Beberapa pilot dan pramugari maskapai penerbangan nasional ditangkap polisi karena terlibat penyalahgunaan narkoba (narkotika dan bahan-bahan berbahaya). Ini erat kaiatannya dengan keselamatan penerbangan yang mengancam nyawa puluhah sampai ratusan penumpang.

Kini, dunia penerbangan nasional digemparkan lagi ketika seorang pilot Garuda Indonesia yang diduga mem-posting pemberitaan tertentu mengenai terorisme, beberapa waktu lalu (kompas.com, 19/5-2018).

Sebelumnya polisi sudah menahan seorang perempuan kepala sebuah SMPN di Kayong Utara, Kalbar, karena menyebarkan fitnah dan ujaran kebencian juga terkait dengan bos Surabaya (13/5-2018). Dalam statusnya FSA menyebut bom Surabaya sebagai rekayasa. Kepsek ini pun dibebastugaskan dari jabatannya (kompas.com, 17/5-2018).

Reaksi keras muncul menyusul posting-an oknum pilot tadi. Ada yang mengaitkannya dengan peristiwa pesawat Malaysia Airlines MH 370 yang hilang dalam penerbangan Kuala Lumpur-Beijing. Bangkai kapal terbang itu sampai hari ini belum ditemukan. Ada dugaan kapal terbang itu jatuh karena pilot bunuh diri.

"Sebuah dokumen rahasia polisi mengungkap bahwa kapten pilot Zaharie Shah berlatih terbang bunuh diri seminggu sebelum menerbangkan pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang misterius. Pesawat MH370 hilang saat terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014." (international.sindonews.com, 23/7-2016).

Garuda bertindak cepat dengan menonaktifkan oknum pilot, inisial OGT, yang diduga mem-posting isu terkait dengan aksi teroris di Surabaya. "Selanjutnya, oknum pilot tersebut akan kami investigasi lebih lanjut tentang apakah hal tersebut benar dan perihal motif serta latar belakang terkait postingan di media sosial tersebut," kata Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengki Heriandono (kompas.com, 19/5-2018)

Sudah saatnya pemerintah bertindak tegas terhadap orang-orang yang terkait dengan keselamaan puluhan sampai ratusan jiwa manusia, seperti sopir bus, masinis, nakhoda, dan pilot.

Kalau memang ada masalah dengan kepribadian dan kesehatan (jiwa) perusahaan bisa memanfaatkan jasa psikolog dan psikiater. Bahkan, memakai narkoba pun tidak merupakan penyalahgunaan kalau ditangani oleh psikiater.

Tapi, ketika pilot memakai narkoba di luar medis sudah masuk ranah perbuatan melawan hukum, dalam hal ini penyalahgunaan narkokita yang dijerat dengan UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ketika seseorang menyebar status bersifat fitnah dan ujaran kebencian serta dukungan terhadap aksi-aksi terorisme tentulah sudah merupakan perbuatan melawan hukum.  Kepada kompas.com (19/5-2018) Hengki  mengatakan: "Kami pastikan pilot tersebut akan ditindak sesuai kebijakan perusahaan, sekiranya ditemukan indikasi terkait perilaku menyimpang atau pelanggaran etika."

Langka Garuda patut dipuji karena mementingkan keselamatan ratusan penumpang. Tentu saja gejala proterorisme dan perilaku penyalahguna narkoba seperti fenomena gunung es. Yang terdeteksi digambarkan sebagai puncak gunung es yang muncul ke atas permukaan air laut, sedangkan yang tidak terdeteksi digambarkan sebagai bongkahan es di bawah permukaan air laut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN