Mohon tunggu...
Syaiful W. HARAHAP
Syaiful W. HARAHAP Mohon Tunggu... Blogger - Peminat masalah sosial kemasyarakatan dan pemerhati berita HIV/AIDS

Aktivis LSM (media watch), peminat masalah sosial kemasyarakatan, dan pemerhati (berita) HIV/AIDS

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Hubungan Intim dengan Cewek-cewek "yang Tidak Mengidap HIV/AIDS", Adakah Risiko kena AIDS?

29 April 2018   21:45 Diperbarui: 1 Mei 2018   11:43 1349
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi (Sumber: istockphoto.com)

Tanya Jawab AIDS No1/April 2018

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar semua pembaca bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Tanya-Jawab AIDS ini dimuat di: "AIDS Watch Indonesia" (http://www.aidsindonesia.com) dan kompasiana.com/infokespro. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan ke Syaiful W. Harahap, melalui: (1) Telepon (021) 8566755, (2) e-mail: aidsindonesia@gmail.com, (3) SMS 08129092017, dan (4) WhatsApp:  0811974977. Redaksi.

*****

Tanya: Kalau ada seorang cowok melakukan hubungan seksual dengan cewek yang berganti-ganti, tapi cewek-cewek itu tidak mengidap HIV/AIDS, apakah si cowok bisa tertular HIV/AIDS?

Via WA, 29/4-2018

Jawab:

Pertama, dari mana Sdr. Mengetahui cewek-cewek itu tidak mengidap HIV/AIDS? Tidak ada tanda-tanda, gejala-gejala atau ciri-ciri yang khas HIV/AIDS pada fisik seseorang pengidap HIV/AIDS sehingga tidak bisa diketahui dengan melihat penampilan seara fisik.

Status HIV seseorang hanya bisa diketahui melalui tes HIV yang sesuai dengan standar prosedur operasi yang baku, al. sudah melewati masa jendela (lebih dari tiga bulan setelah melakukan hubungan seksual yang berisiko yaitu hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah dengan pasangan yang berganti-ganti atau dengan seseorang yang sering ganti-ganti pasangan, seperti PSK), konseling sebelum dan sesudah tes, dll.

Ilustrasi.
Ilustrasi.
Kedua, yang perlu diingat adalah hasil tes HIV hanya berlaku sampai tes HIV dilakukan karena setelah tes HIV bisa saja ybs. melakukan perilaku berisiko tertular HIV. Maka, biar pun hasil tes HIV-negatif, bisa saja kemudia ybs. tertular HIV sehingga hasil tes HIV akan positif.

Ketiga, tes HIV bukan vaksin. Artinya, biar pun hasil tes HIV negatif tidak berarti seterusnya akan negatif karena bisa saja tertular HIV setelah tes HIV kalau melakukan perilaku seksual yang berisiko tertular HIV.

Maka, melakukan hubungan seksual tanpa kondom, di dalam dan di luar nikah, dengan pasangan yang berganti-ganti atau dengan seseorang yang sering berganti-ganti pasangan, seperti PSK, ada risiko tertular HIV karena bisa saja ada di antara mereka yang mengidap HIV/AIDS. Iru artinya Sdr. ada pada pososi yang berisiko tertular HIV.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun