Mohon tunggu...
Indria Salim
Indria Salim Mohon Tunggu... Freelancer - Freelance Writer

Freelance Writer, Praktisi PR di berbagai organisasi internasional (1990-2011) Twitter: @IndriaSalim IG: @myworkingphotos fb @indriasalim

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Budiman Sudjatmiko: Menuju Community Technopreneurship, Indonesia Bisa Unggul

14 Agustus 2019   18:47 Diperbarui: 14 Agustus 2019   20:50 488
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
CEO Inovator 4.0 Indonesia dan Anggota DPR-RI 2014-2019 | Foto: Indria Salim

Sebagai anggota legislatif yang mantan aktivis, Budiman terekam jejak kualitasnya sebagai figur yang selalu mengemukakan banyak gagasan inspiratif, penuh semangat membangun masyarakat Indonesia yang cerdas. 

Penulis terkesan dengan penampilannya yang spontan, berpikir cepat, dan optimis. Mungkin itu sebabnya sebagian pihak berpendapat bahwa Budiman akan cocok menjadi salah satu menteri kabinet Jokowi-Ma'ruf periode 2019-2024. Nah ini by the way saja, tapi kenapa tidak, ya?

CEO Inovator 4.0 Indonesia dan Anggota DPR-RI 2014-2019 | Foto: Indria Salim
CEO Inovator 4.0 Indonesia dan Anggota DPR-RI 2014-2019 | Foto: Indria Salim
Dia adalah CEO Inovator 4.0 yang melibatkan semua ahli di bidangnya, mahasiswa, masyarakat dan komunitas yang peduli Indonesia untuk menjadi bangsa unggul -- budayawan, sastrawan, ahli algoritma, ahli stem cell, sosiolog, digital teknologi inovator, inovator teknologi yang dipertemukan dalam forum baik mereka itu ada di dalam maupun luar negeri.

Kembali ke laptop! Big Questions Forum menurut Budiman, memiliki harapan agar Forum ini akan memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang belum banyak diajukan dalam kesempatan lain di luar sana, pun dalam lingkup Forum sejauh ini.

"Jadi BQF akan mengangkat tema "aneh-aneh". Ini tentang His story atau your story, atau bahkan our story," demikian kata-kata kunci yang disampaikan Budiman.

Kenapa (pertanyaan-pertanyaan) ini penting? 

Butuh mendefinisikan apa arti menjadi Indonesia, pun pemahaman tentang arti global citizen. Dalam Big Questions Forum (BQF), diharapkan ada gerakan untuk menciptakan adanya perbedaan satu sama lain, keunikan ataupun keunggulan yang menjadi kekuatan saling membangun. 

Kehadiran brain power dan community power adalah misi dari BQF ini. Dengan demikian maka bisa diharapkan bahwa semua yang punya kapasitas bisa membicarakan dan mendiskusikan serta membagi pengetahuan tentang isu atau tema baru.

Selanjutnya Budiman mengambil contoh perbandingan bahwa jika Amerika Serikat membawa trend corporate-driven technopreneurship, sementara trend Cina adalah state- driven technopreneurship, dan keduanya bersaing ketat. Maka sangat mungkin bahwa Indonesia mengambil trend community- driven technopreneurship. Dasarnya yaitu bahwa komunitas di desa punya dana (uang), jejaring sosialnya ada, dan brain power-nya juga sedang dikonsolidasikan.

Sebagai catatan, pengertian community-driven technopreneurship adalah pendekatan pembangunan berbasis masyarakat yang dalam pelaksanaan kegiatannya berpedoman pada prinsip-prinsip transparansi, partisipasi, akuntabilitas, dan peningkatan kapasitas lokal. Ini pemahaman Penulis yang mengambil rujukan dari World Bank.

Kepala Pusat Mikroelektronika ITB, Ir. Adi Adriyanto, MSc.Ph.D |Foto: Indria Salim
Kepala Pusat Mikroelektronika ITB, Ir. Adi Adriyanto, MSc.Ph.D |Foto: Indria Salim
Narasumber BQF4

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun