Mohon tunggu...
Indra Safitri
Indra Safitri Mohon Tunggu... Praktisi

Praktisi Hukum, Arbiter, Pengajar dan Praktisi GCG

Selanjutnya

Tutup

Hukum Artikel Utama

Selamat Datang "Musim Gagal Bayar"

26 Juli 2020   23:37 Diperbarui: 29 Juli 2020   13:24 1116 10 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Selamat Datang "Musim Gagal Bayar"
ilustrasi kondisi keuangan sedang kacau (Foto: Shutterstock via Kompas.com)

Musim gagal bayar telah datang.

Ini bukan musim sembarang musim. Musim yang tidak diharapkan karena punya akibat yang dapat menimbulkan permasalahan kalau tidak secara bersama-sama dihadapi dan dikurangi dampaknya.

Kita tak boleh menutup mata karena akibat virus ini pasti akan timbul kerugian. Hitungan fantastis dari ADB secara global bisa antara Rp 86 kuadriliun sd Rp 131,06 kuadriliun. Untuk Indonesia di Q1 perkiraannya Rp 316 T (Kemenkeu). Badai yang datang harus dihadapi bersama.

Sama dengan datangnya musim hujan, bila lingkungan bermasalah, siap-siap banjir datang. Ada yang tenggelam ada juga yang bisa diselamatkan. Begitu juga dengan gagal bayar oleh perusahaan akan menimbulkan kesulitan pada perusahaan, pegawai, dan pihak lain. 

Kenyataan ini tentu sudah diperkirakan sehingga semua yang berkepentingan mulai dari pemerintah sampai pada setiap keluarga dari bangsa ini harus mengonsolidasikan diri sekuat tenaga untuk dapat bertahan di tengah musim itu.

Program dan tindakan sudah diambil, Gugus Tugas dengan berbagai nama dan tingkatan sudah terbentuk, berbagai webinar sudah diadakan, semua isinya ingin memberikan indikasi dan solusi agar semua kita bisa bertahan dalam badai ekonomi ini.

Namun jangan lupa, yang paling penting adalah kita sendiri untuk mulai memetakan diri dan keluarga apa yang sudah kita siapkan kalau musim tersebut menghampiri. Cek lagi semua investasi Anda. Pada siapa dan bagaimana statusnya sampai saat ini. Bila rugi, pastikan kerugian disebabkan oleh hal yang dapat dipertanggungjawabkan.

Perusahaaan yang dikelola dengan baik dan jujur, kalaupun terjadi gagal bayar pastilah ada jalan untuk menyelesaikannya. Sekurang-kurangnya kepercayaan terhadap kondisi dan prospek masa depan, walaupun harus sementara berhemat, membuat kreditur, karyawan atau pegawai yakin mereka tidak lari menghilang.

Penundaaan kontrak pun dibuat dengan senyum kepercayaan. Begitupun gaji yang hanya dibayar sekadarnya tidak mengurangi semangat bekerja dari rumah. Tahu bahwa gagal bayar hanya sementara. Bersyukurlah Anda, bila menjadi bagian dari perusahaan tersebut.

Menjadi derita bila perusahaan gagal bayar karena memang dikelola tidak jujur hanya untuk muslihat dan memperkaya kroninya. Covid menghajar cashflow yg memang sudah lama digrogoti dan aset yang semua sudah dijaminkan di bank kroni. Jeritan suplier dan kontraktor karena order tak pernah dicicil apa lagi dibayar.

Laporan keuangan rekayasa untuk demi mempertahankan eksistensi pengendali. Bila kita ada di perusahaan ini, tetaplah bersyukur karena kita masih bisa bebas dari tuntutan orang banyak selama kita bukan kroni pembantu ketika kejahatan terjadi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x