Mohon tunggu...
H.I.M
H.I.M Mohon Tunggu... Administrasi - Loveable

Hanya orang biasa yang memiliki 1 hati untuk merasakan ketulusan, 1 otak untuk berpikir bijak dan 1 niat ingin bermanfaat bagi orang lain | Headliners 2021 | Best in Specific Interest 2021 Nominee

Selanjutnya

Tutup

Raket Pilihan

Pekerjaan Rumah PBSI Untuk Melahirkan Next Susy Susanti

9 Juli 2022   21:55 Diperbarui: 9 Juli 2022   22:00 236
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Susy Susanti Paska Pensiun Dalam Ajang Turnamen Bulutangkis | Sumber Riauterbit.com

Kedua, Menciptakan Teknik Latihan Baru. Saya ingat dulu saat sekolah memiliki teman atlet putri bulutangkis. Dirinya bercerita memiliki trik latihan khusus yaitu suka latihan dengan atlet putra. 

Ini karena atlet putra memiliki stamina dan fisik di atas dirinya. Untuk itulah ia ingin melatih kemampuan fisik dan stamina dengan tanding dengan pemain pria. 

Seiring waktu, latihan ini memberikan dampak bagus apalagi jika dirinya harus melakoni pertandingan panjang. Ia jadi bisa mengatur stamina dan mampu meladeni musuh dengan baik. 

Tidak ada salahnya kedepan ada upaya seperti ini yang diterapkan sejak atlet berusia muda. Ketika fisik dan stamina terbentuk, saya yakin atlet putri Indonesia siap menghadapo negara unggulan dan bisa menoreh prestasi lebih baik. 

Ketiga, Mengubah Mindset Orang Tua Untuk Menghasilkan Atlet Muda. 

Saat ini masih banyak orang tua yang ragu memasukan anak putrinya dalam klub bulutangkis atau menjadi atlet. 

Penyaringan Atlet Cilik Dalam Ajang Bulutangkis | Sumber Tribun Jateng
Penyaringan Atlet Cilik Dalam Ajang Bulutangkis | Sumber Tribun Jateng

Pemikiran bahwa masa depan atlet tidak menjanjikan, ketakutan melepas putri kesayangan jauh dari orang tua, khawatir akan terjadi hal tidak diinginkan jika tinggal di asrama atlet, khawatir susah mendapatkan jodoh saat dewasa karena waktu banyak dihabiskan untuk berlatih dan sebagainya. 

Tantangan ini yang kadang membuat susah menjaring atlet putri potensial sedari dini. PBSI perlu membantu memberikan edukasi pada orang tua bahwa kekhawatiran tersebut tidak akan terjadi. 

Jika ini bisa terjadi, ada peluang atlet putri sudah bisa diasah sedari diri. Ini karena orang tua bukan sebagai penghalang melainkan sebagai pendukung karir atletnya. 

***

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Raket Selengkapnya
Lihat Raket Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun