Mohon tunggu...
H.I.M
H.I.M Mohon Tunggu... Hanya seorang pria biasa

Hanya orang biasa yang memiliki 1 hati untuk merasakan ketulusan, 1 otak untuk berpikir bijak dan 1 niat ingin bermanfaat bagi orang lain

Selanjutnya

Tutup

Kotak Suara Artikel Utama

Bolehkah Saya Nyoblos Online?

28 Juli 2020   22:27 Diperbarui: 29 Juli 2020   06:32 180 13 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bolehkah Saya Nyoblos Online?
Ilustrasi e-voting (iStockPhoto/Carmen Murillo via montgomeryadvertiser.com)

Tidak terasa hitungan bulan lagi akan diadakan Pilkada 2020 Serentak tepatnya di penghujung tahun. Berdasarkan data KPU Pusat, ada setidaknya 270 daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak tahun ini termasuk daerah saya Kabupaten Jembrana.

Sebagian Kompasianer pasti menerka dimana itu Kabupaten Jembrana? Tapi jika saya menyebut Pelabuhan Gilimanuk pasti langsung bisa menerka. Pelabuhan Gilimanuk sendiri adalah bagian dari wilayah Kabupaten Jembrana, provinsi Bali yang merupakan kabupaten paling barat Bali.

Saya melihat Pilkada Jembrana 2020 diprediksi hanya akan mengantarkan 2 pasangan calon mengingat koalisi partai sudah mulai mengerucut menjadi 2 kubu besar. 

Bali termasuk Kabupaten Jembrana dikenal sebagai basis PDI Perjuangan sehingga partai ini pasti akan mencalonkan kandidatnya. Di sisi lain prediksi penantang diduga akan diusung oleh Partai Golkar beserta partai koalisinya.

Jembrana memiliki posisi strategis mengingat letaknya sebagai salah satu gerbang masuk ke Pulau Bali, adanya industri pengalengan ikan dan hasil laut, hingga menjadi wilayah yang berpotensi untuk dikembangkan dalam proyek nasional.

Saya ingat dulu sempat tersiar info bahwa Pemda Jembrana memiliki impian membangun sirkuit standar internasional di Jembrana hingga pengusulan pembangunan bandara alternatif selain Bandara Ngurah Rai di Pulau Bali. 

Meskipun kedua hal tersebut belum terealisasi hingga sekarang namun setidaknya Jembrana dianggap memiliki potensi baik ke depannya.

Sebagai warga yang baik ingin rasanya menggunakan hak suara dalam Pilkada tahun ini. Namun bayang-bayang isu corona seakan tetap menghantui.

KPU dan Bawaslu baik pusat maupun daerah sudah menginfokan bahwa akan tetap menjalankan prosedur protokol kesehatan selama pelaksanaan Pilkada serentak. Namun rasanya hati ini tetap ada kekhawatiran.

Saya melihat potensi penularan Covid-19 masih berpeluang ada bahkan sejak masa kampanye hingga pengumuman pemenang Pilkada. Berikut adalah landasan akan kekhawatiran saya tersebut.

Masa Kampanye

Sudah pasti kandidat yang lolos verifikasi KPU akan melakukan kampanye untuk menarik massa pendukungnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN