Mohon tunggu...
Indra Rahadian
Indra Rahadian Mohon Tunggu... Administrasi - Pegawai Swasta

Best In Fiction Kompasiana Award 2021/Penikmat sastra dan kopi

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Lekas Lari, Cyno!

3 Maret 2021   12:10 Diperbarui: 3 Maret 2021   12:21 623
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Lekas Lari, Cyno (Foto: maraisea via Pixabay)

"Ah, yang viral Komandan," jawab Jack.

"Nah itu, kau dengar lolongan anjing dan suara kucing di ruangan sebelah," ujar Perwira tersebut. 

Tak lama, Jack mengajak Vino untuk ikut. Mereka berjalan menuju ruangan yang penuh dengan kandang, berisi kucing dan anjing. 

Beberapa aktivis pecinta hewan, mendata dan memastikan kesehatan hewan-hewan hasil sitaan tersebut. Kemudian, Jack dan Vino menyisir setiap kandang. Mencari anjing peliharaan, yang hilang dicuri lima bulan lalu.

"Cyno, Cyno, apakah kamu ada di sini!?"

Mentari terik bersinar dari daun jendela kusam bilik bangunan. Di dalamnya, ada teralis ukuran 2 x 2 meter persegi. Itulah kandang yang mengurung seekor anjing kurus dan kelaparan. 

Dari sebelas ekor di dalam kandang, hanya tersisa seekor. Dialah Cyno, seekor anjing yang kehilangan tuan dan harus hidup di dalam kandang, berbulan-bulan lamanya. 

Cyno tak dapat lagi menyalak. Tenaga untuk bernafas, lebih berguna agar bertahan hidup. Ia menatap lirih pada jeruji besi, berharap itu makanan. Lebih dari sepuluh kali ia mencoba menggigit jeruji. 

Dua taringnya hilang, amat sakit dan sesal. Hingga, berhari-hari Cyno harus menahan lapar. Biasanya, ada orang yang memberi makan sisa nasi atau tulang ikan.

Namun, sudah lebih dari seminggu tak ada orang yang datang. Cyno merasa ada yang aneh. Biasanya, ramai terdengar lolongan atau gonggongan anjing lain.

Langkah kaki manusia terdengar, pintu terbuka. Cyno menatap tajam pada orang yang masuk ke ruangan. Ia mengenali, orang itu yang sering memberi makan. 

Jeruji terbuka dan tulang sapi di lemparkan ke dalam kandang. Cyno, mendekati tulang itu dengan curiga. Nafasnya berat dan hanya dapat mendengus, kala orang itu bersandar pada kandang. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun