Mohon tunggu...
Galih Prasetyo
Galih Prasetyo Mohon Tunggu... Lainnya - pembaca

literasi

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Suara Penolakan Konser Guns N' Roses di Stadion GBK

7 November 2018   10:12 Diperbarui: 7 November 2018   19:23 3044
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kompas.com | (Kevin Winter/Getty Images for Coachella/AFP)

Grup rock dunia, Guns N' Roses dijadwalkan akan menggelar konsernya di Stadion Gelora Bung Karno pada Kamis, 08 November 2018, ini jadi konser kedua bagi grup band yang diawaki Axl Rose, Bumblefoot, Richard Fortus, Tommy Stinson, DJ Ashba, Frank Ferrer, Dizzy Reed, serta Chris Pitman setelah pada 2012 lalu.

Hampir sama pada periode 2012 lalu, konser Guns N' Roses tahun ini kembali menghadirkan sedikit polemik soal penolakan menggunakan Stadion GBK sebagai tempat konser. Suara itu tentu saja datang dari sejumlah suporter yang beranggapan harusnya Stadion GBK hanya digunakan untuk event olahraga saja.

Segelintir suara yang menolak konser Guns N' Roses di GBK juga datang dari sejumlah suporter Persija Jakarta atau Jakmania. Mereka beranggapan bahwa harusnya pengelola GBK bisa menjadikan stadion ini sebagai home base klub kesayangan mereka.

Sekadar informasi, Persija Jakarta saat ini tengah memburu titel gelar juara Liga 1 2018 dan bakal melakoni 4 partai kandang. Sayangnya hingga saat ini, Persija masih harus menjadi tim musafir karena tak bisa menggunakan Stadion GBK. Besar kemungkinan, 4 laga kandang Persija akan dijalani di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Jawa Barat.

Sejumlah suporter merasa bahwa konser Guns N' Roses akan membuat rumput stadion menjadi rusak dan itu tentu saja bakal merugikan untuk tim atau timnas yang bakal menggunakan stadion itu. Apalagi Timnas Indonesia pada 13 November 2018 bakal menggunakan stadion ini pada pertandingan melawan Timor Lester di ajang Piala AFF 2018.

Ada juga sejumlah alasan yang sepertinya tidak masuk akal dan sekadar hanya rasa kesal karena tim kesayangan mereka belum jua mendapat stadion seperti janji manis Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Tentu saja penggunaan stadion sebagai tempat konser musik menjadi hal biasa dan wajar. Apalagi untuk band selegendaris Guns N' Roses, stadion dengan kapasitas besar sangat dibutuhkan untuk menampung penggemar mereka yang banyak.

Di luar negeri, penggunaan stadion untuk jadi tempat konser sudah hal yang tak asing. Stadion kebanggan orang Inggris, Stadion Wembley misalnya. Stadion yang memiliki julukan The Home of Football sudah menjadi lokasi konser langganan musisi dunia mulai dari Metalica, Coldplay, Green Day, Madonna, Oasis, hingga Adele.

Bahkan konser Adele pada Juni 2017 lalu memecahkan rekor penonton di Wembley yakni 98 ribu orang, jumlah ini mengalahkan rekor penonton terbanyak Wembley yang sebelumnya dipegang oleh laga Cardiff vs Portsmouth pada 17 Mei 2008 yang hanya ditonton 89.874 orang.

Artinya, jika ada argumen bahwa pertandingan sepakbola atau olahraga ialah satu-satunya sumber pendapatan berlimpah dari sebuah stadion terbantahkan. Bagaimana dengan pendapat bahwa rumput stadion akan rusak jika dijadikan sebagai tempat konser?

Anggapan itu mungkin ada benarnya, namun terlalu kuno. Pasalnya pengelola stadion memiliki teknologi tersendiri untuk melindungi rumput stadion dari kerusakan saat konser musik berlangsung. Pihak GBK sendiri dalam rilis mereka sudah menjawab kekhawtiran itu dengan penggunaan grass cover untuk melindungi rumput stadion.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun