Mohon tunggu...
Politik

ETOS Indonesia Institute Versus Staff Palsu Kantor Staff Presiden (KSP)

31 Desember 2015   23:25 Diperbarui: 31 Desember 2015   23:54 384 0 0 Mohon Tunggu...

Saya membuat tulisan ini paralel dengan pernyataan saya ke beberapa media tentang pernyataan-pernyataan oknum yang menyebut Lembaga Survey yang saya pimpin ETOS Indonesia Institute adalah lembaga survey abal-abal alias tidak jelas.

Ini jelas saya bantah dengan lantang, apalagi peristiwa ini dikait-kaitkan dengan peristiwa intimidasi,penganiayaan dan perampasan yg menimpa kakak saya Irwan Suhanto di kantor Staff Presiden (KSP), lalu saya bertanya besar apa korelasi nya antara Kantor Staff Presiden (KSP) dengan Pilkada?, apakah sekarang KSP mengurusi Pilkada?, Atau calon bupati gagal untuk kabupaten serang Banten lebih hebat ketimbang para orang-orang didlm Kantor Staf Presiden (KSP) sehingga bisa menyuruh melakukan  penangkapan yang tak mendasar.

Kasus ini juga membuat saya tak habis pikir melihat tingkah aparat penegak hukum yg justru mau menjadi eksekutor dalam kasus ini, hanya karena nama istana. Bahkan membuat pernyataan yang tidak bisa dibuktikan dengan benar. Pernyataan yang memberi kesan mengada-ngada,fitnah dan kental dengan nuansa pesanan. Dalam hal ini saya tak akan menyebut inisial si oknum itu, pernyataan itu diucapkan oleh seorang anggota Polisi polres serang banten berpangkat AKP,bernama Afrizl dan menjabat sebagai Kasat Reskrim. Dalam kasus ini juga terdapat anggota Polisi yg melakukan tindak kriminal didalam kantor staf presiden (KSP) berpangkat Kombes dan bernama Alvian yg katanya ada di deputy V KSP tersebut.

Saya berkali-kali tegaskan bahwa pekerjaan survey kandidat yg dillakukan ETOS Indonesia Institute terhadap calon bupati untuk kabupaten serang banten murni pekerjaan kami dan saya tidak pernah membawa-bawa nama kantor staff presiden(KSP) karena saya tidak kenal KSP maupun orang-orang istana, buat saya istana tak berkorelasi atas peristiwa Pilkada serentak ini.

Dalam kasus ini saya meminta saudara Teten Masduki sebagai kepala kantor staf presiden bertanggung jawab atas penganiayaan terhadap saudara Irwan Suhanto, yg dilakukan didalam kantor staf presiden dan dilakukan oleh oknum-oknum yg mengatsnamakan KSP.  Jangan pura-pura tidak tahu. Apapun itu saudara Irwan hadir ke istana atas undangan via sms dari sekretaris saudara Teten Masduki yaitu sdri Rara. Undangan terhadap saudara Irwan sebagai ketua umum dari Garda Nawacita, tetapi dijebak dengan alasan Pilkada serang banten.  Apa KSP sekarang ikut mengurusi Pilkada?, atau jangan-jangan didalam KSP ada calo-calo pilkada?, sepertinya dugaan kedua yg paling kuat, yaitu banyaknya calo didalam kantor staf presiden (KSP).

Maka dari itu berdasarkan semua peristiwa yg terjadi atas Lembaga Survey yg saya pimpin, saya merasa berang dan membuat tulisan ini karena lembaga survey saya tidak ada korelasi nya sama iatana, apalagi membawa-bawa nama KSP. Karna saya tidak tahu KSP. Kalau calo-calo nya saya tahu beberapa orang didlmnya, saya perlu sebutkan satu persatu, pertama Jerry Luhmele mantan staf presiden era pak SBY (itu katanya), itu pengakuannya ke semua orang, kedua Geovani , setahu saya dia tukang sulap,mengaku mantan staff ahli nya Soewarso Manuarfa (Sekarang Watimpres) dan mengaku ponakan langsung dari Soewarso Manuarfa dan mengaku lulusan Harvard University, ketiga Husein yang setahu saya anggota FBR alias Forum Betawi Rempug, keempat Agus Koni yg setahu saya dia agent asuransi bringin life, kantor ETOS pernah sewa ruko bekas kantor bringin life di alam sutera tangerang, kelima samson katanya mantan aktivis 98, mengaku anak angkat  dari Tyasno Sudarto (Mantan Kasad), keenam Ivan yg saya tahu pegawai imigrasi jakarta timur dan anak purnawirawan TNI AU (katanya) tapi ternyata bohong besar.

Hebat betul orang-orang berlatar belakang gak jelas bisa ada di kantor staf presiden. Apa Presiden tahu?, Ini yang harus saya sampaikan kepada presiden atas ulah manusia-manusia di sekeliling beliau yg justru merusak performance beliau . Kesian kalau presiden baik didampingi orang-orang yg gak beres macem nama-nama yg saya sebutkan diatas tadi.

Sekali lagi saya meminta saudara Teten bisa mempertanggung jawabkan kasus yg terjadi didalam Kantor staf presiden (KSP) dan meminta presiden bisa bertindak tegas atas ulah oknum-oknum yg mengaku orang dalam kantor staf presiden (KSP).

 

                                                                                                                      Jakarta, 31 Desember 2015

                                                                                                                              ISKANDARSYAH

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x