Mohon tunggu...
Ekonomi

Potensi Ekonomi Kabupaten Tabanan dengan Kabupaten Karangasem

6 Desember 2018   09:23 Diperbarui: 6 Desember 2018   09:31 0 0 0 Mohon Tunggu...

Indonesia dihadapkan pada suatu tuntutan pada era globalisasi yang semakin maju dan modern ini untuk melaksanakan pembangunan di segala bidang secara merata, dan juga menuntut kesiapan suatu daerah untuk mampu ikut serta dalam mengawasi didalamnya. Sebuah dasar dari otonomi daerah menggunakan teori otonomi sebesar-besarnya yang berarti daerah tersebut diserahkan hak penuh untuk mengatur dan membentuk dalam sebuah kepentingan Pemerintahan Pusat yang tercantum pada UU No 32 Tahun 2004. Potensi ekonomi daerah merupakan segala suatu sumberdaya yang dimiliki oleh suatu daerah, baik yang tergolong dalam sumberdaya alam aau sumberdaya manusia yang dapat memberikan manfaat serta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan daerah serta dapat berkembang dengan sendirinya dan berkelanjutan.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Putri dan Suryantini (2018) mengatakan bahwa potensi ekonomi daerah pada Kabupaten Tabanan  dan Kabupaten Karangasem katagori sektor unggulan yang sama adalah sektor penyediaan akomodasi dan makanan minuman. Pada sektor perkembangan adalah sektor industri pengolahan, real estate, jasa perusahaan,  jasa Pendidikan, jasa kesehatan dan kegiatan social. Sedangkan pada jasa sector potensial adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan serta kontruksi. 

Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa  terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kemandirian daerah Kabupaten Tabanan dengan Kabupaten Karangasem, yaitu berarti pada Kabupaten Tabanan memiliki nilai rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan daerah dengan memprioritaskan sektor yang tergolong unggulan dan potensial, namun tidak mengabaikan sektor-sektor yang lainnya yang dapat menunjang ekonomi wilayah tersebut.

Pemilihan penelitian yang dilakukan pada Kabupaten Karangasem dikarenakan memiliki potensi yang unik dan langka dan Kabupaten Tabanan tersebut memiliki alasan yang di bandingkan dengan Kabupaten yang lain yang berada di Bali, yaitu potensi dalam bidang Galian C. Selain itu Kabupaten Karangasem juga memiliki sebuah keunikan pada objek wisata yaitu wisata spiritual seperti Pura Besakih. Sedangkan Kabupaten Tabanan dipilih karena bidang pertaniannya yang memiliki keunikan dalam potensinya yaitu Beras Merah yang sudah di ekspor pada dua negara yaitu Filipina dan Jepang, selain itu Kabupaten Tabanan merupakan satu-satunya Kabupaten penghasil beras merah di Bali yang sudah di ekspor ke luar negeri.

 Selain potensi pertanian yang dimiliki Kabupaten Tabanan, objek wisata yang dimiliki oleh Kabupaten ini lebih banyak pada ekowisata, seperti ekowisata di subak Jatiluwih. Laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tabanan pada tahun 2016 mengalami penurunan dari 6,25 persen pada tahun 2015, menjadi 6,12 persen.

Selama tahun 2012-2016 laju pertumbuhan ekonomi pada Kabupaten Tabanan cenderung mengalami peningkatkan. Di tahun 2012, laju pertumbuhan  ekonomi Tabanan adalah sebesar 6,12%, kemudian meningkat di tahun 2013 menjadi 6,45%, pada tahun 2014 menjadi 6,53%, tahun 2015 menjadi 6,25%, dan pada tahun 2016 mengalami penurunan menjadi 6,12 persen. Wilayah administrasi pada Kabupaten Tabanan terdiri dari sepuluh kecamatan yaitu Kecamatan Selemadeg, Krambitan, Tabanan, Kediri, Marga, Baturiti, Penebel, Pupuan Selemadeg Barat dan Selemadeg Timur, sehingga luas wilayah Kabupaten  Tabanan secara keseluruhan seluas 839,33 Km2 atau sebesar 14,90 persen dari luas Pulau Bali (5.632,786 Km2).

Pada tahun 2012 laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karangasem  tumbuh sebesar 5,93%, tahun 2013 tumbuh meningkat sebesar 6,16%, pada tahun 2014 mengalami penurunan sebesar 6,01%, tahun 2015 menurun menjadi 6,00%, dan pada tahun 2016 ekonomi Kabupaten Karangasem tumbuh sebesar 5,92%, angka tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai hingga 6,00%. Karangasem adalah Kabupaten berlokasi pada sisi sebelah timur Provinsi Bali. Secara geografis, daerah ini terletak di posisi 8000'00"-8041'37,8" Lintang Selatan dan 115035'9,8"-115054'8,9" Bujur Timur yang menyebabkan Kabupaten. Karangasem memiliki iklim tropis seperti halnya daerah lain pada Pulau Bali. Kabupaten Karangasem, memiliki luas wilayah mencapai 839,54 km2. Dengan luas tersebut, Kabupaten Karangasem menjadi Kabupaten dengan wilayah terbesar nomer tiga di Pulau Bali, dibawah Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Jembrana.

Sebuah wilayah dikatakan memiliki tingkat kemandirian dilihat dari standar yang memperlihatkan mampu tidaknya pemda untuk melakukan pendanaan secara mandiri dalam aktivitas pemerintah seperti proses pembangunan wilayah dan juga proses pelayanan pada rakyat banyak, yang dinilai melalui Pendapatan Asli Daerah pada total penerimaan wilayah tersebut yang masuk juga seperti hibah dari pusat serta pinjaman. Menurut Halim (2007) rumus yang dapat digunakan dalam pengukuran tingkat kemandirian dalam sebuah daerah yaitu:

Ratio Kemandirian =

            Putri dan Suryantini (2018) menyebutkan bahwa, di Kabupaten Tabanan perekonomian potensial daerah yang menjadi unggulan dalam periodde lima tahun belakangan yang hasil SEKTOR PDRB sejumlah Rp. 701.929,63 juta serta rSEKTOR rPDRB sejumlah 6,34 persen adalah (1) perdagangan besar serta eceran; reparasi mobil juga sepeda motor, (2) penyediaan akomodasi dan makan minum, (3) Information and communication, (4) administrasi pemerintahan, pertahanan serta jaminan sosial wajib. Sedangkan Perekonomian potensial daerah yang berkembang di Kabupaten Tabanan yang hasil SEKTOR < PDRB sejumlah Rp. 701.929,63 juta serta rSEKTOR rPDRB sejumlah 6,34 persen adalah (1) industri pengolahan, (2) transportasi dan pergudangan, (3) jasa keuangan dan asuransi, (4) real estate, (5) jasa perusahaan, (6) jasa pendidikan, (7) jasa kesehatan dan kegiatan sosial, (8) jasa lainnya. Perekonomian potensial daerah yang potensial pada Kabupaten Tabanan yang hasil SEKTOR PDRB sejumlah Rp. 701.929,63 juta serta rSEKTOR < rPDRB sejumlah 6,34 persen adalah (1) Pertanian, Kehutanan, serta Perikanan, juga (2) Konstruksi. Perekonomian potensial yang terbelakang di Kabupaten Tabanan dalam periode lima tahun belakangan yang hasil SEKTOR < PDRB sejumlah Rp.

701.929,63 juta serta rSEKTOR < rPDRB sebesar 6,34 persen adalah (1) pertambangan dan penggalian, (2) pengadaan listrik dan gas, (3) pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah.

Dalam penelitian Putri dan (2018) menyebutkan potensi ekonomi daerah ungulan di Kabupaten Karangasem dalam periode lima tahun belakangan yang hasil SEKTOR PDRB sejumlah Rp. 500.470,73 juta sektor rSEKTOR rPDRB sejumlah 6,02 persen adalah (1) transportasi dan pergudangan, (2) penyediaan akomodasi dan makan minum. Potensi ekonomi daerah yang sedang berkembang di Kabupaten Karangasem yang hasil SEKTOR < PDRB sejumlah Rp. 500.470,73 juta serta rSEKTOR rPDRB sejumlah 6,02 persen adalah (1) industri pengolahan, (2) pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, (3) perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor, (4) informasi dan komunikasi, (5) jasa keuangan dan asuransi, (6) real estate, (7) jasa perusahaan, (8) jasa pendidikan, (9) jasa kesehatan dan kegiatan sosial, (10) jasa lainnya. Perekonomian potensial daerah yang menjadi potensi di Kabupaten Karangasem yang hasil SEKTOR PDRB sejumlah Rp. 500.470,73 juta serta rSEKTOR < rPDRB sejumlah 6,02 persen adalah (1) pertanian, kehutanan, dan perikanan, (2) konstruksi, (3) administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib. Potensi ekonomi daerah yang tergolong terbelakang di Kabupaten Karangasem dalam periode lima tahun belakangan yang hasil SEKTOR < PDRB sejumlah Rp. 500.470,73 juta serta rSEKTOR < rPDRB sejumlah 6,02 persen adalah (1) Pertambangan dan Penggalian, (2) Pengadaan Listrik dan Gas.

Kabupaten Tabanan memiliki empat sektor unggulan yaitu (1) sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor, (2) sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, (3) sektor informasi dan komunikasi, (4) sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib. Sedangkan Kabupaten Karangasem hanya memiliki dua sektor unggulan yaitu (1) sektor transportasi dan pergudangan, (2) sektor penyediaan akomodasi dan makan minum. Sektor berkembang pada Kabupaten Tabanan terdapat delapan sektor yaitu (1) sektor industri pengolahan, (2) sektor transportasi dan pergudangan, (3) sektor jasa keuangan dan asuransi, (4) sektor real estate, (5) sektor jasa perusahaan, (6) sektor jasa pendidikan, (7) sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial, (8) sektor jasa lainnya. Sedangkan Kabupaten Karangasem memiliki sepuluh sektor berkembang yang diantaranya merupakan (1) sektor industri pengolahan, (2) sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, (3) sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor, (4) sektor informasi dan komunikasi, (5) sektor jasa keuangan dan asuransi, (6) sektor real estate, (7) sektor jasa perusahaan, (8) sektor jasa pendidikan, (9) sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial, (10) sektor jasa lainnya.

Sektor potensial yang dimiliki Kabupaten Tabanan hanya dua sektor yaitu (1) sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, (2) sektor konstruksi. Sedangkan Kabupaten Karangasem memiliki tiga sektor potensial diantaranya (1) sektor perta nian, kehutanan, dan perikanan, (2) sektor konstruksi, (3) sektor administrasipemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib. Sektor terbelakang yang dimiliki Kabupaten Tabanan bejumlah tiga sektor  diantaranya (1) sektor pertambangan dan penggalian, (2) sektor pengadaan listrik dan gas, (3) sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, dan limbah. Sedangkan Kabupaten Karangasem hanya memiliki dua sektor terbelakang diantaranya (1) sektor pertambangan dan penggalian, dan (2) sektor pengadaan listrik dan gas.

Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Karangasem, diantara kedua Kabupaten tersebut memiliki potensi ekonomi daerah yang hampir sama. Hanya saja, sektor unggulan yang dimiliki oleh Kabupaten Tabanan lebih banyak dibandingkan dengan Kabupaten Karangasem. Keterlibatan PAD Kabupaten Tabanan untuk menopang pendapatan daerah saat ini tergolong rendah kontribusinya. Keterlibatan Pendapatan Asli Daerah yang tergolong rendah dari jumlah penerimaan pendapatan yang artinya otonomi daerah pada saat penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) belum di dukung dengan mandirinya wilayah secara keuangan. Maka dari itu usaha meningkatkan mandirinya wilayah secara keuangan menjadi sebuah tantangan penting yang harus di hadapi Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan periode yang akan datang.