Mohon tunggu...
Inayah Hanum
Inayah Hanum Mohon Tunggu... Guru - Guru

Saya menyukai dunia tanaman. Tapi juga mulai menyukai menulis dan bergabung di grup-grup menulis. Orang bilang saya pendiam. Namun, dalam diam saya ingin mempunyai karya. Harapan saya saat ini bisa mengajak anak didik saya juga menyukai menulis.

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Gigi Impaksi Bikin Sensi

29 September 2022   20:55 Diperbarui: 29 September 2022   21:12 171 10 7
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

 

Sakit kepala yang sering kambuh membuah Nita terganggu aktifitasnya. Baik itu aktifitas di sekolah maupun di asrama. Bahkan temannya kadang tak berani medekat karena ia sudah sulit diajak komunikasi, serba sensitif.  
Ia sering ketinggalan pelajaran karena masuk sekolah maupun pelajaran di asrama. Tak jarang ia izin pulang atau terpaksa disuruh pulang karena sakitnya tak kunjung sembuh. Obat kadang tak banyak membantu.
Hingga suatu hari sakit kepalanya kambuh. saat masih libur semester. Ia sedang  bermain di rumah temannya yang berjarak sekitar tujuh kilo dari rumahnya. Ia menelepon ibunya sambil menangis. 
Akhirnya ia dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut. Dari mulai cek darah rutin, ronsen, sampai kemudian CT hasilnya semua baik-baik saja. Kemudian disarankan untuk ronsen gigi. Barulah diketahui bahwa Nita mengalami impaksi gigi. 
Impaksi merupakan kondisi di mana gigi terjebak dalam gusi sehingga pertumbuhannya tidak sempurna. Kondisi seperti ini biasanya terjadi pada  gigi bungsu orang dewasa. 
Gigi bungsu adalah gigi geraham ketiga yang tumbuh paling terakhir tumbuh. Biasanya gigi akan mulai tumbuh pada usia 17 sampai 20 tahun. Sedangkan Nita baru berusia 16 tahun. Dulu waktu kecil Nita sering tanggal giginya sebelum waktunya. Mungkin giginya tumbuh lebih cepat sehingga  gigi bungsunya sudah akan tumbuh.
Impaksi gigi terjadi saat gigi bungsu tumbuh secara tidak sempurna karena tidak mendapatkan ruang yang cukup untuk tumbuh dan keluar dari gusi. Kondisi ini dapat menyebabkan gigi bungsu atau gigi geraham terakhir tumbuh menyamping, mengarah atau menjauh dari gigi geraham di sebelahnya, terpendam, atau hanya tumbuh sebagian.  Nita mengalami gigi impaksi di tiga lokasi. Geraham bagian bawah  sebelah di kanan dan kiri, kemudian geraham atas di sebelah kiri saja. Impaksi gigi sebenarnya cukup sering terjadi dan kebanyakan tidak disertai keluhan. Namun, ketika gigi bungsu tumbuh dalam posisi miring atau keluar dari permukaan gusi, bisa memunculkan rasa nyeri dan keluhan lainnya.
Rahang yang terlalu kecil sehingga tidak ada cukup ruang untuk gigi tumbuh, gigi menjadi bengkok atau miring ketika berusaha tumbuh, dan gigi lain sudah sudah tumbuh dalam posisi yang tidak beraturan sehingga menghalangi gigi bungsu menjadi penyebab terjadinya impaksi.
Gejala impaksi yang biasanya dialami adalah nyeri ada rahang, sakit kepala berkepanjangan, gusi dan kemerahan di sekitar gigi terpendam, kesulitan membuka mulut,  dan sakit gigi yang hebat. Kebiasaan mengunyah, bentuk rahang dan faktor keturunan pun bisa menjadi pemicu terjadinya impaksi.
Dari beberapa gejala dan faktor-faktor penyebabnya ada beberapa yang Nita alami dan rasakan. Hasil ronsen gigi menunjukkan Nita harus lebih intens lagi konsultasi ke dokter  untuk mempersiapka diri jika harus menjalani operasi.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan