Mohon tunggu...
IMRON SUPRIYADI
IMRON SUPRIYADI Mohon Tunggu... Jurnalis - Jurnalis dan Pengasuh Ponpes Rumah Tahfidz Rahmat Palembang

Jurnalis, Dosen UIN Raden Fatah Palembang, dan sekarang mengelola Pondok Pesantren Rumah Tahfidz Rahmat Palembang.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Saya Menolak Stempel dari Tuhan

30 Agustus 2020   19:17 Diperbarui: 30 Agustus 2020   19:16 290
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kali itu, tetangga saya ini menyarankan agar, saya dan isteri membuat peryataan keluarga miskin atau tidak mampu dari ketua RT atau kelurahan.

Malam harinya, saat saya berbincang sanati dengan isetri, seketika isetri saya bilang; "Yah, kato tetangg kito, kalau kita nak nyekolahke Caca---panggilan anak saya, ke pesantren, pacak dapat potongan lima puluh persen," kata isteri saya membuka pembicaran malam itu.

"Ada, tapinya, ndak?" tanya saya merespon cepat.

"Yo, itu syaratnyo, kito harus buat surat keterangan miskin, atau keluarga tidak mampu dari er-te," ujar isteri saya agak berat malam itu.

Mendengar itu, saya sesaat menghela napas panjang. Saya menatap tajam ke isteri saya. Malam itu, saya melihat di balik mata isteri saya ada nada protes terhadap ujaran tetangga itu.

Dari sorot matanya, saya melihat isteri saya menolak terhadap saran tetangga saya itu. Tapi sebagai isteri, bagaimanapun dia harus menyampaikan uneg-uneg, atau isi hati dan pikirannya kepada saya sebagai suami.

"Terus menurut Bunda, cak mano?" kata saya, balik bertanya.

"Disatu sisi, kito pengen anak kito sekolah agama yang bagus, tapi di sisi lain, kondisi keuangan kito belum mampu," kata isteri saya.

"Terus, apo pendapat bunda samo saran tetanggo itu?"

"Kalau menurut ayah, cak mano?" isteri saya balik bertanya.

Saya sedikit menggeser temat duduk saya. Kali ini saya lebih dekat. Mata saya menatap isteri saya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun