Mohon tunggu...
Imelda AnastasyaPasaribu
Imelda AnastasyaPasaribu Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Seorang Mahasiswa di Universitas HKBP Nommensen Medan.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Eksistensi Kesenian Tari Topeng

23 September 2022   13:25 Diperbarui: 30 September 2022   12:40 63 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

EKSISTENSI KESENIAN TARI TOPENG

Dibuat oleh: Herlina, Imelda A Pasaribu, Rini Sriana

Padepokan Seni Topeng Malang terletak di desa Kedungmonggo Kecamatan Pakisaji, Kota Malang. Kesenian Topeng ini sudah ada sejak Tahun 1900, Kesenian ini diturunkan dan dilestarikan oleh 5 generasi dan sekarang di kelola oleh Bapak Handoyo beserta keluarganya. Bapak Handoyo merupakan perajin topeng sekaligus penari dan pelatih di Padepokan Seni Topeng Malang. Kegiatan ini telah berlangsung selama 30 tahun yang lalu hingga sekarang. 

Kesenian topeng pada zaman dahulu digunakan untuk upacara nenek moyang dan juga digunakan untuk memperingati 12 tahun kematian raja atau disebut juga upacara Serada atau pemanggilan Roh. Upacara ini dilakukan sejak zaman kerajaan Kanjuruan dan kerajaan Majapahit. Pada masa kerajaan Majapahit fungsi topeng terbagi menjadi dua yaitu yang pertama sebagai upacara serada dan yang kedua adalah untuk menari. 

Perkembangan kesenian topeng yang paling terkenal dan terus berkembang hingga kini berada di Kota Malang, di era tahun 90-an Bupati Malang yang bernama Raden Saleh mengajak para pejabat serta mewajibkannya untuk bisa melakukan Tarian Seni Topeng dan masyarakat biasa tidak perbolehkan untuk melakukan Kesenian Tari Topeng ini. Namun sekarang Kesenian Tari Topeng sudah bisa dilakukan oleh semua kalangan termasuk masyarakat biasa tanpa membedakan ras, budaya dan kepercayaan yang di anut.

Dok. pribadi
Dok. pribadi

 Adapun jenis-jenis topeng Malang yang ada di gedung Monggo ada 76 jenis dan terbagi menjadi 4 kelompok besar yaitu tokoh baik, tokoh jahat, tokoh pembantu atau tokoh desa, dan tokoh binatang. Ciri-ciri topeng dengan watak yang baik yaitu memiliki gambaran seperti mata manusia, lebih indah, memiliki daya tarik dan ragam hias berupa ukiran menyerupai bunga, daun, dan ranting dengan bentuk melengkung yang memiliki simbol keindahan. Untuk tokoh yang jahat memiliki mata bulat, bentuk taring, dan ada ornamen dengan simbol binatang. 

Simbol binatang yang dipakai ada 3 yaitu garuda, naga, dan babi. Untuk tokoh pembantu atau orang-orang desa tidak memiliki ornamen di atasnya. Sedangkan pada tokoh binatang atau wujud manusia yang berbentuk binatang, wujud binatang yang bisa dipakai adalah lalat, babi dan sapi. Topeng ini memiliki lima warna dasar yaitu merah, putih, kuning, hijau dan hitam. Pembuatan topeng tersebut berbahan dasar dari kayu. Kayu yang digunakan terbagi dua yaitu kayu sengo dan kayu nangka. Proses pewarnaan pada Topeng ini menggunakan cat dasar jenis akrilik. Pembuatan topeng ini dapat berlangsung selama 3 hari dan ditambah proses pewarnaan kurang lebih sekiar 1 jam.

Dok. pribadi
Dok. pribadi

Kemudian yang terakhir adalah pertujukan Kesenian Topeng. Pertunjukan Seni Topeng ini sudah terkenal di berbagai negara. Salah satu festival yang pernah dihadiri oleh Bapak Handoyo dan rekannya adalah festival panji se-Asia Tenggara dan masih banyak lagi pertunjukan-pertunjukan yang pernah diikuti baik dalam negeri maupun luar negeri diantaranya Thailand, Singapura dan Turki.  Jadi, dapat kita simpulkan bahwa kesenian yang dijaga turun temurun dan mampu dipertunjukan di luar negeri harus diapresiasi oleh pemerintah dan harus tetap dijaga kelestariannya dengan baik oleh masyarakat.

Dok. pribadi
Dok. pribadi
Dok. pribadi
Dok. pribadi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan