Mohon tunggu...
Imaduddin Kamal Thoriq
Imaduddin Kamal Thoriq Mohon Tunggu... Konsultan - mahasiswa PWK'19 UNEJ

191910501048 S1 Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Jember

Selanjutnya

Tutup

Nature

Proses Perencanaan pada Industri Perkebunan Karet PTPN XII Kebun Renteng, Kabupaten Jember

12 April 2021   18:55 Diperbarui: 12 April 2021   19:09 770
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pada postingan saya sebelumnya telah dibahas mengenai teori lokasi pada Industri Perkebunan Karet PTPN XII Kebun Renteng, Kabupaten Jember, untuk kali ini akan dibahas mengenai proses perencanaaan industri pertanian dari awal sampai distribusi produk pertanian ke masyarakat.

Karet merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Kabupaten Jember. Salah satu perusahaan atau pabrik yang menangani pengolahan karet di Jember yaitu PTPN XII Renteng dengan produk utama yaitu Ribbed Smoked Sheet (RSS). RSS merupakan olahan lateks yang diolah melalui proses mekanis dan kimiawi, yaitu penerimaan lateks kebun, pengenceran, pembekuan, penggilingan, pengasapan dan sortasi. Selain dari kebun PTPN XII Renteng, terdapat kebun lainnya yang menjadi sumber bahan baku lateks yaitu kebun curah manis.

Pertanian industrial merupakan sistem pertanian yang mengintegrasikan kegiatan pertanian dari hulu ke hilir, sehingga terbentuk suatu rantai kegiatan yang dimulai dari proses budidaya hingga pemasaran. Praktek pertanian industrial ini telah dilakukan pada PTPN XII kebun renteng yang mengintegrasikan antara budidaya tanaman karet dengan pengolahan getah karet. Petanian industrial akan memberikan nilai tambah pada produk pertanian. Pertanian industrial yang dilakukan pada perkebunan Renteng tersebut menghasilkan produk karet jadi yang siap didistribusikan dan dipasarkan, dan produk jadi inilah yang kemudian akan menghasilkan nilai tambah dibandingkan dengan penjualan getah karet mentah..

Usaha pengembangan budidaya karet pada PTPN XII Kebun Renteng Kecamatan Ajung Kabupaten Jember. dilakukan pada lahan seluas 516,63 ha dengan beberapa program penanaman, diantaranya:

1. TTAD = Tanaman Tahun Akan Datang

2. TTI = Tanaman Tahun Ini

3. TBM = Tanaman Belum Menghasilkan

4. TM = Tanaman Menghasilkan

Tanaman yang digunakan untuk dapat menghasilkan lateks atau getah karet adalah tanaman menghasilkan yang nantinya dapat dilakukan penyadapan. Penyadapan yang dilakukan adalah pada sekitar pukul 1 dini hari. hal ini bertujuan agar getah karet dapat terkumpul pada pagi hari dan kemudian diambil lalu didistribusikan ke tempat pengolahan getah karet yang pada akhirnya akan diperoleh lembaran-lembaran karet yang siap untuk dipasarkan. Lembaran-lembaran karet tersebut sebelumnya telah mengalami serangkaian proses pembentukan dimulai dari langkah budidaya hingga produksi.

Dimulai dari tahapan pertama yaitu budidaya tanaman karet, kebun karet yang akan dibangun terdapat syarat tumbuh tanaman karet dengan kondisi-kondisi tertentu :

  • Tanaman karet dapat tumbuh optimal di daratan rendah dengan ketinggian 200 m -- 400 m di atas permukaan laut (dpl). Pada ketinggian > 400 m dpl dan suhu harian lebih dari 30 oC, akan mengakibatkan tanaman karet tidak bisa tumbuh dengan baik.
  • Kecepatan angin yang terlalu kencang pada umumnya kurang baik untuk penanaman karet karena tanaman karet merupakan merupakan pohon yang tumbuh tinggi dan berbatang besar.
  • Berbagai jenis tanah baik tanah vulkanis maupun alluvial dapat sesuai dengan syarat tumbuh tanaman karet

Selanjutnya yaitu tahapan penyadapan getah karet dilakukan pada dini hari kemudian dibawa ke tempat pengolahan getah karet yakni pada pabrik yang letaknya tidak jauh pada areal perkebunan sehingga dimungkinkan pekerja untuk menjangkau letak pabrik tersebut. Getah karet yang telah disadap dipisahkan berdasarkan kualitasnya. Getah dibedakan menjadi 2 yaitu getah labil dan stabil. Getal stabil adalah getah dengan kualitas bagus tanpa campuran baik itu kotoran ataupun yang lainnya. Getah labil merupakan getah dengan kualitas kurang baik, pengolahan getah labil ini biasanya dipisahkan dengan getah stabil. Getah labil dan stabil dapat diketahui melalui pencelupan. Apabila sudah ada koagulasi maka disebut sebagai getah labil dan tidak digunakan lagi. Getah yang telah dikumpulkan dari penyadap kemudian diambil sampel untuk mengetahui kualitas getahnya dengan melakukan pencelupan guna memudahkan dalam pengolahannya. Sampel yang diambil hanya beberapa ml dari masing-masing penyadap. Getah diberi campuran 10ml asam semut untuk membekukan getah. Getah dengan kualitas baik akan membeku lebih cepat dan lebih stabil kekentalannya. Getah akan membeku dalam beberapa menit. Sampel yang diambil bertujuan untuk menghitung K3 (Kadar Karet Kering). Lateks yang telah dihitung kemudian dialirkan kepipa untuk pengolahan tahap selanjutnya. Lateks dialirkan ke pipa-pipa kemudian dialirkan ke bak yang telah berisi air.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun