Mohon tunggu...
rokhman
rokhman Mohon Tunggu... Freelancer - Kulo Nderek Mawon, Gusti

Melupakan akun lama yang bermasalah

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Hiasan Plastik Agustusan jadi Sampah Plastik Agustusan

8 Agustus 2022   08:34 Diperbarui: 8 Agustus 2022   08:38 245 12 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi. Foto: kompas.com/anastasia aulia

Bicara kesemarakan, aku pikir Indonesia adalah gudangnya. Perayaan sering semarak. Perayaan apa saja.

Entah itu perayaan mahal atau murah, tapi kesemarakan tak bisa dipisahkan. Iklim tropis di Indonesia juga mendukung kesemarakan.

Artinya hanya dengan musim kemarau dan hujan, hambatan kesemarakan hanya di musim hujan. Kalau musim kemarau, maka kesemarakan akan menggejala.

Salah satu kesemarakan di Indonesia adalah 17-an atau  Agustusan. Kesemarakan (apalagi setelah pandemi landai), kembali datang di Agustusan. Kesemarakan untuk memperingati kemerdekaan Republik Indonesia.

Lebih lagi, Agustus identik dengan musim kemarau, jarang hujan. Maka, kesemarakan cenderung diamini oleh iklim.

Salah satu bentuk kesemarakan Agustusan adalah hiasan di kampung-kampung. Nah, sudah sejak lama saya lihat, hiasan itu terbuat dari plastik.

Ada bendera kecil dari plastik. Kemudian ada rumbai-rumbai dari plastik. Ada juga hiasan dari sedotan plastik. Kreatif! Semua dari plastik dikreasikan jadi hiasan.

Dari yang saya tahu, plastik tersebut tidak semuanya dari bahan yang sudah terpakai. Tapi, adalah bahan plastik yang baru beli. Misalnya membeli kantong plastik untuk hiasan.

Tapi bagaimana jika Agustusan itu selesai? Hiasan dari plastik itu akan ke mana? Apakah akan disimpan untuk Agustusan tahun depan?

Kemungkinan tidak akan disimpan. Sebab, hiasan dari plastik warnanya akan pudar karena terus disengat matahari. Kemungkinan, hiasan plastik itu akan jadi sampah.

Sampah plastik akan bertambah. Tahu sendiri kan sampah plastik adalah yang tak ramah dengan lingkungan?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan