Mohon tunggu...
Ikrom Zain
Ikrom Zain Mohon Tunggu... Tutor - Content writer - Teacher

Hanya seorang pribadi yang suka menulis | Tulisan lain bisa dibaca di www.ikromzain.com

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Segudang Manfaat "Planner Tools" bagi Para Pekerja

25 Maret 2020   07:53 Diperbarui: 25 Maret 2020   13:06 291
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Bekerja cerdas adalah kunci kesuksesan. Saya sangat sependapat dengan kalimat itu. Bekerja tidak hanya masalah seberapa banyak waktu dan tenaga yang kita curahkan tetapi juga mengenai bagaimana otak kita bekerja untuk mencapai tujuan kerja tersebut.

Bekerja berarti pula sebuah proses panjang untuk mendapatkan sesuatu. Di dalam proses tersebut, termaktub rencana-rencana, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang yang harus diselesaikan dengan tepat waktu. 

Sejak sekolah dulu, saya selalu berprinsip untuk merampungkan pekerjaan beberapa hari sebelum dikumpulkan. Saya yang gampang panik akan mengalami disorientasi ketika mengerjakan tugas dengan sangat mepet. 

Saya lebih memilih membuang waktu leha-leha saya untuk mengerjakan dahulu tugas yang diberikan. Barulah, saat tugas telah selesai, saya bisa berleha-leha sambil mengecek kembali tugas yang telah saya rampungkan.

Makanya, hingga sekarang pun, saya selalu membuat perencanaan kerja (planner tools) yang akan saya lakukan. Dimulai dari Senin hingga Minggu, saya biasanya menyusun jadwal ini pada hari Sabtu. 

Saya coba susun sedemikian rupa hingga waktu untuk bersantai pun saya susun meski cukup fleksibel juga. Sebenarnya ada beberapa aplikasi yang bisa digunakan, seperti hubplanner, savior, dan lain sebagainya. Namun, saya memilih menggunakan Ms. Excel saja agar lebih mudah.

Saya sendiri memiliki 3 pekerjaan. Menulis, mengajar, dan mengorganisasi bimbingan belajar. Dalam satu hari, saya bagi tubuh saya untuk mengerjakan tiga pekerjaan tersebut. 

Semua saya coba mendapatkan porsi masing-masing agar bisa berjalan baik. Meski, walau sudah saya pilah sedemikian rupa, masih saja ada titik kelemahan dari planner tools yang saya buat. Namanya juga manusia. 

Kelemahan tersebut biasanya muncul jika ada pekerjaan yang berhubungan dengan orang lain yang tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. 

Misalkan nih, pada saat ada proyek menulis, saya yang kebagian menyunting harus bersabar menunggu penulis lain yang belum selesai merampungkan naskahnya. 

Akibatnya, ada jadwal kosong yang seharusnya bisa saya gunakan untuk menyunting naskah tetapi malah tidak bisa terpakai dengan baik. Makanya, saya biasanya memberi tambahan pekerjaan ekstra saat ada faktor X seperti ini. Agar waktu saya tak terbuang sia-sia. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun