Mohon tunggu...
Ikrom Zain
Ikrom Zain Mohon Tunggu... Content writer - Teacher

Hanya seorang pribadi yang suka menulis | Kebetulan pernah dinominasikan pada ajang Kompasiana Award 2019 Kategori Best in Citizen Journalism | Tulisan lain bisa dibaca di www.ikromzain.com

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Bisakah "KKM" Rapor Menulis K-Reward Kompasiana Diturunkan?

24 Juni 2019   09:00 Diperbarui: 24 Juni 2019   09:02 0 11 6 Mohon Tunggu...
Bisakah "KKM" Rapor Menulis K-Reward Kompasiana Diturunkan?
Ilustrasi - K-Reward, - Dok. Kompasiana

Beberapa hari lalu, saya mendapat informasi melalui surel dari Pengelola Kompasiana.

Wah, ada apa nih? Saya mulai bertanya-tanya. Kebetulan, saya mendaftarkan akun Kompasiana ini melalui email di Yahoo.com. Email kedua yang jarang saya buka kecuali kalau sedang mujur menang lomba dan harus mengirimkan identitas diri.

Saya kan sedang tidak menang lomba? Rupanya, email tersebut berisi informasi mengenai pengiriman dana K-Reward yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Ya Allah, saya sampai lupa kalau masih punya piutang dengan admin Kompasiana.

Alhamdulillah, rezeki tak terduga itu datang juga. Saya pun lalu mulai mencari informasi lagi mengenai tata cara verifikasi akun GO-JEK milik saya yang sering gagal. Untunglah, setelah bertemu dengan seorang driver GO-JEK, saya dibantu untuk melakukan verifikasi dan berhasil. Artinya, saya bisa tenang kembali sambil menunggu kiriman dana dari admin Kompasiana.

Sebenarnya, saya tak terlalu risau dengan K-Reward ini. Pada tahun lalu, dana K-Reward biasanya saya gunakan untuk mengisi pulsa atau membayar tagihan BPJS Kesehatan. Walau tak banyak, dana dari Kompasiana sangatlah berguna. Meski tidak sampai sejuta, ada kebermanfaatan di dalamnya.

Itulah yang sering saya syukuri ketika ada pengumuman siapa saja yang berhak mendapatkan dana tersebut. Nama saya masih saja nangkring walau seringkali di posisi buncit. Kalau tidak di peringkat 40an, 50an, ya 60an.

Saya berpikir bahwa K-reward ini sebenarnya rapor bagi konsistensi menulis kita. Kala saya sedang niat dan istoqomah, maka jumlah yang saya dapat juga lumayan. Begitu pula sebaliknya. Meski memang jumlah dari penghargaan ini cukup misterius bagi saya, itu tak menjadi masalah.

Memang, ada beberapa rekan yang bilang untuk menulis di bidang tertentu seperti politik atau menggunakan teknik SEO tertentu agar mendapat K-Reward tinggi. Memang, dorongan ini ada dan sah-sah saja untuk dijalani. Namun, jika saya melakukannya, saya malah kehilangan esensi menulis di Kompasiana. Menulis apa yang saya suka dan apa yang saya tahu dan terngiang-ngiang di otak saya. Ya, dibikin simpel saja.

Nah, satu hal yang patut dicermati mengenai K-reward ini adalah mulai tertariknya teman-teman nyata saya untuk menulis di Kompasiana. Banyak yang bertanya, apa yang bisa didapat kala menulis di Kompasiana. Ya langsung saya jawab dapat uang lah dalam bentuk Go-Pay.

Pertanyaan yang sering muncul mengenai 1 buah artikel dihargai berapa. -Dokpri
Pertanyaan yang sering muncul mengenai 1 buah artikel dihargai berapa. -Dokpri
Mereka pun kembali bertanya mengenai mekanisme serta syarat dan ketentuan yang berlaku. Saya jawab dengan artikel mengenai tata cara K-Reward yang ditulis oleh admin Kompasiana. Berbagai tanggapan pun muncul. Ada yang mulai semangat berkeinginan menulis namun ada yang maju mundur.

Bisa jadi, mereka yang masih ya dan tidak, ada keraguan kala syarat mengenai jumlah minimal 3.000 views untuk monetisasi K-reward. Mungkin, karena jarang menulis, bagi mereka syarat tersebut cukup berat. Mendapat 100 views saja juga mungkin berat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN