Mohon tunggu...
Ikhsan Fadillah
Ikhsan Fadillah Mohon Tunggu... Lainnya - Pelajar

Godson

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Makna Kegagalan

24 Februari 2021   21:14 Diperbarui: 24 Februari 2021   21:34 130
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Novel. Sumber ilustrasi: PEXELS/Fotografierende

"Dug..duggg.dug.. ayoooo... tembak bolanya.... Semangatttt!!!" Suara di sebuah lapangan basket yang mempertemukan antara Smp Angkasa dan Smp Bintang di perempatan Final di sebuah kejuaraan basket antar SMP, skor saat itu 24-28 dan sisa waktu tinggal 2 menit lagi.

Di sisa waktu yang tinggal sedikit lagi Tim Bintang sedang menyerang bola dan Tim Angkasa mengharuskan mempertahankam ringnya agar bola itu tidak di masukan oleh Tim Bintang agar point mereka tidak semakin menjauh, " prit.. Foulout.. tiup seorang wasit dan menunjuk james untuk keluar lapangan" lalu kyrie dan kevin menghampiri wasit untuk meminta dipikirkan lagi tentang fouls tadi, namun apa yang sudah di putuskan wasit tidak bisa di ganggu gugat lagi oleu siapapun dan karena itu Tim Bintang menang atas Tim Angkasa dengan skor akhir 36-30 dan Tim Bintang gugur di kejuaraan itu.

"James apa yang tadi kamu lakuin!" sahut kyrie kepada james di ruang ganti dan semua pemain sedang menyesali kekalahan pertandingan tadi. 

"kamu udah punya 4 fouls kenapa tadi di akhir kamu tambah sih james" kevin menimbalnya, "kalau tadi ga aku fouls bukan aku yang keluar tapi si jeff, kamu mau kita main tanpa pemain tinggi untuk merebound bola di situasi akhir tadi?" balas james dengan lantang kepada kyrie dan kevin sambil melempar handuk ke lantai, "sudah sudah, apa apaan kalian ini! Kalian masih mau mengingat pertandingan tadi bukan mengingat atau mengoreksi kesalahan kalian masing masing haa!?!?!?" bentak pelatih Tim Angkasa. "kyrie,Kevin kalian jangan seenaknya ngomong kaya tadi, apa kamu udah main bagus di pertandingan tadi? James, kalau gamau di foulout deffens kamu harus lebih bagus, tangan jangan usil." Pelatih dengan tegas menyudahi permasalahan tadi dan langsung keluar agar para pemain yang dapat memikirkannya sendiri kesalahan mereka masing masing.

Di sesi latihan Kyrie,Kevin,James biasanya sangat akrab bertiga namun pada latihan kali ini mereka bertiga malakukan latihan dengan saling jauh jauhan dikarenakan pertandingan yang kemarin kemarin mereka jalani. Namun saat pelatih menyadari akan hal itu mereka ber3 di panggil untuk membicarakan apa yang terjadi. 

"kalian ini seperti anak kecil yang tidak dibolehkan membeli barang yang dia inginkan, hanya menangis dan marah jika tidak dapat benda itu dan saat dia dapat itu dia hanya tersenyum sebentar lalu meninggalkannya, ya tersenyum sebentar dan meninggalkannya itu pasti terjadi ke kalian karena jika kalian kemarin menang di pertandingan itu dan bahkan menjuarai kejuaraan itu, kalian hanya tersenyum karena kalian dapat piala itu tanpa tau bahwa kalian sudah berjuang bersama dan tidak tau kalau itu berkat hasil latihan kalian selama ini, lalu setelahnya kalian hanya akan menjadi malas latihan karena sudah merasa di atas dan tidak ada yang bisa menjatuhkan kalian, kalian seharusnya belajar di manapun dan di situasi apapun bahwa semuanya ada maknanya ada artinya yang setiap kalian lakuin, sekarang kalian saling maafan dan pikirkan yang tadi saya katakan dan tanamkan di hati dan otak kalian." 

Mereka bertiga terdiam dan hanya bisa saling minta maaf lalu berpelukan, setelahnya mereka berlatih seperti biasa dengan semangat baru dan tujuan baru dan senyuman baru.

Namun itu adalah kejuaraan terakhir mereka di Smp Angkasa dan mereka belum menyumbangkan satu pialapun kepada Smp mereka dan pelatih mereka, padahal mereka bertiga sudah menjadi harapan bagi pelatihnya, namun hasil berkata lain dan mengaharuskan mereka melanjutkannya semua yang baru di Sma pilihan mereka.

Mereka bertiga dapat tawaran untuk meneruskan di Sma yang sudah terkenal akan tim basketnya yaitu Sma CLS dan sudah dijamin bakal masuk, mereka sempat berunding mau kemana mereka akan berlabuh untuk perjalanan yang baru dan lebih menantang, james dengan entah apa pikirannya berpikir untuk masuk Sma yang tidak ada trend bagus di basketnya yaitu Sma SLV "gimana kalau kita coba masuk sma ini, kalau kita tidak lolos baru masuk Sma CLS kan kita sudah pasti masuk" kevin awalnya membantah jangan asal asal karena kita ini udah satu paket untuk masuk sebuah tim namun kyrie membujuknya dan mereka bertiga akhirnya sepakat dengan ide dari james.

Hasil pengumuman lolos masuk Sma keluar dan mereka bertiga ternyata di Sma SLV dan mau gamau mereka harus berjuang dengan sangat keras agar Sma ini bisa mendapat piala di basketnya. Latihan demi latihan mereka lakukan seperti biasa, dan pada akhirnya mereka tau mengapa eskul basket di sekolahnya tidak bisa bersaing dengan sekolah lainnya bahwa sekolah mereka tidak mendukung adanya eskul basket ini, namun karena akan hal itu mereka bertiga jadi nambah semangat dan akan membuktikannya kepada sekolahnya bahwa eskulnya bisa membawakan piala kepada sekolahnya.

Di 3 bulan mereka sudah menjadi tim basket Sma SLV Sma mereka mengadakan latih tanding dengan Smp Bintang, dan saat ingame kami menang dengan telak. Sekolah mereka latih tanding itu untuk persiapan kejuaraan yang akan diadakan 3 bulan lagi dan waktu mereka tidak banyak lagi. Dan mereka juga tau lagi bahwa alasan kenapa sma mereka tidak bisa bersaing dengan Sma lainnya yaitu bahwa anak anaknya sering terlambah latihan dan itu tidak boleh untuk sebuah tim, karena waktu mereka tidak banyak lagi, kyrie dan james malah terbawa kebiasaan anak anak yang lainnya yang menjadikan mereka sering terlambat untuk latihan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun