Mohon tunggu...
Iis Suwartini
Iis Suwartini Mohon Tunggu... Dosen PBSI FKIP Universitas Ahmad Dahlan

Iis Suwartini merupakan dosen di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta sejak tahun 2014. Mengajar pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Saat ini sedang menempuh studi S3 pada jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Sebelas Maret (UNS). Penulis aktif menulis kolom opini, cerpen, cerita sejarah dan cerita misteri di beberapa koran.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama Pilihan

Pentingnya Pelajaran Sejarah

7 April 2021   06:13 Diperbarui: 7 April 2021   07:42 176 3 0 Mohon Tunggu...

Sejarah secara etimologi berasal dari kata "syajaratun" (dibaca: sajadah) dari bahasa Arab yang artinya adalah "pohon kayu". Pohon kayu yang dimaksud adalah suatu pengibaratan sejarah yang merupakan runutan peristiwa terjadinya sesuatu. Pelajaran Sejarah tidak hanya menghadirkan cerita masa lalu tetapi juga sumber informasi untuk dijadikan pembelajaran dalam kehidupan. Jika melihat dari maknanya sejarah memiliki empat fungsi.

Pertama, fungsi inspiratif yaitu suatu peristiwa sejarah dapat menginspirasi kehidupan serta memiliki pesan moral bagi bangsa Indonesia. Hal tersebut dikarenakan terdapat pelajaran yang dapat di petik pada peristiwa tersebut. Kita dapat belajar tentang pengorbanan dan perjuangan dari peristiwa Bandung Lautan Api. Sekitar ratusan ribu penduduk membakar rumah mereka demi kedaulatan dan kehormatan bangsa. Mereka tidak rela menyerahkan kota Bandung kepada penjajah dan lebih baik membumihanguskannya agar tidak dapat dimanfaatkan oleh penjajah. Bagi mereka kehilangan harta benda jauh lebih baik daripada tunduk pada penjajah.

Kedua, fungsi edukasi yaitu sejarah bisa digunakan untuk media dalam pembelajaran. Kita bisa belajar apa saja melalui sejarah. Seperti halnya belajar konsep kesetaraan gender melalui kisah Dewi Sartika. Beliau adalah salah tokoh perjuangan yang berjuang dalam bidang pendidikan. Dewi Sartika mendirikan sekolah khusus perempuan yang diberi nama Sakola Istri.Tujuan sekolah tersebut berdiri untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi perempuan.

Ketiga, fungsi rekreasi yaitu sejarah berfungsi menghibur. Kita dapat belajar sejarah sambil berpetualang contohnya saja dengan melakukan study tour ke tempat bersejarah. Seperti Gedung Sate, Monumen Nasional, Benteng Van Der Wijck, Candi Borobudur, Petilasan Keraton Pajang, Lawang Sewu dan masih banyak lagi yang lainnya. Hal tersebut tentu akan menjadi pengalaman yang menarik. Kita dapat belajar sejarah sekaligus berekreasi. Wisata sejarah tentu tidak kalah bagus dengan wisata hiburan lainnya.

Keempat, fungsi instruktif yaitu sejarah dapat memberikan pengetahuan yang bersifat teoritis. Misalnya saja untuk mengetahui taktik militer pada zaman penjajahan kita dapat belajar dari kisah  Jendral Sudirman. Beliau menerapkan strategi perang gerilya. Fungsi instruktif mempunyai peran menyampaikan pengetahuan atau keterampilan

Salah satu upaya untuk menanamkan nasionalisme yaitu melalui pelajaran Sejarah. Guru memiliki peranan penting dalam menanamkan nasionalisme kepada siswanya. Guru sejarah perlu memberikan penguatan dan motivasi agar siswa dapat memetik pesan moral dan menerapkannya dalam kehidupan. Sejarah merupakan ilmu yang mempelajarai kehidupan masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. Hal tersebut menjadikan pelajaran sejarah sangat penting dalam kehidupan.

Melalaui pelajaran sejarah siswa dapat belajar sejarah bangsa Indonesia, menghargai jasa para pahlawan, memupuk persatuan dan kesatuan, mengharagai perbedaan suku. ras dan agama, serta cinta tanah air. Jika sejak dini siswa dikenalkan dengan sejarah bangsanya maka akan tumbuh rasa nasionalisme. Rasa nasionalisme yang telah tertanam pada diri siswa dapat memelihara kesatuan NKRI baik pada saat ini maupun yang akan datang. Karena merekalah generasi penerus bangsa.

Iis Suwartini, M.Pd. Dosen PBSI FKIP Universitas Ahmad Dahlan

VIDEO PILIHAN