Iqbal Iftikar
Iqbal Iftikar Freelancer

Pecinta kartu pos, postcard blogger, penikmat balapan (Formula 1, MotoGP, FormulaE, IndyCar), pengguna kendaraan umum. Opini saya bukan diri saya. Menulis sebagai kebutuhan diri dan jiwa.

Selanjutnya

Tutup

Atletik

Mengenal Venue Asian Games 2018

2 Juni 2018   16:00 Diperbarui: 2 Juni 2018   16:04 995 2 0
Mengenal Venue Asian Games 2018
Stadion Utama GBK. Foto oleh Yoshiharu10 (sumber: commons.wikimedia.org)

Sebuah ajang multi-events olahraga tidak mungkin terlaksana tanpa adanya tempat bertanding. Begitu juga Asian Games 2018 yang akan dilaksanakan Agustus mendatang. Keunikan yang ditawarkan oleh Asian Games kali ini adalah pelaksanaan yang diadakan di dua kota berbeda, Jakarta dan Palembang.

Kilas balik ke tahun 1962, ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games IV, saat pembangunan terbesar di awal kemerdekaan Indonesia. Stadion Utama dan fasilitas pendukungnya dibangun di daerah Senayan. Pada pelaksanaannya, komplek olahraga tersebut menjadi venue untuk 13 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Gelora Bung Karno Hari Nanti

56 tahun berlalu, Gelora Bung Karno kembali menjadi tuan rumah bagi perhelatan olahraga akbar se-Asia ini. Sama seperti sebelumnya, karena memang GBK tidak bisa berkembang ke mana-mana lagi, GBK hanya mampu menjadi venue bagi 13 cabang olahraga dari total 40 cabang yang dipertandingkan.

Ketigabelas cabang tersebut antara lain: atletik, badminton, bola basket, olahraga air, bola voli, hoki lapangan, baseball, panahan, rugby sevens, squash, anggar, karate dan seni bela diri (kurash dan sambo).

Stadion Utama GBK akan diperlakukan sebagai titik pusat dari kegiatan Asian Games nanti dengan diadakannya upacara pembukaan dan penutupan serta dipakainya stadion untuk venue inti olahraga, atletik. Ada beberapa rumor juga yang menyatakan bahwa SUGBK akan digunakan sebagai venue final sepakbola putra sehari sebelum upacara penutupan walau masih harus diklarifikasi mengingat stadion harus disiapkan untuk upacara.

Fasilitas di komplek GBK pun sudah direnovasi dan siap untuk digunakan. Beberapa lapangan yang tidak menyediakan tribun penonton seperti lapangan panahan akan disiapkan tribun temporer selama pertandingan.

Bagaimana nasib 27 cabang olahraga lainnya?

Klaster Pendukung GBK

Sebagai pendukung fasilitas yang sudah tersedia di GBK, Panitia Pelaksana Asian Games Indonesia (Indonesia Asian Games Organizing Committee/INASGOC) telah menyiapkan 3 klaster venue lainnya selain GBK: klaster Jakarta, Jawa Barat dan Palembang.

Di klaster Jakarta, venue tersebar di seluruh kota. Venue yang terbesar dengan cabang olahraga terbanyak adalah Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, yang akan menjadi venue untuk 10 cabang olahraga berbeda: tinju, contract bridge, senam, judo, kabaddi, seni bela diri (Jujitsu dan Wushu), tenis meja, taekwondo, angkat beban dan gulat.

Selain JIEXPO, Pantai Marina Ancol pun menjadi venue untuk olahraga laut seperti layar dan jet ski. Di Jakarta Selatan, Stadion Pertamina Simprug menjadi venue pendukung untuk cabang olahraga bola voli.

Di Jakarta Timur, terdapat empat tempat yang akan digunakan: Velodrome Rawamangun untuk cabang balap sepeda nomor lintasan, Equestrian Park dan BMX Center Pulomas untuk cabang equestrian (berkuda) dan balap sepeda nomor BMX dan Padepokan Silat TMII untuk cabang seni bela diri nomor pencak silat.

Di luar Jakarta, beberapa kota dan kabupaten di Jawa Barat juga ditunjuk sebagai venue penunjang Asian Games. Untuk cabang sepak bola putra, INASGOC memilih 5 stadion di Jawa Barat sebagai venue: stadion Jalak Harupat, Bandung; Stadion Pakansari, Bogor; Stadion Patriot, Bekasi; Stadion Wibawa Mukti, Cikarang; dan Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung.

Selain sepak bola, cabang lain yang dipertandingkan di Jawa Barat adalah: paragliding di Gunung Mas, Puncak; pancalomba modern (modern pentathlon) di Arthayasa Stables, Depok; balap sepeda nomor MTB dan road race di Subang dan kano nomor slalom di Bendung Rentang, Majalengka.

Venue sebanyak itu pun ternyata belum cukup untuk mengakomodir 40 cabang olahraga yang dipertandingkan. Cabang olahraga yang belum terakomodir di Jakarta dan Jawa Barat akan dimainkan di venue klaster Palembang.

Stadion Gelora Sriwijaya di JSC. Foto oleh Dgamot76 (sumber: commons.wikimedia.org)
Stadion Gelora Sriwijaya di JSC. Foto oleh Dgamot76 (sumber: commons.wikimedia.org)
Di Palembang, hampir semua venue terkonsentrasi di Jakabaring Sport City (JSC). Hanya Stadion Bumi Sriwijaya saja yang tidak termasuk di JSC dan akan digunakan sebagai pendukung Stadion Gelora Sriwijaya untuk cabang sepak bola putri.

Cabang lain yang akan dipertandingkan di JSC antara lain: tennis, kano nomor sprint dan perahu tradisional (perahu naga), dayung, sepak takraw, bowling, panjat tebing, voli pantai, menembak dan olahraga roller.

Bagi yang ingin menonton pertandingan Asian Games, info setiap cabang olahraga sudah dapat diakses di situs resmi Asian Games.

Sudah siap menyambut Asian Games yang tinggal 77 hari lagi?