Mohon tunggu...
Ida Aini Fitriyah Aprilianita
Ida Aini Fitriyah Aprilianita Mohon Tunggu... Mahasiswa

Memberi adalah menerima, dan memberi adalah sejatinya kasih sayang~🍃

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Relevansi Karakteristik Kepesantrenan

22 Mei 2020   23:48 Diperbarui: 23 Mei 2020   08:26 21 1 0 Mohon Tunggu...

Pada kesempatan kali ini yang akan diulas yaitu tentang relevansi karakteristik pesantren, dimana pasti terdapat pola umum, kultur(budaya), serta karakteristik yang terdapat dalam pesantren itu sendiri.

 1. Pola Umum Pesantren. 

Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan pondok pesantren, terdapat pola-pola umum didalamnya. Pola merupakan model yang digunakan dalam lingkup pesantren, biasanya pola ini berkaitan dengan proses pengajaran. Pengajaran yang diberikan didalam pesantren berupa ajaran agama dalam segala macam bidangnya misal ilmu fikih, Ushul fikih, Akidah Ahklak, tasawuf, ilmu nahwu, tafsir Al-qur'an dan hadist, dsb.
Perkembangan di pesantren dikelola langsung oleh Kyai (pengasuh) dengan bantuan para santri. Dimana Kyai sebagai tokoh sentralnya dan masjid sebagai lembaga pesantren.
Kegiatan yang dilakukan di setiap pesantren berbeda, meski terdapat pola yang sama dalam masing-masing pondok pesantren. Pada pesantren-pesantren di Indonesia, umumnya terdapat pondok sebagai asrama (tempat tinggal) santri, sedang masjid sebagai pusat lembaga pesantren. Dimana disini Kyai sebagai pendidik dan santri sebagai peserta didik. Namun semua itu terdapat pada pesantren-pesantren terdahulu, masa sekarang pesantren telah mengembangkan sistem pendidikannya dengan mendirikan madrasah sebagai lembaga pendidikan yang mencangkup pendidikan umum maupun agama, di sini pula biasanya santri dibimbing oleh ustadz maupun ustadzah. Sistem yang seperti ini sering dikenal sebagai sistem pendidikan klasikal.

 2. Kultur Pesantren. 

Kultur pesantren merupakan budaya yang ada didalam pondok pesantren. Dimana budaya ini sangat mempengaruhi pola pikir, mental, dan karakter diri pada santri. Orientasi atau tujuan dari adanya kultur pesantren, diharapkan mampu membentuk dan mencetak pribadi yang beriman sempurna, berilmu luas serta berakhlak baik. Sebenarnya kultur pesantren sangat berkaitan dengan pola (model) pesantren serta metode pengajaran yang digunakan didalam pesantren. Adanya kedua unsur inilah yang menjadi kultur tersendiri dari suatu pondok pesantren. Ada 2 metode pengajaran yang lazim digunakan di pondok pesantren yakni pengajaran yang bersifat tradisional (salaf) dan pengajaran yang bersifat modern. Metode salaf biasanya dilakukan dengan menganut kebiasaan-kebiasaan lama yang telah ada pada pesantren tersebut. Sedangkan, metode modern biasanya lebih ke memasukkan cara-cara baru yang lebih canggih dalam pengajarannya, tanpa menghilangkan kebiasaan lama secara keseluruhan, bisa dibilang memodifikasikan keduanya. Hal ini tidak lain untuk menunjang berkembangnya sebuah pesantren.


 3. Karakteristik Pesantren. 

Karakteristik pesantren dapat dilihat dari adanya beberapa elemen yakni kyai, santri, pondok atau asrama, masjid, serta pengajaran berdasarkan kitab klasik atau kitab kuning.

VIDEO PILIHAN