Mohon tunggu...
Icha Prastika Quraisyin
Icha Prastika Quraisyin Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Pendidkan Bahasa Sunda

Menaruh jejak menggores pena

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

KKN-T UPI 2022: Daur Ulang Sampah Mulai dari Siswa SD hingga SMA di Lembang

7 Agustus 2022   23:15 Diperbarui: 11 Agustus 2022   22:30 93 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Dokumentasi sosialisasi sampah (sumber: dokpri)

Permasalahan terkait sampah memang menjadi salah satu permasalahan yang cukup kompleks. Sampah sudah tumbuh bersama kita dalam kehidupan sehari-hari hal ini menyebab kan sampah terus bertambah dan menumpuk. Menurut Kementrian Lingungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2021 tercatat Indonesia menghasilkan sampah sebanyak 21,88 juta ton. Agar sampah yang dihasilkan bisa terus berkurang setiap tahunnya, tentu harus ada upaya untuk menanggulanginya. Salah satu cara pengelolaan sampah ialah dengan mendaur ulang sampah itu sendiri diberbagai kalangan contohnya siswa, baik itu siswa SD maupun SMP atau bahkan SMA sekalipun merupakan subjek yang memiliki tanggung jawab yang sama perihal sampah ini.

Permasalahan sampah ini berkesinambungan dengan program Sustainable Development Goals (SDG's) desa yaitu program pembangunan berkelanjutan serta upaya untuk menjaga peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam berbagai aspek. Program SDG's sendiri terdiri dari 18 program, salah satu program yang menjadi fokus dalam kegiatan KKN ini ialah program nomber 12 yaitu Konsumsi dan Produksi Desa yang mencakup dari 4 indikator.

Sejak tanggal 11 Juli 2022 hingga 10 Agustus 2022 Universitas Pendidikan Indonesia mengadakan kegiatan KKN Tematik Pemberdayaan Masyarakat Berbasis SDG's desa. Hal ini menjadi kesempatan yang baik untuk bisa membantu mewujudkan program SDG's desa. Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang menjadi sasaran yang cocok untuk permasalahan konsumsi dan produksi desa. Melihat dari cara berkonsumsi masyarakat yang melibatkan banyak bahan-bahan yang berpotensi menghasilkan banyak sampah seperti pelastik, kaleng, dll.

Untuk menganggulangi permasalahan sampah ini tentunya memerlukan beberapa usaha salah satunya ialah mendaur ulang sampah yang sudah tak terpakai agar bisa digunakan kembali. SDN Merdeka, SMPN 6 Lembang dan SMA Islam Al-Musyawarah Lembang menjadi fokus utama dalam kegiatan ini, siswa menjadi sasaran utama agar mereka bisa membiasakan diri sedari dini untuk menjaga lingkungan. Kegiatan ini diawali dengan memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai apa itu sampah, jenis-jenis sampah, dampak dari sampah dan cara menanggulanginya. Sosialisasi ini dilakukan dengan konsep persentasi dan diskusi.

Dokumentasi praktik di SDN Merdeka (sumber: dokpri)
Dokumentasi praktik di SDN Merdeka (sumber: dokpri)
Dokumentasi praktik di SMPN 6 Lembang (Sumber: dokpri)
Dokumentasi praktik di SMPN 6 Lembang (Sumber: dokpri)
Dokumentasi praktik di SMA Islam Al-Musyawarah Lembang (Sumber: dokpri)
Dokumentasi praktik di SMA Islam Al-Musyawarah Lembang (Sumber: dokpri)
Setelah sosialisasi dilakukan, pertemuan selanjutnya ialah praktik langsung dengan teori yang sebelumnya diberikan. SDN Merdeka memanfaatkan botol bekas untuk dijadikan pot bunga lalu ditanami dan disimpan di depan kelas. Kegiatan ini bahkan memberikan dua manfaat sekaligus yaitu pemanfaatan barang bekas dan penanaman pohon agar terlihat asri dan sehat. SMPN 6 Lembang memanfaatkan barang bekas seperti kardus, kaleng, kaset bekas, dan koran untuk membuat pojok baca. Sedangkan SMA Islam Al-Musyawarah memanfaatkan barang bekas seperti pipa paralon bekas dan cup icecream untuk dijadikan tempat tanaman hidroponik. Kegiatan ini pun diterima baik oleh kalangan siswa terbukti dengan mengirimkannya kesan dan pesan selama kegiatan.

Kesan pesan siswa SDN Merdeka
Kesan pesan siswa SDN Merdeka

Icha Prastika Quraisyin (Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia. Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra. Departemen Pendidikan Bahasa Sunda)

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan