Mohon tunggu...
Anisa Rizky
Anisa Rizky Mohon Tunggu... Guru - Seorang pendidik yang mencintai dunia bahasa dan sastra Indonesia

Penulis |Guru|

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Deteksi Dini Gejala Philophobia: Ketakutan akan Cinta

14 April 2017   13:29 Diperbarui: 16 April 2017   02:00 17615
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber: https://www.linkedin.com/pulse/philophobia-noor-fadilah-arifin

Ketika seseorang telah menginjak usia dewasa, maka naluri manusiasecara alamiah adalah menikah, membangun keluarga bahagia, dan memilikiketurunan. Apalagi dia adalah seorang wanita. Ambisi untuk segera menikah pastisangat diidamkan oleh para kaum hawa. Dia akan berusaha mendapatkan jodohnyadengan cara apapun. Misalnya, dengan berpacaran, meminta dijodohkan, ataumengejar cinta pria idaman. 

Ketika seorang wanita jatuh cinta dia akanmelakukan segala daya dan upaya untuk mendapatkan cinta dari pria idamannya.Baginya cinta merupakan anugerah terindah yang Tuhan kirimkan kepadanya.Makanya, dia akan berjuang hingga titik darah penghabisan untuk mendapatkancinta dari “sang pangeran” dan bisa menikah dengannya. Tetapi bagaimana jika cintaadalah suatu ketakutan terbesar dan teramat dahsyat yang menggerogoti sebagianatau seluruh hidup wanita? 

Dalam ilmu psikologi ada salah satu phobia yang bernama Philophobia. Kata Philophobiaini berasal dari bahasa Yunani. Philoartinya cinta, dan phobia artinyatakut, jadi Philophobia adalah suatupenyakit mental pada diri seseorang (khususnya wanita) yang takut untuk jatuhcinta dan dicintai. Pada dasarnya mereka sama saja seperti manusia lainnya,pernah merasakan jatuh cinta hanya saja mereka akan selalu berusaha menghindardari apapun tentang cinta. 

Mereka juga ingin dicintai, tetapi dalam batinnyaada suatu ketakutan yang berlebihan tentang cinta yang mengakibatkan merekasulit untuk membangun sebuah hubungan. Wanita pengidap philophobia mempunyai latar belakang yang mengakibatkan merekamenjadi takut untuk mencintai dan dicintai seseorang. Salah satu latar belakangpengidap philophobia adalah merekamengalami broken home saat usia masihdini. 

Ketika mereka masih kecil,keluarga mereka sudah hancur berantakan. Sang ayah, yang harusnya bisa menjadi tamengpelindung bagi dirinya justru adalah seorang pengkhianat pertama yang telahmenyakiti dan menyia-nyiakan hidupnya. ForYour Information, wanita  yang dekatdengan ayahnya dapat membangun hubungan baik dengan pasangannya. Kesejahteraanmental dan fisik akan didapatkan sang anak saat ia berumur 33 tahun, jika iadekat dengan ayahnya sewaktu mereka berusia 0-16 tahun. 

Pasalnya, usia 0-16tahun adalah masa pembangunan karakter artinya pada masa itu karakter seoranganak dibangun. Jika pada masa itu sang anak perempuan dekat dan mendapatkanperlakuan baik dari ayahnya maka dia akan tahu barometer pria idaman ituseperti apa. Sebaliknya, jika pada masa itu sang anak perempuan tidak dekatdengan ayahnya (apalagi disia-siakan oleh ayahnya) maka dia akan jatuh cintakarena krisis kepercayaan kepada pria yang disebabkan oleh pengalaman masa laluyang sangat buruk dari sang ayah. 

Oleh sebab itu, sangat diutamakan kalau sangayah harus bisa menjadi “ayah yang baik” saat anak berusia 0-16 (jadi tidakboleh lebih dari 16 tahun). Jika anak perempuan tidak dekat dengan ayahnya padamasa tersebut, bisa menyebabkan sang anak mengidap Philophobia. Berikut merupakan gejala-gejala seseorang yangmengidap Philophobia:

  1. Susah Move On

Pengidap Philophobia bercermindari pengalamannya di masa lalu, sehingga dirinya sangat mengkhawatirkan masadepan. Sebenarnya tidak salah, jika mereka hanya mengambil pelajaran yangterjadi di masa lalu untuk dijadikan bahan pembelajaran. Akan tetapi,kekhawatiran mereka yang tidak wajar tersebut berubah menjadi rasa takut yangsangat berlebihan sehingga mereka tidak bisa menjalani hidup dengan “normal”.Penyianyiaan yang dilakukan oleh ayahnya di masa lalu merupakan suatu trauma yang amat mendalam untuk dirinya. Hal itu takkan pernah mereka lupakan walaupun raga mereka telah tiada.

    2.  Mindset yang Salah

Mindset ialah pola pikir yang tertanam di dalam diri seseorang. Mindsettersebut sangat menentukan kualitas kehidupan yang kita jalani. Penyandang Philophobia sejak kecil mempunyai mindset yang salah tentang cinta. Merekahanya menganggap bahwa cinta adalah suatu hal yang sangat menyakitkan,menyedihkan, dan hanya menggoreskan luka. Apabila mindset ini sudah tertanam di dalam diri seseorang, sangat sulitsekali orang lain untuk mengubah mindset tersebut.Karena orang yang sudah telanjur memiliki pola pikir seperti itu akan selalumenganggap bahwa cinta takkan pernah bisa membuatnya bahagia.

     3. Gugup terhadap Pria

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun