Mohon tunggu...
Mercy
Mercy Mohon Tunggu... Administrasi - Ibu dua anak remaja, penggiat homeschooling, berlatarbelakang Sarjana Komunikasi, Sarjana Hukum dan wartawan

Pengalaman manis tapi pahit, ikutan Fit and Proper Test di DPR.

Selanjutnya

Tutup

Politik

Demo Rusuh 411 Menyumbang Kemenangan Trump

9 November 2016   14:11 Diperbarui: 9 November 2016   14:26 4162
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Presiden baru Amerika Donald Trump sepanjang kampanye menyadarkan rakyat Amerika bahwa Islam (garis keras) bahwa adalah pembuat masalah dimana-mana. Dan demo rusuh 411 Indonesia menambah bukti, bahwa Islam (garis keras) memang rajin dan doyan bikin masalah.

Mengapa Islam (gatis keras) bikn masalah? Dari proses  demo 411 terungkap minimal 5 hal bukti bahwa di balik demo rusuh 411 ada think tanker Islam (garis keras)  yang merencanakan dan melaksanakan masalah masalah berikut.

Bahwa demo 411 jelas jelas melanggar kesepakatan, Kepolisian sudah memberi waktu demo sampai pk 18, tetapi berjam jam setelah lewat waktu, para koordinator lapangan dan pemimpin demo masih berkeliaran, dan terjadilah kerusuhan dan kabarnya satu pendukung FPI meninggal, belasan polisi luka parah.

Bahwa pembicara demo dan ratusan pendemo membawa spanduk Bunuh Ahok, Ahok Penista Islam. Itu tindakan melanggar KUHP khususnya hate  speech dan perbuatan tidak menyenangkan. Polisi harusnya menyeret mereka dan memproses. Tindakan itu perlu dilakukan aparat, supaya jangan ada pihak yang merasa bisa menghakimi orang lain, dengan alasan apapun.

Bahwa pendemo ngotot minta Ahok diproses segera, ditangkap segera, tanpa memperdulikan proses hukum dan peradilan Indonesia. Ini tindakan kurang ajar dari perwakilan Islam (baca oknum FPI, HMI, MUI) yang mungkin merasa bisa mengintervensi proses hukum. Padahal jelas, seminggu sebelum 4 Nov, Presiden Jokowi sudah  duluan menegaskan Ahok akan diperoses hukum dengan terbuka.

Bahwa ada Rp100 milyar lebih biaya demo, siapa tuh cukong pemberi dana demo. Kabarnya selain dapat nasi bungkus dan duit Rp 500 ribu untuk ikut demo. Hmmm,  walaupun ada yang tidak, tetapi terbukti peserta demo itu ikut karena dapat duit. jadi itu demo bayaran toh? 

Bahwa pendemo sudah dikasih kesempatan menyampaikan aspirasi kepada pemerintah, Wakil Presiden dan Menkopolhukam. Namun malah ngotot mengejar Presiden Jokowi yang sedang bekerja di luar istana. Bahkan tindakan itu membawa bola liar yang  malah menyudutkan pihak lain yang coba coba cari kesempatan menjatuhkan RI 1.

Kemenangan Trump Mimpi buruk Islam (garis keras)

Untuk teman teman muslim dan muslimah yang rasional, logis, dan menjalankan agama dengan benar, Kemenangan Trump sebagai presideni Amerika bisa jadi angin segar. Yang Trump perangi adalah Islam garis keras, yang doyan memaksakan kehendak,  termasuk ngotot Jakarta harus dipimpin Gubernur beragama islam.  

Maaf, bukankah sebelum Gubernur Ahok (dan Jokowi) Jakarta sudah dipimpin Gubernur yang islam. Dan silakan dengan akal sehat membandingkan penggunaan dana APBD antara Gubernur Ahok versus Foke dan Sutoyoso. Bukan katanya katanya, sebagai warga Jakarta saya rindu sekali, korupsi berjamaah jaman Foke dan Sutiyoso bisa dibongkar  KPK segera.

Kemenangan Trump membuka jalan Kemenangan Ahok?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun