Mohon tunggu...
Mahéng
Mahéng Mohon Tunggu... Penulis - Travel Writer

Lahir di Aceh, Terinspirasi untuk Menjelajahi Indonesia dan Berbagi Cerita Melalui Karya

Selanjutnya

Tutup

Book Artikel Utama

Resensi Buku The Importance of Habits: Membangun Kebiasaan Hebat untuk Menghilangkan Fake Productivity

23 Mei 2024   15:59 Diperbarui: 24 Mei 2024   18:27 230
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi menulis dengan tangan lebih baik untuk otak.(UNSPLASH/GLENN CARSTENS-PETERS via Kompas.com)

Pernahkah kamu merasa hidupmu terasa hampa dan monoton? Merasa sudah sibuk atau produktif di kantor atau di kampus, tapi hasilnya tak sebanding? Tenang, kamu tidak sendirian! 

Banyak orang terjebak dalam fake productivity, terjebak dalam produktivitas palsu.

Listiana Setyaningrum punya solusi untukmu. Kamu mungkin sering mendengar istilah morning person. Ya, mulailah aktivitas dengan bangun pagi. 

Dalam bukunya The Importance of Habits: Menajamkan Kebiasaan Diri untuk Menjadi Orang Berprestasi, Listiana mengatakan bahwa selain memiliki ceklis harian, berdasarkan penelitian, 88% orang sukses memiliki kebiasaan membaca buku minimal 30 menit sehari, dan waktu terbaik untuk membaca buku adalah pagi hari.

Ceklis harian bukan hanya tentang bangun pagi. Ceklis ini bisa berisi berbagai aktivitas yang ingin kamu capai setiap hari, yang sudah kamu susun semalam sebelum tidur. Jadi, sempatkanlah membuat ceklis sebelum tidur alih-alih berselancar di media sosial.


Dengan membuat dan mengikuti ceklis harian, kamu akan lebih terarah dan fokus dalam mencapai tujuanmu. Kamu juga akan lebih termotivasi untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan bahagia.

Buku The Importance of Habits karya Listiana Setyaningrum, nama pena dari Andini Sri Wedari, ini mengajak pembaca untuk menyelami dunia kebiasaan dan bagaimana habits tersebut dapat memengaruhi kesuksesan.

Buku ini diawali dengan penjelasan tentang bagaimana pikiran yang berulang kali akan membentuk kebiasaan. Seperti ketika berkendara, kita akan tahu secara otomatis kapan harus menekan pedal gas atau di mana harus menginjak pedal rem. 

Kebiasaan ini menjadi autopilot yang mengendalikan tindakan kita.

Bagian ini ditegaskan dengan penjelasan ilmiah tentang peran ganglia basal dalam pembentukan kebiasaan (hlm 28). Listiana kemudian membahas tentang disiplin dan kepercayaan diri sebagai kunci utama dalam mencapai kesuksesan (hlm 39).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Book Selengkapnya
Lihat Book Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun