Mohon tunggu...
Huzaimah huzai
Huzaimah huzai Mohon Tunggu... Penulis - Mahasiswa

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Worklife

Dampak Terjebak pada Quarter Life Crisis

25 September 2022   16:23 Diperbarui: 25 September 2022   16:27 144 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Quarter Life Crisis (Sumber: Pribadi)

Quater Life Crisis adalah istilah ketika seseorang yang baru menginjak usia dewasa maupun yang sudah diusia dewasa dengan usia berkisar 18-30 tahun. Istilah ini digunakan oleh anak muda zaman sekarang atau dikenal dengan nama Kaum Milenial

Quater Life Crisis digunakan ketika seseorang mengalami kegalauan akan tujuan hidup dan masa depan terutama dalam pendidikan, karir, pekerjaan, asrama dan lainnya. 

Karena hal ini kaum milenial menjadi tertekan untuk menentukan langkah mana yang harus mereka ambil sehingga mereka jadi membandingkan diri dengan orang lain yang dianggap lebih sukses dari mereka.

Konsep awal istilah Quater Life Crisis diperkenalkan oleh Robbins dan Wilner untuk penelitiannya mengenai golongan anak muda di Amerika pada tahun 2001 dalam buku karyanya yang berjudul "Quarter Life Crisis: The Unique Challenges Of Life In Your Twenties". 

Buku ini membahas tentang kehidupan mahasiswa yang baru lulus atau Fresh Graduate yang menjalani tuntutan kehidupan sosial dalam persoalan pekerjaan maupun jodoh untuk menikah.

Ada 5 fase dalam Quater Life Crisis yang akan dilewati seseorang yang dikemukakan oleh Robinson (2015) yaitu:

1. Fase Pertama, terdapat perasaan bingung untuk menentukan pilihan hidup dan merasa tidak mampu untuk menjalankannya.

2. Fase Kedua, adanya dorongan kuat untuk melakukan perubahan dalam situasi tertentu

3. Fase Ketiga, melakukan tindakan krusial atau menentukan langkah baru, seperti Resign atau keluar dari pekerjaan dan mencoba hal baru yang disukainya.

4. Fase Keempat, membangun pondasi dalam mengendalikan arah hidupnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan