Mohon tunggu...
H. Alvy Pongoh
H. Alvy Pongoh Mohon Tunggu... Traveller & Life Learner

I am a very positive person who love to do the challenge things and to meet the new people. I am an aviation specialist who love to learn, share, discuss, write, train and teach about aviation business and air transport management.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Jadilah Seorang Analis Kesehatan

29 April 2015   00:57 Diperbarui: 17 Juni 2015   07:35 12319 0 0 Mohon Tunggu...

Istilah ‘analis kesehatan’ atau ‘pranata laboratorium’ masih terdengar asing di telinga kebanyakan orang. Sebagian besar masyarakat Indonesia lebih mengetahui dan mengenal profesi dalam bidang kesehatan seperti dokter, perawat, bidan, dan apoteker. Analis kesehatan adalah profesi atau pekerja pada sarana kesehatan yang bertugas melayani pemeriksaan, pengukuran, penetapan, dan pengujian bahan yang diambil dari seorang manusia atau bahan yang bukan berasal dari manusia untuk menentukan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan atau faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan seseorang. Seorang analis kesehatan memiliki keterampilan dan tanggung jawab yang tinggi dalam pemeriksaan sampel. Profesi ini juga berisiko fatal bila terjadi kesalahan dalam pemeriksaan sampel.

Banyak orang masih salah mengartikan analis kesehatan sebagai seorang dokter. Sebenarnya tugas seorang analis kesehatan lebih rinci dan mengarah pada diagnosa penyakit yang dibuktikan dengan hasil diagnosa laboratorium. Seorang analis kesehatan umumnya bekerja pada laboratorium kesehatan. Beberapa laboratoriun dikenal dengan nama laboratorium patologi klinik yang berfungsi memeriksa sampel berupa cairan-cairan tubuh manusia seperti darah, sputum, faeces, urine, liquor cerebro spinalis (cairan otak), dan lain-lain. Termasuk juga pemeriksaan mikrobiologi (bakteri), parasitologi (fungi, protozoa, cacing), hematologi (sel-sel darah serta plasma), imunologi (antigen, antibodi), kimia klinik (hormon, enzim, glukosa, lipid, protein, elektrolit, dan lain-lain).

Laboratorium lainnya dikenal dengan nama laboratorium patologi anatomi yang berfungsi memeriksa sampel berupa jaringan hasil operasi (histopatologi). Selain bekerja di laboratorium klinik atau pada laboratorium rumah sakit pemerintah atau swasta, banyak pula analis kesehatan yang bekerja pada industri makanan dan minuman, obat-obatan, serta kosmetik. Dalam kurikulum pengajaran untuk analis kesehatan ada mata kuliah kimia snalitik, snalisis kimia air makanan dan minuman, serta toksikologi.

Program Studi Analis Kesehatan memang masih jarang dan langka di perguruan-perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Sampai saat ini baru tercatat 20 lembaga pendidikan di seluruh Indonesia dengan program studi tersebut. Itu pun baru sampai pada jenjang pendidikan Diploma-III (D-III). Di Provinsi Sulawesi Utara hanya Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Manado sebagai perguruan tinggi yang menyediakan program studi ini. Di Poltekes Manado jurusan ini masih tergolong baru; baru sampai pada angkatan ke-4.

Provinsi Sulawesi Utara masih sangat membutuhkan tenaga analis kesehatan. Selain karena tenaga analis kesehatan masih kurang di kabupaten dan kota, tenaga analis kesehatan juga banyak dibutuhkan karena banyaknya masyarakat yang mengidap penyakit degeneratif seperti diabetes, asam urat, liver, dan jantung. Pemerintah telah menetapkan di tiap puskemas sekurang-kurangnya harus memiliki seorang tenaga analis kesehatan.

Seorang analis kesehatan yang bekerja pada laboratorium kesehatan di Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado mengatakan, pekerjaannya memang sangat berisiko karena berhubungan langsung dengan bakteri dan virus berbahaya. Selain itu juga harus siap berhadapan langsung dengan sampel-sampel dari pasien berupa feses, urine, sputum, dan darah. Namun ada keasyikan tersendiri dari pekerjaan tersebut. Selain karena nilai pelayanan kemanusiaan dan bekerja menggunakan alat-alat laboratorium yang canggih dan berstandar internasional, seorang analis kesehatan juga bisa menemukan penemuan-penemuan terbaru di dunia kesehatan.

Bagi yang menyukai ilmu kimia dan biologi serta suka menggunakan alat-alat instrumen pasti akan tersalurkan saat bekerja sebagai analis kesehatan. Selain itu, kata dia, menjadi analis kesehatan tidak usah khawatir dengan pendapatan. Gaji per bulan yang didapat cukup besar ditambah pula dengan asuransi kesehatan dan jaminan kesehatan. Bagi para siswa SMA/SMK/MA yang ingin melanjutkan pendidikan sebagai analis kesehatan tidak perlu khawatir ataupun minder dengan hanya meraih gelar diploma analis kesehatan karena kenyataannya hal itu tidak terlalu berpengaruh di dunia kerja.

Ketika seorang mahasiswa/i program diploma analis kesehatan lulus kuliah, beragam tawaran kerja sudah banyak menanti, bahkan sebelum diwisuda pun sudah mulai direkrut. Bila ingin melanjutkan pendidikan, lulusan D-III Analis Kesehatan bisa menempuk pendidikan D-IV Analis Kesehatan di Poltekkes Bandung atau bisa juga melanjutkan pendidikan Strata-1 (S-1) Ekstensi di Program Studi Kesehatan Masyarakat, Farmasi atau Kimia di Universitas Indonesia, dan S1 di Program Studi Kimia, Biologi, ataupun Kesehatan Masyarakat di universitas swasta.

Akhirnya, bagi para siswa SMA/SMK/MA yang ingin melanjutkan studinya selepas lulus sekolah nanti, tidak perlu ragu memilih program studi ini. Walaupun masih terdengar asing dan baru dan hanya program D-III di Manado, bulatkan tekad dan yakinlah bahwa jurusan ini memiliki prospek kerja dan karir yang luas dan baik. Selain itu, saat ini tenaga analis kesehatan masih sangat banyak dibutuhkan dalam pembangunan bidang kesehatan di Indonesia dalam rangka menciptakan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.

Oleh: Aerodeo Messias Philip Heryphios Pongoh
Mahasiswa Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Manado
(Putra sulung dari Hentje Pongoh, SE, MM)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x