Mohon tunggu...
Y. Edward Horas S.
Y. Edward Horas S. Mohon Tunggu... Penulis - Cerpenis.

Enam buku antologi cerpennya: Rahimku Masih Kosong (terbaru) (guepedia, 2021), Juang (YPTD, 2020), Kucing Kakak (guepedia, 2021), Tiga Rahasia pada Suatu Malam Menjelang Pernikahan (guepedia, 2021), Dua Jempol Kaki di Bawah Gorden (guepedia, 2021), dan Pelajaran Malam Pertama (guepedia, 2021). Satu buku antologi puisi: Coretan Sajak Si Pengarang pada Suatu Masa (guepedia, 2021). Satu buku tip: Praktik Mudah Menulis Cerpen (guepedia, 2021).

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Lima Kiat Menulis Minim Potensi Sengketa

14 Agustus 2021   21:19 Diperbarui: 14 Agustus 2021   21:44 187 17 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Lima Kiat Menulis Minim Potensi Sengketa
Ilustrasi menulis, sumber: Pixabay.com/Putu Elmira

Hati-hatilah menulis! Karena tulisan adalah sama dengan ucapan. Keduanya berbahasa, kendati salah satu tidak bersuara. Pada hakikat, bahasa adalah soal rasa.

Keberadaan saya di Kompasiana mendekati satu tahun tiga bulan. Bersama tulisan ini, ada 637 tulisan (fiksi dan nonfiksi), terdiri dari 630 pilihan dan 65 Artikel Utama.

Bila Kompasianer mengamati, dahulu saya menjurus ke ragam fiksi, sampai telah terbit lima buku kumpulan cerpen. Sekarang, sedang giat menulis opini. Opininya pun tidak sembarangan, tidak seperti kebanyakan orang.

Saya memang suka membahas hal-hal unik yang mengganggu dan menarik pikiran saya. Saya tuangkan di tulisan, saya jernihkan masalah, dan coba cari solusi. Sebagai manusia, hal-hal yang saya alami kemungkinan besar dialami juga oleh orang lain.

Sampai sejauh ini, Puji Tuhan, tulisan saya minim sengketa. Bahkan bila boleh jujur, tidak ada yang mengundang masalah sehingga saya sampai diperkarakan. Hubungan baik yang rusak pun tidak ada. Saya memang hati-hati dalam menulis.

Pada sisi lain, dunia maya sekarang ketat diamati oleh pihak berwenang. Media sosial bisa diabadikan rekam jejaknya. Jika ada yang tidak suka, tersinggung, dapat dengan mudah dipersangkakan soal pencemaran nama baik.

Masalah, bukan? Niat menulis untuk mencari bahagia, eh, malah bisa masuk penjara karena pemilihan kata yang tidak tepat dan emosi berlebihan. Saya yakin, kita tidak mau hal itu terjadi.

Lewat pengalaman saya, izinkan kiranya saya berbagi lima kiat agar peristiwa yang tidak diinginkan semakin menghilang.

Minimalisir sebut nama jika bukan berdasar data dan fakta

Tidak bisa dihindari, sesekali kita menyebut nama dalam tulisan. Ada pula yang memakai inisial. Kita sudah mulai membahas orang. Perlu pengamatan lebih dalam tentang sumber berita seputar orang itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...
Lihat Konten Hobi Selengkapnya
Lihat Hobi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan