Mohon tunggu...
Y. Edward Horas S.
Y. Edward Horas S. Mohon Tunggu... Cerpenis.

Penulis Buku Antologi Cerpen Juang (YPTD, 2020), Kucing Kakak (guepedia, 2021), Tiga Rahasia pada Suatu Malam Menjelang Pernikahan (guepedia, 2021), Dua Jempol Kaki di Bawah Gorden (guepedia, 2021), dan Pelajaran Malam Pertama (guepedia, 2021).

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Tantangan-tantangan dalam Menulis Cerpen

19 Maret 2021   07:37 Diperbarui: 19 Maret 2021   08:18 189 14 7 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tantangan-tantangan dalam Menulis Cerpen
Sumber:dokpri

Dalam menekuni bidang tertentu, adakalanya seseorang menjadi bosan. Ketika makan--yang kita tahu setiap hari pasti makan--bila lauknya sama, bisa timbul rasa malas untuk makan.

Begitu juga menulis. Apa yang kita tulis kemarin, sekarang, dan besok, bila itu-itu saja, saya yakin kita cepat meletakkan pena. Manusia memang suka dengan yang baru.

Saya pun demikian. Ketika sudah serentetan menulis cerpen, saya lebih memilih menulis catatan untuk menyegarkan diri. Kali ini adalah poin-poin yang saya temukan, setelah direnungkan adalah sebagai tantangan yang harus saya taklukan, agar tidak cepat meletakkan pena.

Memperbanyak kosakata

Saya tebak para pembaca termasuk saya, suka dengan kata-kata yang tidak berulang. Kata yang mengandung informasi baru dan bentuk berbeda, ampuh memikat pembaca untuk lebih lanjut membaca sampai akhir.

Kebosanan bisa dihindari dengan semakin memperkaya kosakata. Menuliskan kata-kata yang sama maknanya dan merupakan sinonim, itu lebih menarik daripada hanya satu kata dan dipakai terus-terusan.

Semisal, penggunaan kata "selalu". Dalam cerpen, saya pakai kata lain yang hampir mirip, seperti: kerap, sering, berkali-kali, berulang kali, dan terus-menerus. Oleh sebab itu, kamus kerap menjadi teman baik saya ketika menulis.

Merangkai kata-kata

Bila susunan kalimat hanya saklek SPOK (Subjek-Predikat-Objek-Keterangan) sederhana, saya sendiri sebagai pembaca lebih cepat bosan. Terkesan kaku dan minim keindahan. Memang, kalimat sebaiknya ada keempat unsur itu.

Tetapi, bila tidak dikreasikan dan dirangkai sedemikian rupa, maka imajinasi pembaca tidak akan bermain, sementara kita tahu, keindahan cerpen salah satunya diukur dengan seberapa apik imajinasi penulis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x