Mohon tunggu...
Hizkia RonaldusSilalahi
Hizkia RonaldusSilalahi Mohon Tunggu... Tidak ada perjuangan yang sia-sia, maka tetap lah lakukan yang terbaik yang bisa dilakukan

Tidak ada perjuangan yang sia-sia, maka tetap lah lakukan yang terbaik yang bisa dilakukan

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Lebaran, Waktunya Pedagang Memanen

27 Mei 2019   14:58 Diperbarui: 27 Mei 2019   15:03 0 0 0 Mohon Tunggu...
Lebaran, Waktunya Pedagang Memanen
Bangkapos/Idandi

Lebaran adalah waktu yang di tunggu-tunggu oleh kaum muslimin, setelah 1 bulan lamanya telah berpuasa menahan Nafsu, baik makan maupun minum.

Untuk menyambut Hari Lebaran, maka banyak hal yang harus di siapkan. Menyiapkan diri secara Rohani Menyiapkan diri dengan iman yang teguh untuk menyongsong bulan ramadhan yang penuh berkah. Begitu juga dengan menyiapkan diri secara Jasmani, selain daripada tubuh yang sehat dan segar, tak jarang juga mempersiapkan diri dengan pakaian-pakaian yang baru.

Dalam memenuhi kebutuhan itu maka banyak para pedagang yang berbondong-bondong untuk menyediakan pakaian bagi kaum muslimin yang ingin merayakan lebaran dengan pakaian yang baru.

Karena kebutuhan pakaian lebaran yang baru, tentu hal ini mengakibatkan meningkatnya permintaan akan pakaian-pakaian yang bercorak muslim, seperti pakaian Koko, Peci, dan Sarung untuk kaum pria dan pakaian-pakaian ber-Jilbab baik kaum perempuan.

Peningkatan akan permintaan ini jelaskan meningkatkan pendapatan bagi para pedgang yang menyediakan pakaian-pakaian lebaran tersebut. Yang dimana hari-hari biasa para pedagang yang hanya dapat menjual 3an, kini bisa mencapai lebih dari 1 Lusin pakaian.

Penulis : Hizkia Ronaldus Silalahi