Mohon tunggu...
Lyfe

WHOOP (Workshop About Photoshop)

19 Februari 2018   22:36 Diperbarui: 19 Februari 2018   22:49 641
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

2017-11-16-163-5a8a135c5e13730ed40e50e2.jpg
2017-11-16-163-5a8a135c5e13730ed40e50e2.jpg
2017-11-16-124-5a8a1300caf7db09f330e872.jpg
2017-11-16-124-5a8a1300caf7db09f330e872.jpg
2017-11-16-117-5a8a12e416835f2ff004d512.jpg
2017-11-16-117-5a8a12e416835f2ff004d512.jpg
Photoshop tentunya tidak lagi terdengar asing di telinga kita, bukan? Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, kita dapat dengan mudah membuat sesuatu designuntuk berbagai tujuan. Salah satunya melalui photoshop, yaitu sebuah aplikasi yang dapat digunakan dalam mengedit foto, membuat poster, spanduk, name tag, bahkan tidak jarang untuk membuat CV (Curriculum Vitae). Saat ini banyak sekali aplikasi design yang lebih mudah dibandingkan dengan photoshop. Namun, photoshopsendiri memiliki kelengkapan toolsdan keunikan tersendiri yang dirasa lebih unggul dibanding aplikasi serupa lainnya. Dalam mengoperasikan photoshopmembutuhkan keahlian tersendiri, sehingga dibutuhkan sebuah pelatihan untuk mendukung hal tersebut.

            Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis (HIMABI) UNIKA Atma Jaya menyelenggarakan sebuah "Workshop about Photoshop" pada hari Kamis, 16 November 2017 di Lab. Komputer B Yustinus. Workshop ini terbagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama, peserta diberi materi tentang dasar-dasar photoshop, di mana mereka dijelaskan mengenai penggunaan masing-masing tools yang terdapat dalam photoshop. Setiap peserta diberikan modul yang tersedia di setiap komputer dan dapat juga disimpan untuk dipelajari sendiri. Selain itu, ada dua orang pendamping yang bertujuan untuk membantu peserta  yang kesulitan.

            Di sesi kedua, peserta diberi kesempatan untuk mengaplikasikan photoshop dalam pembuatan CV. Disini peserta diharapkan untuk menggunakan tools yang dijelaskan sebelumnya oleh pelatih. Peserta diberi durasi selama 1 jam untuk membuat dan men-design CV masing-masing. Di akhir sesi, panitia memberikan penghargaan kepada 3 peserta yang berhasil membuat CV dengan design yang paling bagus dan menarik. Dari hasil rekapitulasi lembar evaluasi yang diisi oleh peserta, mereka menganggap WHOOP merupakan acara yang berguna, menarik, dan patut diadakan lagi di tahun depan karena pentingnya materi yang diberikan.

REFLEKSI DIRI DARI KETUA ACARA WHOOP, GERALDINA AYUNDA (19)

1. Pengalaman apa saja yang didapat selama menjadi ketua pelaksana?

Saat saya diberi kepercayaan untuk memegang sebuah acara yaitu pelatihan photoshop. Ini merupakan kali pertama saya menjadi ketua panitia. Tentunya menjadi pengalaman yang sangat mengesankan. Saya belajar untuk bekerja sama dalam team, menyatukan pendapat, mengatur waktu, dan mengambil keputusan.

2. Ketakutan apa saja yang muncul selama menjadi ketua pelaksana?

Pada acara ini saya bekerjasama dengan 12 orang panitia. Dimana 9 diantaranya bukan pengurus Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis (HIMABI). Hal ini karena saya ingin teman-teman yang lain juga memiliki pengalaman dan belajar bagaimana cara berorganisasi dan bekerja sama dalam team. Tentunya untuk memahami 12 kepala tidaklah mudah. Saya harus bisa membawa diri, dalam arti bersikap luwes terhadap teman-teman panitia. Selain itu, memikirkan topik apa yang kira-kira dapat membuat peserta tertarik untuk mengikuti pelatihan photoshop ini.

3. Bagaimana cara menghadapi ketakutan tersebut?

Saya mendapat banyak masukan dari senior dan teman-teman di sekitar saya yang tentunya membantu saya dalam menyelesaikan masalah-masalah kecil selama persiapan acara. Selain itu, dukungan dari orang-orang terdekat juga membantu saya untuk tetap berpikir positif. Saya juga selalu berusaha untuk tetap mengambil keputusan secara bersama dan menyelesaikan solusinya dengan panitia yang lain.

4. Apa kelebihan diri sendiri yang menjadi senjata untuk menghandle acara tersebut?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun