Mohon tunggu...
Hilman Idrus
Hilman Idrus Mohon Tunggu... Administrasi - Fotografer

√ Penikmat Kopi √ Suka Travelling √ 📷

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Mario Gomez Resmi Tinggalkan Arema FC

4 Agustus 2020   01:27 Diperbarui: 4 Agustus 2020   05:58 130
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Mario Gomez. (Foto : Instagram Mario Gomez)

Setelah PSSI resmi memutuskan Liga 1 2020 bergulir kembali pada Oktober mendatang, melalui surat keputusan (SK) bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang kelanjutan kompetisi dalam Keadaan Luar Biasa tahun 2020, yang ditandatangani Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan pada 27 Juni 2020.

Semua kontestan Liga kemudian memanggil para pemainnya untuk kembali menjalani latihan. Dan, disaat persiapan melanjutkan kompetisi. Namun, kabar mengejutkan datang dari Arema FC, Sang juru taktik Roberto Carlos Mario Gomez resmi mengakhiri kerja sama dengan klub berjuluk Singo Edan itu. 

Seperti perjelasan General Manager Arema FC, Ruddy Widodo yang dilansir Kompas.com, Senin (3/8) sore, bahwa mantan pelatih Persib Bandung itu sudah perpamitan sekitar satu atau dua minggu yang lalu. 

Bukan karena merasa tidak cocok dengan Arema, hingga membuat Gomez memilih tidak lagi membesut Kushedya Hari Yudo dkk, Namun kuat dugaan keputusan pelatih berkebangsaan Argentina itu lantaran dia tidak setuju dengan kebijakan PSSI terkait gaji pelatih maupun pemain. 

Sikap yang diambil Gomez, merupakan haknya sebagai seorang pelatih. Namun, kebijakan PSSI tersebut sepatutnya didukung, lantaran penyebaran wabah virus Corona mengancam segala sektor kehidupan, berbuntut pada melemahnya sektor ekonomi. 

Sehingga kebijakan PSSI memang dianggap tepat untuk melindungi klub selama pandemi covid-19 berlangsung. Dan, keputusan ini sangatlah rasional, ketimbang PSSI menghentikan kompetisi, tentu berdampak negatif terhadap pemain, pelatih, maupun klub. 

Begitu pun juga, jika keputusan ini tidak dilakukan PSSI, maka semua kontestan Liga 1 maupun Liga 2 da 3, tentu menghadapi kesulitan, karena tidak ada pemasukan selama kompetisi berlangsung. 

Sebab, pelaksanaan Liga sesuai protap Covid-19, sehingga para supporter pasti merasa khawatir untuk datang dan menyaksikan pertandiangan secara langsung di lapangan. Walaupun Operator Kompetisi PT. Liga Indonesia Baru (LIB) berkomitmen memberi subsidi kepada klub. Tapi, pada prinsipnya sangat berbeda, lantaran dari sisi financial klub tentu berbeda-beda. 

Terkait keputusan Mario Gomez yang mengakhiri kerja sama dengan Arema FC, tentu tidak hanya mengejutkan warga Malang, Jawa Timur. Namun, juga menyentak para pecinta sepak bola nasional. Pasalnya, Mario Gomez merupakan salah satu pelatih terbaik dengan segudang prestasi. 

Sejak pertama kali menukangi Persib Bandung, pria yang pernah mendampingi Hector Cuper, saat membesut Real Mallorca pada tahun 1999 itu sukses membawa klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat tersebut menempati peringkat 4 klasemen akhir Liga 1 2018. 

Begitupun pada 2019 lalu, kiprah Gomez bersama Borneo FC dan sekaligus mengatantarkan klub berjuluk Pesut Etam itu finish di urutan 7 klasmen akhir. 

Dan sebelum merasakan kompetisi Liga 1, tentu Gomez memiliki prestasi gemilang bersama klub Johor Darul Ta'zim (JDT) Malaysia, dia berhasil membawa JDT menjuarai Liga Malaysia dua kali pada 2015 dan 2016, serta menjauarai AFC Cup dan FA Cup. 

Tentu kiprah Mario Gomez di Liga Indonesia, pun menghadirkan warna tersendiri, sebab dia tidak hanya dikenal pintar meracik strategi, namun mencatatkan namanya, sebagai pelatih yang sukses mengorbitkan pemain muda menjadi bintang, seperti ia lakukan di Persib Bandung kepada Ardi Idrus dan Gozali Siregar, begitu pun juga dengan Muhammad Sihran di Borneo FC. 

Dan, inilah membuat Gomez dikenal sebagai pelatih bertangan dingin di Liga 1, walaupun selama melatih di Indonesia ia belum mempersembahkan tropy juara kepada timnya, namun Gomez tetap dikenal sebagai salah satu pelatih terbaik di Liga 1. Sehingga, keputusan untuk tidak melanjutkan kiprahnya di Liga 1 bersama Arema FC, tentu mengurangi atmosfir Liga 1. 

Karena, Gomez dikenal piawai meracik strategi untuk menaklukan tim-tim lawan. Dan salah satu rekor gemilang yang ditorehkan Gomez di Shoope Liga 1 yakni pada kompetisi 2019 lalu, saat pertandingan Borneo FC kontra Sang pemuncak klasemen Bali United di Stadion Segiri pada pekan ke-23, berkat taktik briliannya Borneo FC berhasil mencukur Bali United dengan skor 6-0. 

Keputusan mengakhiri kerja sama dengan Arema FC di tengah pandemi Covid-19, dapat dipahami. Tapi, sebagai pecinta sepak bola nasional, tentu berharap pada kompetisi Liga 1 2021 kembali melihat Mario Gomez kembali berkiprah. Opa Gomez jangan lupa kembali ya....he....he....he. 

Salam Olahraga!. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun