Mohon tunggu...
Hikmah Nurchasanah
Hikmah Nurchasanah Mohon Tunggu... Guru - Saya mengajar di SD N 3 Bojong Kec/Kab Purbalingga, Jawa Tengah

Keep Hamazah

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Pembelajaran Daring dengan Model Contextual Teaching and Learning Berbantu Media Power Point Lebih Menarik bagi Siswa SD

7 Desember 2020   16:22 Diperbarui: 15 Desember 2020   11:43 898
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Singarimbun (2018) mengatakan ada tujuh komponen utama pembelajaran yang mendasari penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Ketujuh komponen utama itu adalah:

  • Konstruktivisme (Constructivism). Sebagai Filosofi, yaitu menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi siswa dengan cara memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri dan menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar.
  • Menemukan (Inquiri). Sebagai strategi belajar, yaitu melaksanakan kegiatan inquiri untuk mencapai kompetensi yang diinginkan semua bidang studi.
  • Bertanya sebagai alat belajar, yaitu mengembangkan sikap ingin tahu siswa dengan bertanya dan gunakan pertanyaan untuk menuntun siswa berpikir, karena pengetahuan seseorang, selalu bermula dari bertanya.
  • Masyarakat belajar (Learning community) yaitu menciptakan "masyarakat belajar" dalam kelas kegiatan pembelajaran dilakukan dalam kelompok-kelompok belajar. Siswa yang pandai mengajari yang lemah dan yang tahu memberi tahu yang belum tahu.
  • Pemodelan (Modeling) yaitu menunjukkan "model" sebagai contoh pembelajaran (benda,guru, siswa lain, dll).
  • Refleksi (Reflection) yaitu Melaksanakan refleksi pada akhir program pengajaran agar siswa merasa bahwa hari ini mereka belajar sesuatu.
  • Penilaian sebenarnya (Authentic Assessment) yaitu menilai dengan berbagai cara dan berbagai sumber.

Langkah-langkah model pembelajaran Contextual Teaching and Learnig (CTL) lebih jelas diuraikan Rahmawati (2018) secara garis besar sebagai berikut:

  • Tahapan pengenalan Artinya, bahwa untuk memulai suatu pembelajaran siswa harus dikenalkan dengan hal baru yang akan mereka pelajari.
  • Tahap pengaitan, Tahapan dimana siswa diminta untuk mengaitkan pengetahuan baru yang didapatkannya dengan interprestasi atau penafsiran yang didasarkan pada pengetahuan yang dimilikinya.
  • Tahap penafsiran Siswa dituntut untuk menentukan, dan menyimpulkan pengetahuan yang didapatkannya dengan interpretasi atau penafsiran yang didasarkan pada pengetahuan yang dimilikinya.
  • Tahap Implementasi Tahapan yang dilakukan oleh siswa dengan cara mengimplementasikan materi keterampilan atau pengetahuan yang didapatkan mereka dari proses belajar ke dalam konteks kehidupan yang nyata.
  • Tahap Refleksi Tahapan ini penting dilakukan agar pengalaman-pengalaman yang didapatkannya selama proses pembelajaran dapat terekam secara baik dalam struktur kognisi siswa.
  • Tahap Evaluasi Siswa pada tahapan ini dinilai secara auntentik untuk menentukan sampai dimana pengetahuan dan kemampuan siswa setelah dilakukannya proses pembelajaran.

Pelaksanaan pembelajaran tersebut membutuhkan dukungan media, yaitu Microsoft Powerpoint yang merupakan salah satu program aplikasi dari microsoft office berfungsi untuk melakukan presentasi melalui slide-slide. Power point dijalankan pada sistem operasi windows maupun mac os (Ilmiyah, 2019). 

Microsoft Office PowerPoint adalah "sebuah program komputer untuk presentasi".Microsoft Office Power point merupakan program aplikasi yang dirancang secara khusus untuk menampilkan program multimedia. 

Biasanya siswa kelas rendah akan lebih termotivasi apabila melihat tampilan-tampilan yang menarik pada pembelajaran yang mereka ikuti. Sehingga diharapkan dengan penerapan pembelajaran model Contexstual Teaching and Learning berbantu media power point dapat meninngkatkan hasil belajar siswa dalam masa pembelajaran daring.

Agar proses pembelajaran Tematik lebih efektif dan lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa, maka disampaikan saran sebagai berikut: 

1) Guru sebaiknya menggunakan model Contextual Teaching and Learning dalam proses pembelajaran Tematik karena sudah terbukti meningkatkan hasil belajar siswa. 

2) Dalam proses pembelajaran, guru berusaha menggunakan media yang sesuai dengan materi dan dapat menarik perhatian siswa agar kegiatan belajar berjalan dengan baik. Terbukti bahwa pengaruh positif pada penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap motivasi siswa serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa. 

Penerapan model pembelajaran ini memperlihatkan bahwa model Contextual Teaching and Learning (CTL) ini sangat berpengaruh pada hasil belajar siswa. Dalam proses pembelajaran CTL terlihat keinginan siswa yang antusias untuk berhasil mengerjakan soalsoal yang diberikan oleh pendidik. 

Rasa ingin tahu siswa yang tinggi ketika pendidik menjelaskan materi menunjukkan adanya dorongan kebutuhan belajar dan cita-cita di masa depan. Selain itu, siswa juga lebih bersemangat pada kegiatan pembelajaran yang menarik dan lingkungan belajar yang kondusif seperti melalui kegiatan percobaan dan diskusi.

DAFTAR PUSTAKA

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun