Mohon tunggu...
Hikaru Syafa Ibrahim
Hikaru Syafa Ibrahim Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - seorang pelajar, kelas 10/1 SMA

suka dengan industri fashion dan entertainment 👍🏻

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Motif Belanja di Masa Pandemi

30 September 2021   22:00 Diperbarui: 30 September 2021   22:17 300
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kita sebagai manusia suka memanjakan diri sendiri dengan hal-hal atau barang yang kita sukai, salah satu contohnya seperti berbelanja. Terkadang orang-orang suka belanja berlebihan tetapi di sisi lain juga menikmati hidupnya dengan berhemat. Oleh karena itu, pada pembahasan kali ini aku akan membahas tentang motif berbelanja. 

Untuk memulai pembahasan tentang motif berbelanja, aku ingin bertanya, apa itu sebenarnya motif berbelanja? Motif berbelanja atau shopping motives merupakan salah satu faktor yang mendorong konsumen dalam melakukan pembelian suatu produk.

Motivasi berbelanja didasari oleh kebutuhan serta keinginan konsumen. Sebenarnya, motif berbelanja berasal dari motif perilaku konsumtif, apa itu perilaku konsumtif? 

Perilaku individu yang mengonsumsi atau membeli sesuatu secara berlebihan pada suatu barang atau jasa. Secara umum dapat dikatakan melakukan pemborosan dan mengutamakan kesenangan dibandingkan kepentingan. 

Pada saat ini, banyak sekali orang-orang yang beralih ke belanja online. Berdasarkan Kompas.com (kompas.com), sejak mewabahnya pandemi Covid-19 dan masyarakat diimbau untuk di tetap di rumah, kegiatan transaksi belanja online meningkat pesat. Perusahaan E-Commerce pun mendapat banyak sekali untung dari transaksi tersebut.  

Adanya beberapa faktor pendorong yang membuat kegiatan belanja online meningkat pesat. Pertama, karena banyaknya program promo yang ditawarkan oleh perusahaan E-Commerce

Yang kedua, karena adanya situasi Covid-19, masyarakat disarankan untuk menghindari tempat keramaian. Otomatis untuk memenuhi kebutuhannya, masyarakat lebih cenderung memilih berbelanja secara online.

Chief Customer Care Officer Lazada Indonesia, Ferry Kusnowo, mengatakan bahwa selama 6-7 bulan terakhir, belanja online menjadi alternatif utama yang banyak dipilih masyarakat. Tren belanja online ini pun menurut dia masih akan terus meningkat pada masa yang akan datang.  

Pada saat ini, gaya belanja masyarakat Indonesia mulai beralih, dari transaksi secara konvensional, kini masyarakat kita lebih suka belanja melalui online. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto juga ikut mengakui bahwa fenomena belanja online yang sedang terjadi di Indonesia, salah satu faktornya adalah pertumbuhan E-commerce yang semakin pesat.

Berdasarkan Cermati.com (cermati.com), ini adalah 5 alasan kenapa orang-orang beralih ke belanja online

  1. Hemat waktu dan tenaga: karena sekarang semua online jadi tidak perlu menghabiskan waktu dan tenaga untuk bepergian keluar rumah. 

  1. HALAMAN :
    1. 1
    2. 2
    3. 3
    4. 4
    Mohon tunggu...

    Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
    Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
    Beri Komentar
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun