Mohon tunggu...
Hafiz Hasibuan
Hafiz Hasibuan Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa Filsafat Islam

Tinggal di Iran sambil studi

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Komunitas WNI di Iran Beragam, tetapi Komunikatif

29 September 2020   03:12 Diperbarui: 29 September 2020   03:21 674
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sebagai WNI yang berada di luar negeri semakin berat rasanya jika kita tidak memiliki komunitas. Sukurnya walaupun berada jauh dari negeri tercinta, saya masih dapat menemukan sesama WNI yang tinggal di Iran. Walaupun warga Iran itu baik dan ramah, tetapi saya tidak bisa berfikir bagaimana jika saya hidup sendiri tanpa ada teman satu negara.

Jika jumlah keberadaan WNI di Iran dibandingkan dengan keberadaan WNI di negara lain maka jumlah WNI di iran terhitung tidak terlalu banyak. Sepengetahuan saya, berdasarkan jumlah peserta pemilih dalam pemilu tahun 2019 WNI di Iran hanya berjumlah ratusan orang.

Sebagian besar WNI yang ada di Iran bersetatus sebagai mahasiswa di berbagai universitas dan sebagian kecilnya pejabat yang bekerja di kedutaan RI di Tehran dan sebagian lagi pekerja ahli yang bekerja perusahaan-perusahan Iran.

Sebelum masa Pandemi Covid-19, WNI yang tersebar di beberapa kota yang berbeda masih dapat berkumpul dalam beberapa momen. Terkhusus momen 17 agustus sebagai hari peringatan kemerdekaan RI. WNI memanfaatkan momen ini bukan hanya bertemu, tetapi dapat berinteraksi bersama dengan semua jenis perlombaan yang dilaksanakan. Semua itu membuat keakraban antara WNI yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia bertambah hangat.

Momen lain yang dapat mempertemukan adalah peringatan hari besar agama atau acara seminar yang dilaksanakan komunitas mahasiswa.

KBRI sebagai perwakilan pemerintah juga melaksanakan tugas dengan baik. Mereka berusaha hadir ditengah masyarakat Indonesia di kota manapun berada. Beberapa bulan sekali rombongan kedutaan akan menjenguk WNI.

Setelah Pandemi Covid-19 pertemuan antara WNI menjadi terbatas. Tahun ini tidak ada pertemuan seperti tahun-tahun sebelumnya. Alhamdulillah, sebelum pak dubes Oktavino Alimudin mengakhiri tugasnya sempat mengunjungi kami di Mashhad yang berjarak 800 km dari Tehran.


Walaupun selama Pandemi Covid-19 tatap muka antara WNI terbatas, tetapi teknologi telah memudahkan komunikasi antar WNI. Teknologi telah memfasilitasi komunikasi antara WNI. Bulan-bulan terakhir ini teknologi tidak saja membantu hubungan pribadi antara WNI, tetapi antara komunitas.

Ada beberapa komunitas organisasi dan lembaga antara WNI. Saya sebutkan saja, disini ada lembaga Kedutaan RI Tehran dan Atase Pertahanan RI Tehran. Ada juga organisasi mahasiswa Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) Iran, Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran serta komunitas Gusdurian Tehran. Minimal, nama-nama di atas adalah 5 lembaga dan organisasi yang berpengaruh di tengah WNI.

Teknologi telah memfasilitasi antar lembaga dan komunitas untuk saling berkomunikasi dengan berdikusi dalam acara webinar. Bulan September ini, Gusdurian Tehran telah memprakarsai acara webinar harlah Gus Dur dengan tema "Kepemimpinan Pemuda Abad-21" yang diisi para pemateri dari lembaga dan organisasi yang saya sebutkan di atas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun