Mohon tunggu...
Herlina Hesti
Herlina Hesti Mohon Tunggu... Guru - Freelence

Less is more

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Satu Kata yang Bisa Mengubah Hidupmu: Bisa

6 Juni 2023   10:50 Diperbarui: 6 Juni 2023   10:59 140
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kenapa kita harus menjadi orang yang paling ribet, padahal yang kita inginkan dalam hidup adalah kenyamanan tanpa ribet. Ya, begitu juga saya. Kita membicarakan sebuah hal yang biasanya dari sudut pandang orang-orang itu keren. 

Pernahkah jika kamu ingin membeli baju, dalam benak anda memikirkan untuk membuat orang lain puas, kamu mempertimbangkan berbagai hal misalnya: jika saya mengenakan baju ini, kira-kira saya kelihatan kurus ka tidak, orang lain kalau melihat saya pakai baju ini, saya cantik ka tidak? Atau orang lain melihat saya pakai baju ini, saya keren ka tidak? Kalau kamu sedikit tersenyum atau menganggukan kepala, berarti apa yang saya tebak ini benar-benar tepat atau jangan-jangan sedang kamu alami.

Kali ini saya ingin memberikan sebuah praktek nyata, seizin Tuhan bisa membuat kamu jadi lebih percaya kepada dirimu sendiri bukan percaya kepada orang lain. Kenapa kita terlalu melandaskan diri kepada penilaian orang lain? 

Baju yang saya kenakan ini, apakah enak untuk dilihat oleh orang lain? Karir saya sekarang, apakah orang lain akan menghargai saya atau tidak? Jurusan kampus yang saya ambil sekarang, apakah akan membahagiakan orang tua saya atau tidak? Saya bisa menjadi orang kaya atau tidak? 

Karena saya berpikir, ketika saya menjadi orang kaya orang lain bisa lebih menghargai saya." Pernahkah anda mengalami seperti itu? Lalu pernahkah anda bertanya, kenapa anda menjadi seperti itu? Kita menjadi seperti itu sebabnya sepele, orang yang paling kita tidak percaya dalam hidup sebenarnya adalah diri kita sendiri. 

Ketika seseorang memujimu cantik, kamu pasti berbunga-bunga. Tapi apakah pernah, kamu berdiri di depan cermin lalu memuji dirimu sendiri kemudian anda berbunga-bunga juga? 

Kalau pernah berarti kamu bagus, tingkat percaya dirimu masih oke. Yang cowok juga demikian, "saya kelihatan jelek ya, tidak punya apa-apa nih, karir saya baru begini, saya dianggap pengangguran padahal saya baru meniti karir." Kita sering merasa sakit hati dengan penilaian orang lain, padahal kamu sendirilah yang paling tahu pekerjaan dan kebahagiaan versi kamu sendiri. Bukan versi orang tua, teman dekat, atau tetangga.

Coba di jawab dengan jujur, apakah diri kamu selama ini sudah bahagia atau belum dengan perkataan dan penilaian dirimu sendiri? Kalau memang sudah, kapan terakhir kali kamu berkata sesuatu terus diri kamu bahagia dengan perkataan mulut kamu sendiri? Kalau memang kamu bahagia dengan perkataanmu sendiri, puji Tuhan. 

Jika demikian, lebih sering mana kamu bahagia dengan penilaian orang atau bahagia dengan penilaian dirimu sendiri. Atau jangan sampai kamu lebih terpesona dengan penilaian orang. Barang yang kamu beli, karir yang kamu pilih, keputusan hidup yang kamu ambil pada dasarnya supaya penilaian orang baik, dan bisa membuat anda merasa damai dengan penilaian mereka.

Mungkin ada yang bertanya, "bukankah bahagia dengan penilaian orang lain itu normal? Bukankah itu adalah hal yang manusiawi? Kita senang di puji orang, kita senang dihargai orang apalagi atasan kita." Jawaban saya "tidak ada yang salah." Anda bersama dengan atasan anda berapa lama? Jika atasan kamu diganti, kamu berubah lagi, ikuti kemauan atasanmu? Begitu juga dengan pasangan anda. Terus apakah kita mau menjadi manusia atau robot? Suka bahagia dengan penilaian orang lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun