Mohon tunggu...
Herini Ridianah
Herini Ridianah Mohon Tunggu... write with flavour

pemerhati sosial dan pendidikan, guru les MIPA

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Pilih Mana, Diizinkan, Dilarang atau Diperintah?

25 Maret 2018   21:29 Diperbarui: 25 Maret 2018   21:38 432 0 1 Mohon Tunggu...

Ketika kita menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari, setiap saat kita selalu dihadapkan pada berbagai pilihan. Jatah usia yang singkat di dunia, sudah semestinya diisi dengan hidup yang berkualitas.  Jika tidak, maka kita termasuk orang-orang yang rugi. Setiap manusia di seluruh penjuru dunia, Allah SWT berikan waktu yang sama dalam 1 hari = 24 jam. Quality Time di hadapan Sang Pencipta   yang akan membedakan level   hidup  manusia.  Setidaknya hidup manusia itu ada 3 jenis level, yaitu: Apakah hidupnya sampai level  diizinkan, dilarang atau diperintah Sang Pencipta.

Berikut analoginya                                             

             Seorang karyawan sebuah perusahaan hendak meminta izin pada atasannya untuk pergi liburan keluarga ke Lombok, misalnya. Lalu atasannya yang baik akhirnya mengizinkan karyawan tersebut. Dengan senang hati, terbanglah karyawan tersebut sekeluarga ke Lombok, tempat wisata yang diidamkannya. 

Namun, konsekuensinya, jika terjadi apa-apa di perjalanan, maka semua berada dalam tanggung jawab karyawan tersebut. Pun jika perjalanannya lancar, maka seluruh biaya perjalanan, penginapan dsb ditanggung sendiri olehnya. Karena atasannya sebatas mengizinkan saja. 

              Adapun jika karyawan tersebut justru dilarangpergi, maka ia tentu sedih dengan keputusan atasannya. Berbeda dengan kondisi karyawan yang justru diperintah atasannya untuk pergi berlibur bersama keluarganya dengan alasan tertentu. Maka, segala sesuatu nya di bawah tanggungan/jaminan atasannya. Jika terjadi sesuatu di perjalanan, maka karyawan tersebut tinggal lapor ke atasannya. Solusi pun meluncur dari atasannya untuk memudahkan perjalanan karyawan tersebut.

              Seseorang yang hidup dalam level diizinkan oleh Allah SWT, maka orang itu berbuat apa saja sesuka dia, namun Allah SWT akan melepaskan perlindungannya. Inilah tipe hidup orang-orang yang tak mau diatur oleh aturanNya, namun masih diberi nikmat hidup berada di dunia. Tidak ada jaminan keselamatan dunia dan akhirat. Syerem.   

              Tipe hidup manusia yang kedua adalah level hidup dilarang oleh Allah SWT. Jelas tidak nyaman.

               Adapun seseorang yang hidupnya dalam koridor diperintah Allah SWT, maka jelas kebahagiaan dunia dan akhiratnya berada dalam jaminan Allah SWT yang Maha Segalanya. Itulah hidupnya muslim yang taat.

              Dari sini, wajar jika di dalam Al-Qur'an, Allah SWT memberikan banyak perintah kepada hambaNya. Perintah tersebut meliputi seluruh aspek kehidupan. Mulai dari perintah terkait ibadah (shalat, puasa, zakat, haji,dsb) dan akhlak, makanan, minuman, pakaian, hingga urusan muamalah (poleksosbudhankam) dan uqubat (sanksi). Artinya, itu sebagai bentuk kasih sayang Allah SWT kepada umat manusia, terkhusus umat islam, bahwa sepanjang manusia hidup dalam mentaati perintahNya, maka Allah SWT akan menjamin kebahagiaan dunia dan akhiratnya. Sebagaimana firman Allah SWT:

 Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (TQS.Al-A'raaf : 96)

(Disarikan dari ceramah ustdz.Felix Siauw di Bandung, Maret 2018)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x