Mohon tunggu...
AKIHensa
AKIHensa Mohon Tunggu... Penulis - Pensiunan dan sejak 4 Mei 2012 menjadi Kompasianer

Kakek yang hobi menulis hanya sekedar mengisi hari-hari pensiun bersama cucu sambil melawan pikun.

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Besarnya Pahala Sebanding dengan Besarnya Cobaan

24 April 2024   08:21 Diperbarui: 29 April 2024   18:57 343
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Foto by iStockphoto

Besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian dan cobaan dari Allah. Pada dasarnya hamba Allah selalu ditempa ujian dan cobaan setiap hari dalam kehidupannya. 

Semakin banyak ujian atau cobaan maka semakin tinggi kualitasnya seorang hamba jika lulus dari cobaan tersebut. Namun juga harus diingat bahwa orang yang mendapat cobaan dari Allah itu berarti dirinya sangat disayang Allah. 

Sebuah kalimat kunci yang menjadi pegangan yaitu semakin sering diuji Allah adalah semakin dikasihi oleh Allah. 

Sebuah haits yang diriwayatkan Anas ibn Malik RA (Radhiyallahu 'Anhu) menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'sesungguhnya besarnya pahala itu sesuai dengan besarnya cobaan. 

'Dan sesungguhnya apabila Allah mencintai sebuah kaum niscaya Allah akan memberikan cobaan kepada mereka. 

Maka barangsiapa yang ridha dengan ketetapan Allah, maka Allah akan ridha kepadanya. 

'Dan barangsiapa yang tidak ridha, maka Allahpun tidak akan ridha kepadanya. (HR. At-Turmudzi dan Ibnu Majah). 

Hadits ini memberikan gambaran yang memuat kandungan bahwa cobaan itu adalah suatu kebaikan. 

Bagi mereka yang mendapat cobaan maka itu artinya mereka mendapatkan kasih sayang dari Allah, manakala dia mampu untuk sabar dan rela menerimanya. 

Begitu pula hadits tersebut memberikan makna yang dalam tentang pahala dari Allah. 

Seorang hamba yang mendapatakan ujian atau cobaan, maka  pahala dan kenikmatan yang akan diterima kelak di akhirat, sesuai dengan kadar besar kecilnya cobaan tersebut. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun