Mohon tunggu...
Hendro Santoso
Hendro Santoso Mohon Tunggu... Purnakaryawan

Seorang Kakek, hobi menulis hanya sekedar mengisi hari-hari pensiun bersama cucu sambil melawan pikun.

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Artikel Utama

Sekilas tentang "Sweet Sugar" (1)

23 Juni 2020   18:35 Diperbarui: 6 Juli 2020   09:38 264 31 11 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sekilas tentang "Sweet Sugar" (1)
Gula Pasir (Foto Shuterstock)

Awalnya artikel ini ditulis hanya untuk bahan bacaan siswa SMA jurusan IPA atau SMK Kimia atau Teknik. Tetapi akhirnya silakan bagi siapa saja yang berminat membaca.

Sejarah Industri gula termasuk dalam kategori industri tertua di Indonesia. Komoditi gula, teknologinya telah berlangsung sejak masa kolonial Belanda dan berhasil menorehkan tinta emas untuk Indonesia. 

BACA JUGA : Sekilas tentang "Sweet Sugar" (2): Diversifikasi Produk

Saat itu berhasil mengantarkan Indonesia sebagai salah satu pengekspor utama gula terbesar di dunia setelah Kuba. 

Periode emas ini berlangsung antara tahun 1928-1931 dengan jumlah produksi mencapai 3 juta ton gula yang dihasilkan oleh 179 Pabrik Gula (PG). 

Dengan areal industri gula saat itu mencapai 200 ribu ha lahan tebu dan tingkat produksi gula sebanyak 15 ton per ha. 

Pencapaian ini membuat Indonesia menjadi negara pengekspor gula terbesar kedua di dunia setelah Kuba. 

Prestasi ini jauh meninggalkan negara-negara produsen gula lainnya saat itu seperti Australia, Brazilia, China, dan Philipina. 

Padahal hanya menggunakan teknologi yang bisa dibilang masih sederhana. Demikian juga dukungan riset dan ilmu pengetahuan yang tidak semaju sekarang. Ternyata Indonesia mampu memproduksi gula jauh di atas kebutuhan dalam negeri saat itu. 

Dengan berbagai sarana dan prasarana yang jauh lebih lengkap seperti sekarang, maka seharusnya Indonesia mampu mengulang kembali masa kejayaan tersebut. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN