Hendro Santoso
Hendro Santoso Purnakaryawan

Seorang Kakek, hobi menulis hanya sekedar mengisi hari-hari pensiun bersama cucu sambil melawan pikun.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Dari Laga Timnas U-19 Versus Saudi Arabia, Indra Sjafri Lupa Sesuatu

11 Oktober 2018   15:52 Diperbarui: 11 Oktober 2018   16:01 683 12 10
Dari Laga Timnas U-19 Versus Saudi Arabia, Indra Sjafri  Lupa Sesuatu
Indra Sjafri (Foto PSSI.org)

Timnas U-19 bermain mengesankan saat berhadapan dengan Saudi Arabia dalam laga uji coba International di Stadion Wibawa Mukti Cikarang Bekasi, Rabu (10/10/18). Namun ada yang lupa dari mereka yaitu benar-benar lupa bagaimana caranya mencetak gol.

Paling tidak di babak pertama Hanis Sagara memiliki 3 peluang sudah berhadapan dengan kiper Arab Saudi. Satu lagi umpan terukur Witan Sulaiman dari sayap hanya tinggal menceploskan ke gawang namun luput dari jangkauan kaki Hanis.

Timnas U-19 harus kembali memiliki spirit untuk menang. Untung saja ada Saddil Ramadani yang masih ingat cara dia mencetak gol dari luar kotak penalti. Golnya memang khas milik Saddil dengan kaki kiri ke pojok kiri gawang Saudi Arabia.

Kendati demikian Timnas U-19 harus mengakui keunggulan Negara gurun ini karena mereka berhasil mencetak 2 gol salah satunya dari titik penalti.  

"Secara keseluruhan pertandingan tadi anak-anak bermain bertahan serta masih banyak melakukan pelanggaran. Di penyerangan kami masih harus perbaiki lagi. Transisi juga masih perlu kami perbaiki dari bertahan ke menyerang. Saat serangan balik harus lebih cepat lagi."

"Masih ada waktu untuk berbenah. Kami juga ingin fokus ke Piala AFC, oleh karena itu anak-anak kami inginkan jangan sering bermain media sosial. Terus tadi Egy Maulana tidak kami mainkan karena ia masih jetlag dan masih menjalani proses recovery." Demikian kata Indra Sjafri usai laga tersebut seperti dirilis PSSI.org (10/10/18).

Garuda Nusantara U-19 (Foto PSSI.org)
Garuda Nusantara U-19 (Foto PSSI.org)
Secara keseluruhan Timnas U-19 berhasil mengimbangi Saudi Arabia. Seperti dikatakan Indra Sjafri, skuatnya sudah bisa menjalankan skema bermain bertahan namun harus memperbaiki transisi positif ke skema menyerang. Paling banyak disoroti adalah sentuhan akhir dari setiap serangan.

Hanis Saghara dan Rafli Mursalim belum menunjukkan sebagai seorang eksekutor yang kejam di mulut gawang lawan. Mereka kurang dingin menyelesaikan setiap peluang yang mereka punya. Jika saja Hanis dan Rafli bisa lebih cool maka cukup layak kemenangan ada di tangan skuat Indra Sjafri ini.

Suatu hal yang positif pada laga ini adalah para pemain sudah mulai percaya diri saat berusaha berjuang untuk menyamakan kedudukan karena ketinggalan 1 gol. Pemain seperti Saddil Ramdani memang sangat dibutuhkan saat tim mengalami kebuntuan. Inisiatifnya melakukan tendangan dari luar kotak penalti berbuah gol untuk menjadikan skor 1-1 hingga turun minum.

Andai saja Asnawi Mangku Alam tidak berbuat ceroboh dengan ilmu Liga 1 nya yaitu menjegal lawan dari belakang di daerah kotak penalti, mungkin skor imbang adalah cukup adil.

Indra Sjafri cukup bijak tidak menurunkan Egy dalam laga ini karena alasan jetlag dan butuh recovery lanjutan. Dalam laga uji tanding berikutnya melawan Hongkong, Sabtu (13/10) diharapkan Egy sudah bisa bermain agar Timnas U-19 kembali mampu mengingat dengan baik bagaimana caranya mencetak gol kemenangan. 

Skema 4-3-3 yang diterapkan Indra Sjafri berjalan dengan baik. Pergerakkan antar lini seimbang walaupun masih terjadi pemain yang kehilangan bola akibat ball keeping mereka yang buruk. Skill individu pemain Saudi Arabia memang sedikit mengungguli pemain Timnas U-19 apalagi postur mereka juga sangat menunjang performa mereka.

Baiklah perbaikan sudah ada dalam catatan Coach Indra Sjafri hanya tinggal dilakukan pembenahan baik fisik, teknik dan taktik. Tidak lupa juga hal-hal non teknis seperti pengaruh buruk dari medsos. Para pemain harus segera menutup sementara aktivitas medsos mereka selama gelaran Piala Asia U-19 ini berlangsung. Laga perdana Indonesia dalam ajang tersebut pada 18 Oktober 2018 melawan Chinese Taipei. Dua tim lainnya di grup ini adalah Qatar dan Uni Arab Emirate.  

Garuda Nusantara harus tetap menjaga rasa optimis. Bravo Merah Putih.